Arkana

Arkana
Bab 47. Touring (end)


__ADS_3

Cahaya hanya terdiam dan terus memandangi wajah pria itu, pantas saja menurutnya beberapa waktu lalu ia sempat bertemu dengan Topan di sekolah itu. Rupanya disana juga merupakan tempat Arka bersekolah, sungguh Cahaya tak menyangka kalau dunia sesempit ini. Padahal semua ini tidak disengaja, dan Cahaya juga tak ingin bertemu kembali dengan Topan maupun Arkana.


"Tante, jadi dulunya tante itu guru? Terus Arka ini muridnya tante?" Kanaya menyela dan turut mengajukan pertanyaan pada tantenya itu.


"Eee haha i-i-iya Kanaya, tante emang sempat ngajar dulu pas masih agak muda," jawab Cahaya gugup.


"Wow tante keren banget deh!" ucap Kanaya memujinya.


"Emang iya Nay, tante kamu ini luar biasa keren! Dulu juga tante kamu yang selalu temenin aku waktu dijauhin sama teman-teman," sahut Arka.


"Itu masa lalu Arka," ucap Cahaya lirih.


"Iya bu Aya, tapi tetap aja sampai sekarang saya masih belum bisa lupain jasa ibu ke saya. Karena nasehat dari ibu, saya jadi lebih percaya diri deh sekarang," ucap Arka.


"Baguslah, saya senang dengarnya! Yasudah, ayo Kanaya kita pulang sekarang!" ucap Cahaya.


"Umm aku..." Kanaya terlihat bingung, ia melirik ke arah Arka dan merasa tidak enak.


Arka mendekat, lalu mencubit pipi gadisnya. "Udah gapapa sayang, gausah mikirin aku! Kamu pulang aja sama tante kamu, nanti kapan-kapan deh baru kita jalan bareng, okay?" ucapnya lembut.


"Kamu yakin? Kamu gak marah?" tanya Kanaya.


Arka menggeleng sambil tersenyum, "Enggak kok, aku gak marah. Mana bisa aku marah sama cewek secantik kamu?" jawabnya.


"Ah kamu mah gombal terus! Yaudah, berarti aku pulang duluan ya sama tante Aya?" ucap Kanaya.


Arka mengangguk setuju, kemudian membiarkan Kanaya pergi bersama Cahaya dengan mobil wanita itu meninggalkan sekolah. Setelah Kanaya tak terlihat lagi, Arka dengan wajah lesu mulai melangkah menuju mobilnya yang terparkir di parkiran sekolah. Sejujurnya Arka sangat kecewa karena tidak bisa menikmati hari pertamanya bersama sang kekasih, tapi tentu Arka tidak bisa memaksakan kehendaknya saat ini.


"Arka!" tiba-tiba saja, ada seseorang yang datang menyapanya. Arka pun menghentikan langkahnya, lalu beralih menatap orang tersebut.

__ADS_1


Ternyata itu adalah Topan alias papanya, sontak Arka tersenyum lalu mencium tangan sang papa sebagai rasa hormat. Arka tampak heran ketika tiba-tiba Topan tersenyum lebar menatap ke arah mobil Cahaya yang sudah menjauh, bahkan Topan juga merangkul putranya dan mengusap pundak pria itu dengan lembut.


"Pa, ngapain sih papa tiba-tiba muncul terus senyum aneh kayak gitu?" tanya Arka keheranan.


"Gapapa, papa senang aja karena kamu dan Kanaya semakin dekat. Apalagi kalian udah resmi jadi pasangan kekasih, duh papa gak sabar deh pengen lihat kalian nikah!" ucap Topan.


Arka mengernyit heran, "Papa aneh banget sih! Aku sama Kanaya itu masih sekolah, yakali kita langsung nikah," ucapnya.


"Hahaha..."


Topan tertawa puas mendengar ucapan putranya, ia semakin tak sabar ingin menyegerakan pesta pernikahan putranya itu dengan Kanaya. Karena Topan yakin jika pasti Cahaya akan hadir nantinya dan ia bisa kembali bertemu dengannya, sungguh Topan amat menantikan momen tersebut agar ia dan Cahaya dapat bersenggama kembali.


Lalu setelahnya, Topan dan Arka pergi bersama-sama dari sekolah itu. Tampak sepanjang perjalanan, Topan selalu tersenyum dan membuat Arka benar-benar keheranan. Namun, Arka memilih diam dan tak banyak bertanya karena khawatir akan membuat papanya kesal. Akhirnya Arka hanya coba menebak di dalam pikirannya, meski ia tak bisa juga mencari tahu apa yang terjadi pada papanya.




Tak lama kemudian, Iqbal turut datang kesana dengan Cempaka ada di boncengannya. Sontak semua orang disana kompak terkejut melihatnya, mereka tak menyangka jika selama ini Iqbal menjalin hubungan dengan Cempaka. Padahal keduanya tidak pernah menunjukkan kemesraan atau apapun, sehingga membuat mereka keheranan.


"Hah Iqbal? Lo kok datang sama Cempaka? Emangnya kalian ada hubungan apa?" tanya Fajri penasaran dan terheran-heran.


Iqbal tersenyum seraya turun dari motor bersama gadisnya, tak lupa ia menggandeng tangan Cempaka untuk menunjukkan bahwa mereka memang menjalin hubungan. "Iya guys, gue sama Cempaka sebenarnya udah pacaran dari lama. Tapi, kita milih buat backstreet," ucap Iqbal.


"Wah wah wah, ternyata lu sialan juga ya Bal! Pantes lu sering kabur-kaburan dari markas, ternyata buat ketemu sama si Cempaka. Emang dasar biadab lu!" ucap Fajri geleng-geleng kepala.


"Hahaha, kacau lu bro! Tapi bagus deh, seenggaknya lu gak jomblo kayak si Fajri!" tutur Kunto.


"Heleh gue gak jomblo ye, gue punya cewek. Tuh si Rania kan cewek gue," elak Fajri.

__ADS_1


"Ya tapi mana? Mau kagak Rania lu ajak touring bareng kita? Kagak kan? Itu tandanya dia gak anggap lu bro, hahaha!!" ledek Kunto.


"Hahaha..."


Yang lainnya pun ikut tertawa puas melihat ekspresi Fajri saat ini, tapi kemudian Kanaya menghentikan mereka semua karena tidak ingin membuat suasana menjadi kurang menyenangkan bagi Fajri. Kanaya memang sudah mulai terbiasa dengan lingkungan geng motor, sebab menurutnya the flash dan Arka ini adalah kumpulan orang-orang yang asyik.


"Eh udah udah, jangan pada ngeledekin kak Fajri terus kayak gitu! Kasihan dia tahu jadi sedih, mending sekarang kita berangkat aja deh sebelum siang!" ucap Kanaya.


"Betul kata ayang bebeb gue, ayo kita jalan sekarang aja!" sahut Arka merangkul gadisnya.


"Halah modus aja lu, Ka!" cibir Seto.


"Biarin." Arka malah sengaja memeluk erat Kanaya di hadapan teman-temannya itu, lalu Seto serta yang lain pun ikut melakukan hal yang sama pada pasangan mereka masing-masing.


Ya terkecuali bagi Fajri dan Wahyu, kedua pria itu datang seorang diri tanpa membawa pasangan. Mereka memang belum memiliki kekasih, terutama Wahyu yang entah kenapa tidak ingin berpacaran karena takut sakit hati. Jujur Wahyu sempat menyukai Kanaya, tetapi ia senang kali ini karena melihat Kanaya bahagia bersama Arka.


"Gue seneng banget lihat kalian bahagia kayak gini, terutama lu Arka. Semoga kalian berdua langgeng terus deh sampai maut memisahkan!" gumam Wahyu di dalam hati.


Setelahnya, mereka semua bergerak menuju motor masing-masing. Arka tentunya akan membonceng Kanaya, tak lupa pria itu memasangkan helm di kepala gadisnya agar tak terjadi sesuatu saat dalam perjalanan nanti. Kanaya tampak tersenyum bahagia, seumur-umur baru kali ini ia akan melakukan touring bersama anggota geng motor. Padahal dari kecil Kanaya amat membenci geng motor, tapi kali ini semua itu berubah karena cintanya pada Arka.


...~Selesai~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


...•...


...•...


...HORE SELESAI, MAKASIH YA BUAT SEMUA YANG UDAH BACA DAN DUKUNG NOVEL INI...

__ADS_1


...♥️♥️♥️...


__ADS_2