Arkana

Arkana
Bab 30. Selalu memaksa


__ADS_3

Begitu waktu pulang sekolah tiba, Kanaya langsung membuka ponselnya dan memesan ojek lain dari sana sembari terduduk di lobi sekolah yang dingin karena terpasang AC itu. Kanaya hanya seorang diri, sebab tadi Cempaka mengatakan kalau dia akan diantar pulang oleh kekasihnya. Sejujurnya Kanaya penasaran siapa kekasih sahabatnya itu, apalagi Cempaka selalu terlihat menyembunyikan sosok kekasihnya itu dan seolah tidak ingin siapapun tahu.


Namun, Kanaya tak mau ambil pusing dan memilih mengiyakan saja ucapan Cempaka. Menurutnya, siapapun kekasih Cempaka tidak akan berpengaruh di dalam kehidupannya. Sehingga Kanaya tidak perlu penasaran dan terlalu ikut campur ke dalam urusan orang lain, ya karena Kanaya sadar kalau dirinya adalah orang baru di sekolah ini dan tidak seharusnya ia ingin tahu terlalu banyak.


Setelah menunggu cukup lama, gadis itu mulai tampak kesal lantaran ojek yang ia pesan ternyata membatalkan pesanannya dengan alasan ban motor yang dikendarainya kempes. Tentu saja Kanaya amat geram dibuatnya, hampir saja ia hendak membanting ponselnya jika tidak ingat kalau saat ini ia hanya memiliki satu ponsel dan tak akan bisa membeli ponsel lainnya.


Tak lama kemudian, Fathur justru datang dan menambah kekesalan di wajah Kanaya. Ya pria itu langsung duduk begitu saja di sebelah Kanaya sambil tersenyum menatapnya dari samping, tentu saja Kanaya merasa risih dibuatnya dan ingin segera mengusir Fathur dari sana karena ia memang tidak mau berdekatan dengan pria siapapun itu, apalagi dengan Fathur yang dikenal suka merayu.


"Halo nona manis! Lagi apa nih nona sendirian aja disini? Kenapa gak kasih kabar saya tadi? Tahu gitu kan saya sudah temani nona disini sejak awal," ucap Fathur terkekeh kecil.


Kanaya memutar bola matanya malas sembari menghela nafas, "Lo ngapain sih, Tur? Please, kali ini aja jangan gangguin gue! Gue tuh lagi kesel banget, ojek yang gue pesan malah cancel orderan gue!" ucapnya dengan ketus.


"Oh jadi itu yang membuat nona cantik ini kesal? Ah tenang saja nona, kan ada saya disini yang bisa mengantar nona kemanapun nona mau!" ujar Fathur.


"Hah? Enggak enggak, gue gak mau dianterin sama lu. Lagian emangnya lu bawa kendaraan apa? Pake sok-sokan mau nganterin gue segala, nanti gue malah diajak naik angkot lagi!" ucap Kanaya.


"Eh jangan salah nona! Begini begini, saya ini punya mobil mewah yang bisa bikin nona Kanaya ini nyaman sama saya," ucap Fathur tersenyum.


"Hadeh, seberapa mewahnya mobil lu tetap gak bikin gue nyaman sama lu! Udah sana lu pergi aja ah!" ucap Kanaya.


Tanpa diduga, Arkana justru datang kesana menghampiri keduanya. Pria itu langsung menyapa Kanaya dan berdiri tepat di dekatnya, sontak Kanaya terkejut melihat kehadiran Arka disana yang tampak begitu ceria. Gadis itu pun beranjak dari tempat duduknya, diikuti oleh Fathur yang juga tak suka dengan kehadiran Arka. Sebab Fathur merasa jika Arka hanya akan menyakiti Kanaya saja.


"Hai Nay! Lu kok masih disini sih, kenapa lu belum pulang?" ujar Arka sambil tersenyum.


"Eee gue lagi nunggu ojol, gak tahu nih belum dapat-dapat. Terus barusan juga gue dicancel sama tuh orang, gak jelas banget emang!" ucap Kanaya.

__ADS_1


"Ohh, yaudah bareng gue aja ya? Selain gratis, nyaman juga lagi," ucap Arka menawarkan diri.


Fathur yang tak terima langsung bergerak maju seolah berniat melindungi Kanaya, "Maaf nih kakak Arka, tapi saya gak mungkin biarin Kanaya bareng sama kakak. Soalnya yang saya tahu, kakak ini suka sekali menyakiti Kanaya," ucapnya.


Arka mendorong tubuh Fathur dengan mudahnya sampai nyaris terjatuh, "Lo gausah ikut campur! Emang lu siapanya Kanaya berani larang-larang gue buat antar dia, ha?" ucapnya menggeram kesal.


"Saya memang bukan siapa-siapa, tapi saya akan menjadi kekasih dari nona Kanaya!" ucap Fathur.


"Hah? Gila lo ya? Siapa yang mau jadi pacar lu coba?" sela Kanaya menatap jengah.


Arka terkekeh sembari menatap Fathur, "Hahaha, mimpi aja lu kribo! Mending lu kejar-kejar cewek lain aja sana, Kanaya tuh ketinggian buat lu!" ucapnya dengan nada meledek.


Fathur hanya bisa diam dan tak mampu berkata apa-apa lagi, sedangkan Kanaya menghela nafasnya lalu melangkah pergi begitu saja. Sontak Arka yang melihat itu bergegas mengejarnya, tentunya Arka tak mau kehilangan Kanaya karena kali ini ia harus membawa gadis itu bersamanya.




Suara teriakan Arka itu mengagetkan Kanaya, ditambah tangannya juga ditarik dari belakang dan digenggam erat olehnya. Kanaya pun terpaksa menghentikan langkahnya, ia berbalik badan menatap wajah Arka yang sudah berada tepat di dekatnya. Arka pun tersenyum senang, karena dia berhasil mengejar Kanaya kali ini.


Nafas pria itu tampak terengah-engah, tentunya karena tadi ia harus berlari demi bisa mengejar Kanaya yang sudah berjalan ke luar sekolah. Kanaya pun terdiam saja memperhatikan Arka yang masih mengambil nafas, gadis itu tak protes saat tangannya digenggam oleh Arka kali ini. Padahal sebelumnya Kanaya selalu protes dan seringkali melepas paksa genggaman tangan pria itu darinya.


"Lo ngapain ngejar-ngejar gue? Gue tuh pengen balik, harusnya lu disana aja sama Fathur tadi!" ucap Kanaya terheran-heran.


"Nay, gue mau lu pulang sama gue. Ayolah, ikut sama gue ya Naya!" ucap Arka memaksa.

__ADS_1


Kanaya menggeleng, "Gak mau, gue pengen naik taksi aja. Lepasin tangan gue, tolong jangan maksa ya!" ucapnya pelan.


"Enggak, gue gak akan lepasin lu sebelum lu mau pulang bareng sama gue!" tegas Arka.


"Kenapa sih lu selalu maksa gue? Gue tuh gak mau bareng sama lu, nanti yang ada lu bawa gue ke tempat gak jelas itu lagi!" ucap Kanaya.


"Gue janji sama lu, kali ini gue beneran antar lu sampai ke kostan lu kok! Please Nay, izinin gue buat antar lu ya!" bujuk Arka.


"Buat apa lu maksa banget pengen antar gue? Emangnya lu mau ngapain coba? Jangan bilang kalau lu pengen macam-macam sama gue!" ucap Kanaya curiga.


Arka tersenyum dibuatnya, "Haha, kepedean banget sih lu. Ngapain juga gue macam-macam sama cewek galak kayak lu?" ujarnya menggoda.


"Sembarangan ngatain gue galak, masih mending gue galak daripada lu suka menindas orang-orang yang lemah!" cibir Kanaya.


Arka pun mencubit hidung Kanaya karena gemas, "Heh dengar ya! Gue begitu itu tuh karena gue punya kekuasaan, jadi gue mau semua orang di sekolah ini tunduk dan patuh sama gue!" ucapnya.


"Tetap aja itu tindakan yang gak dibenarkan, lu marah sama Zee karena udah bully gue, tapi lu sendiri masih bully orang lain," ucap Kanaya.


Deg!


Arka seperti merasa tertusuk mendengar kata-kata Kanaya barusan, ia tak mampu berbuat apa-apa atau membalas perkataan gadis itu. Sedangkan Kanaya langsung menarik tangannya lepas dari genggaman Arka, namun baru saja Kanaya hendak pergi menuju jalan raya tiba-tiba Arka langsung kembali mencekal lengannya dan menahan gadis itu. Tak ingin Kanaya lepas lagi, Arka sampai memeluk erat tubuh Kanaya dari belakang seolah tak ingin melepasnya.


"Lo gak bisa kemana-mana sekarang, lu harus bareng gue pokoknya!" ucap Arka tepat di dekat telinga gadis itu.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2