
Setelah kejadian kemarin yang mana Zee serta Gloria meminta maaf dengan cara mencium kaki Kanaya, saat ini Kanaya merasa lebih tenang dan senang karena semuanya sudah selesai. Kanaya pun bisa kembali bersekolah dengan perasaan nyaman tanpa perlu khawatir akan gangguan mereka lagi, ya kemarin juga dua gadis itu sudah berjanji untuk tidak akan mengganggu Kanaya atau melukainya lagi.
Kanaya kini keluar dari kostnya dengan seragam sekolah serta jaket yang dikenakan menutupi tubuhnya itu, tak lupa Kanaya menutup pintu pagar sebelum kembali berjalan menunggu ojek online yang sudah ia pesan. Namun, tanpa diduga justru mobil Arka tiba di depannya dan berhenti saat itu juga. Sontak Kanaya terkejut, apalagi ketika Arka turun dari sana lalu melangkah menghampirinya.
"Hai Nay! Pas banget lu udah rapih, berarti gue tepat waktu dong ya!" ujar Arka tersenyum lebar.
Terlihat Kanaya langsung mengernyitkan dahinya, ia sungguh heran untuk apa Arkana datang ke tempatnya sepagi ini. Gadis itu juga tak mengerti mengapa belakangan ini Arka selalu saja mencoba untuk mendekatinya, padahal sudah berulang kali ia mengatakan pada pria itu agar menjauh dan jangan terus mengganggunya karena ia merasa risih.
"Maksud lu tepat waktu apaan? Emang ngapain sih lu ke tempat gue pagi-pagi gini? Mau ngapain lu?" tanya Kanaya dengan nada ketus.
"Aduh, jangan galak-galak gitu dong Kanaya! Jadi cewek itu harus lembut tau," pinta Arka.
"Gimana bisa gue lembut sama cowok kayak lu? Lu aja udah seringkali bikin gue sakit kok, mending sekarang lu pergi deh dari depan gue sebelum gue makin emosi sama lu!" ucap Kanaya.
"Loh loh, masa gue diusir sih dari sini? Ayolah Naya, gue cuma pengen ajak lu berangkat bareng kok!" ucap Arka memelas.
"Gue gak mau!" ucap Kanaya sinis.
"Please Nay, kali ini aja! Gue janji deh sama lu, gue gak bakal bikin lu kecewa lagi! Gue beneran anterin lu sampe sekolah deh, mau ya!" bujuk Arka.
"Gak bisa Arka, gue dah pesen ojek online nih. Bentar lagi juga orangnya datang, lagian gue lebih suka naik ojek daripada bareng sama lu ke sekolahnya!" ucap Kanaya tetap kekeuh menolak.
Arka menghela nafasnya kasar, "Hadeh, susah amat ya bujuk lu? Yaudah, gimana kalau gue kasih uang buat lu supaya lu mau bareng gue?" ucapnya.
__ADS_1
Kanaya menggeleng dengan cepat, "Ogah, gue tetep gak mau! Lu kata gue cewek apaan yang mau dibayar kayak gitu? Gak semua bisa didapat dengan uang ya Arka, camkan itu!" ucapnya tegas.
"Terus lu maunya apaan, Nay?" tanya Arka bingung.
"Gue mau lu pergi sekarang, gausah maksa-maksa gue buat ikut sama lu! Simpel kan? Udah deh sana, jangan harap gue mau bareng lu!" ketus Kanaya.
Gadis itu terus melangkah menjauh dari Arka karena ia masih tidak senang dengan sikap Arka yang suka merundung orang lemah, selain itu Arka juga merupakan anggota geng motor liar di jalanan dan Kanaya sungguh tidak menyukai itu. Apalagi Kanaya ingat betul kalau anak geng motor lah yang sudah membuat ibunya meninggal, bahkan juga menjadi penyebab kecelakaan yang dialami dirinya dan sang ayah beberapa tahun silam.
Namun, Arka yang tak ingin Kanaya pergi kembali kekeuh menahan gadis itu dengan menutup jalannya menggunakan tubuhnya. Arka juga merentangkan tangan seolah menghadang Kanaya agar tidak pergi dari sana, tentu saja gadis itu merasa kesal dan terus berusaha melewati Arka tetapi sulit. Arka memang tidak bisa dibantah, apa yang diinginkan olehnya harus selalu terwujud. Seperti sekarang ini saat ia menginginkan Kanaya pergi bersamanya.
"Lo gak akan bisa kemana-mana, Nay. Gue bakal terus berdiri disini buat halangi lu, sampai lu mau pergi sama gue!" ucap Arka tegas.
"Ka, gue dah pesan ojek. Gue gak bisa juga bareng ke sekolah sama lu," ucap Kanaya.
"Gue gak panik, gue cuma bilang kalau gue udah pesan ojek online. Mana mungkin gue cancel ojeknya coba?" ucap Kanaya.
"Kenapa sih emang kalau dicancel? Sini deh hp lu, biar gue yang cancel kalo lu gak berani!" ucap Arka meminta ponsel gadis itu.
Kanaya menggeleng, "Gausah, gue lebih pilih naik ojek online daripada sama lu. Udah ah jangan gangguin gue!" ucapnya tegas.
Tin Tin Tin...
Tiba-tiba saja, suara klakson motor membuat kedua orang itu terkejut. Ya mereka menoleh secara bersamaan dan menemukan sebuah motor berhenti tepat di dekat mereka, rupanya itu adalah ojek online yang dipesan oleh Kanaya. Sontak Arka merasa jengkel, ia tak membiarkan Kanaya pergi begitu saja dan tetap memegangi lengan gadis itu dengan kuat.
__ADS_1
"Ih lepas, itu ojek gue udah sampe! Lo jangan bikin gue makin kesal deh!" ucap Kanaya berontak.
"Ntar dulu Nay, gue mau bicara sama ojek lu itu. Lu tunggu disini, jangan kemana-mana sampai gue selesai ngobrol sama dia!" ucap Arka tegas.
Kanaya menurut saja, ia terdiam di tempatnya memperhatikan Arkana yang terlihat menemui sosok tukang ojek di depan sana. Sebenarnya Kanaya ingin langsung bergerak pergi, tapi ia merasa itu akan sia-sia saja karena pasti Arka tidak mungkin membiarkan dirinya pergi. Tampak Arka kini sudah berada di dekat si tukang ojek, mereka seperti tengah membicarakan sesuatu disana.
Tak lama kemudian, Kanaya mengernyit kaget saat melihat Arka menyodorkan sejumlah uang pada si tukang ojek. Sontak Kanaya terkejut dengan hal tersebut, apalagi tukang ojek itu langsung pergi begitu Arka memberikan uang padanya. Lalu, Arka kembali berbalik menatap Kanaya dan tersenyum menatapnya sambil melangkah menghampirinya.
"Lo bayar tuh tukang ojek buat pergi dari sini? Terus gue gimana, Ka? Gue ke sekolah naik apa coba? Ah lu mah ada-ada aja deh!" kesal Kanaya.
"Gue ada-ada aja gimana maksudnya? Gue usir tuh tukang ojek biar dia gak ganggu kita, kan gue maunya lu bareng sama gue. Jadi, sekarang lu gak punya pilihan lain lagi deh selain bareng sama gue!" ucap Arka terkekeh.
"Dasar licik lu! Gue tetep gak mau bareng sama lu, gue masih bisa naik angkot!" tegas Kanaya.
"Haha, angkot? Yakin lu mau naik angkot di jakarta? Ini jam-jam nya macet loh, yang ada lu bisa terlambat masuk sekolah. Terus juga di angkot itu desek-desekan, nanti lu kebauan," ucap Arka.
"Ah yaudah deh, terpaksa gue mau bareng sama lu karena gak ada pilihan lain. Biar kita cepat juga sampai di sekolah, udah ayo!" kesal Kanaya.
"Yes!" Arka reflek berteriak keras sangking bahagianya karena Kanaya mau pergi bersamanya, sedangkan reaksi Kanaya hanya mendengus kesal.
Akhirnya mereka berdua masuk ke dalam mobil pria tersebut, Arka tak lupa membantu membukakan pintu mobil agar Kanaya bisa lebih leluasa masuk dan duduk dengan nyaman. Setelah itu, barulah Arka bergegas melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang meninggalkan kost Kanaya menuju sekolah tempat mereka belajar.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...