
Setelah mendapat informasi dari Mawar serta Indah, kini Cempaka bersama Topan bergegas pergi menuju toilet sekolah untuk memeriksa kondisi Kanaya disana. Mereka juga masih ditemani oleh kedua gadis itu, karena nanti Topan akan memberi hukuman pada mereka jika terbukti telah mendorong Cempaka dan terlibat dalam bullying yang dilakukan Zee serta Gloria terhadap Kanaya di toilet itu.
Sesampainya disana, betapa kagetnya Cempaka saat ia melihat sahabatnya tengah terduduk menyender di lantai kamar mandi dalam kondisi tak sadarkan diri dan tubuh basah kuyup disertai luka pada keningnya. Sontak saja Cempaka bergegas menghampiri Kanaya dengan wajah panik, ia tak menyangka Zee bisa sampai sekejam itu melakukan ini semua kepada Kanaya tanpa perasaan.
"Kanaya! Nay, bangun Nay! Bangun!" Cempaka berteriak histeris sembari berusaha membangunkan sohibnya yang pingsan itu.
Topan pun ikut terkejut dibuatnya, ternyata sahabat yang dimaksud Cempaka tadi adalah Kanaya. Tentu saja Topan tak terima, sebab ia tahu kalau Kanaya juga merupakan sahabat Wahyu dan Arkana, putranya. Ia turut mendekati Cempaka yang sedang menangis panik di samping tubuh Kanaya, ia berusaha menenangkan Cempaka sekaligus menolong Kanaya yang terluka.
"Cempaka, sudah kamu tidak usah sedih begitu! Ayo lebih baik kita bawa Kanaya ke UKS, biar dia bisa segera diobati dokter! Kasihan sepertinya dia kedinginan, apalagi luka di keningnya itu terlihat cukup parah!" ucap Topan.
"Iya pak, tolong selamatkan sahabat saya ya pak! Saya gak mau dia kenapa-napa pak!" pinta Cempaka.
"Ya Cempaka, itu pasti akan saya lakukan. Sekarang biar saya yang bawa Kanaya, kamu tolong ambil dan bawa seragam dia yang basah itu ya!" ucap Topan memerintah.
Cempaka mengangguk paham, "Baik pak, terimakasih!" ucapnya pelan.
Tanpa basa-basi lagi, Topan langsung membungkuk dan menggendong tubuh Kanaya secara hati-hati agar tidak melukainya. Pria itu juga bergegas membawa pergi Kanaya dari toilet menuju UKS, tanpa memperdulikan Mawar serta Indah lagi. Sedangkan Cempaka mengambil seragam milik Kanaya dan membawanya, namun lagi-lagi ia dihadang oleh Mawar dan Indah yang masih berdiri di depan toilet dan menatap mereka dengan tajam. Sepertinya dua gadis itu masih merasa kesal padanya.
"Lo pikir lu bisa pergi gitu aja sekarang? Tadi lu udah aduin kita di depan pak Topan, jadi lu gak akan bisa kemana-mana!" ucap Mawar.
"Iya tuh, kita gak terima sama apa yang udah lu lakuin tadi!" sahut Indah.
"Hah? Terus menurut kalian, gue terima gitu sama perlakuan kak Zee ke Kanaya? Jelas enggak, dan gue bakal usut semuanya!" tegas Cempaka.
"Kurang ajar banget lu ya!" Mawar yang emosi tampak mengangkat tangannya seolah hendak menampar wajah Cempaka dengan keras.
Namun, tanpa diduga tangan Mawar ditahan oleh seseorang dari belakang dengan kuat. Gadis itu pun terkejut dibuatnya, ia langsung menoleh dan menemukan sosok lelaki yang tak lain ialah Iqbal, alias sahabat dari Arkana. Tampak Iqbal begitu geram pada Mawar dan Indah, karena dua gadis itu benar-benar kejam.
"Iqbal, lu ngapain sih? Lepasin tangan gue, gausah ikut campur urusan kita deh!" sentak Mawar.
"Gue bakal ikut campur, kalau urusannya menyangkut Cempaka. Jadi, lu jangan pernah berani macam-macam sama dia!" ucap Iqbal.
__ADS_1
Mawar tidak dapat melakukan apa-apa kali ini, sebab tangannya masih dicengkeram kuat oleh Iqbal yang seolah tak ingin melepaskannya. Sorot mata lelaki itu benar-benar menunjukkan betapa emosi dirinya kepada Mawar, tetapi kemudian Iqbal mengurangi cengkeramannya dan membuat Mawar berhasil melepaskan diri.
"Udah yuk cabut!" Mawar langsung mengajak Indah untuk pergi dari sana meninggalkan mereka.
Sementara Iqbal tampak menghampiri Cempaka dan tersenyum ke arahnya, pria itu perlahan menyentuh wajah sang gadis yang terlihat sangat senang dengan kehadirannya disana. Ya Cempaka dan Iqbal memang menjalin hubungan spesial sejak lama, mereka berdua sudah berpacaran tanpa sepengetahuan Arka atau siapapun.
"Sayang, kamu gapapa kan? Lain kali kalau mereka apa-apain kamu lagi, kamu telpon aja aku ya!" ucap Iqbal dengan lembut.
Cempaka tersenyum dibuatnya, "Iya sayang, eh udah ya aku harus cepat-cepat ke UKS nih? Lagian aku juga gapapa kok, sekali makasih ya udah tolongin aku?" ucapnya.
"Sama-sama sayang, omong-omong kamu ngapain mau ke UKS? Emangnya kamu ada yang luka atau lagi sakit?" heran Iqbal.
"Eee..."
Cempaka pun menceritakan semuanya pada Iqbal, tetapi sambil menutupi sikunya agar pria itu tidak melihat luka yang ada disana. Cempaka tentu tak mau jika kekasihnya tahu dirinya terluka, karena pasti Iqbal akan sangat marah pada Mawar serta Indah dan bisa saja melakukan hal yang buruk.
•
•
Kanaya mencoba bangkit untuk mencari seseorang, namun rasa sakit di kepalanya muncul kembali dan membuatnya kesulitan untuk bisa beranjak dari posisinya. Akhirnya Kanaya kembali tergeletak di atas ranjang, ia pasrah meski ia sangat penasaran siapa yang sudah menolongnya tadi.
Tak lama kemudian, Cempaka yang baru kembali dari toilet cukup kaget melihat sahabatnya sudah tersadar disana. Padahal sebelumnya Kanaya masih memejamkan mata, tentu saja Cempaka segera menghampiri Kanaya dengan perasaan senang dan bahagia karena gadis itu sudah sadar.
"Eh Kanaya, lu udah sadar? Syukurlah, gue daritadi khawatir banget tau sama lu! Soalnya kata dokter, tadi kondisi lu sempat drop parah," ujar Cempaka.
Kanaya tersenyum tipis menatap Cempaka di sebelahnya, "Oh, jadi lu yang bawa gue kesini? Thanks ya Cempaka, gue beruntung deh bisa punya teman kayak lu!" ucapnya bahagia.
"Sama-sama, Naya. Lagian gue juga gak sendiri kok, tadi gue dibantu sama pak Topan," ucap Cempaka.
Kanaya sontak mengernyitkan dahinya, "Pak Topan? Terus, dia dimana sekarang? Gue mau ketemu dong sama dia, gue pengen bilang makasih tau karena dia udah tolongin gue," ucapnya.
__ADS_1
"Iya iya, udah lu sabar dulu ya jangan banyak gerak! Tubuh lu ini masih lemas tau, mending lu istirahat aja dulu disini!" ucap Cempaka khawatir.
"Hm, tapi gue pengen ketemu pak Topan. Gue harus bilang makasih sama dia, karena kata ayah kalau ada yang tolongin kita, kita tuh gak boleh sampai lupa buat bilang makasih!" ucap Kanaya.
"Iya yang dibilang ayah lu benar, tapi sekarang kan kondisi lu belum memungkinkan untuk pergi dari sini. Jadi, udah ya lu nurut aja dan jangan maksa buat temuin pak Topan!" ucap Cempaka.
"Huft, oke deh!" ucap Kanaya pasrah.
Akhirnya Kanaya mengurungkan niatnya untuk menemui Topan, sebab ia memang merasakan kalau kondisinya saat ini belum pulih benar. Lagipun, Cempaka pastinya tidak akan membiarkan Kanaya pergi begitu saja dari sana. Maka dari itu, Kanaya memilih kembali merebahkan tubuhnya dan bersantai di atas ranjang UKS yang dingin itu.
"KANAYA!!"
Tiba-tiba saja, keduanya dikejutkan dengan suara teriakan seorang laki-laki dari arah luar. Sontak mereka menatap secara bersamaan ke asal suara tersebut untuk memastikan siapa yang datang, dan saat itu juga mereka langsung terkejut, bahkan mata dua gadis itu kompak melotot lebar karena tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Ya laki-laki yang berteriak barusan adalah Arka, dia kini mendekat ke arah Kanaya dan menggeser tubuh Cempaka begitu saja karena panik. Arka juga sedikit membungkuk demi bisa lebih dekat dengan Kanaya, pria itu menatap wajah serta seluruh tubuh Kanaya dan tampak begitu mencemaskannya. Sedangkan gadis itu sendiri malah terdiam kebingungan.
"Kanaya, lu gapapa kan? Kenapa kondisi lu bisa begini? Duh, terus ini kepala lu kok diperban begini sih? Ada apa?" tanya Arka begitu geger.
"Eee ehem ehem, lu kenapa panik banget kayak gitu sama gue?" ucap Kanaya sambil tersenyum.
"Hah??" seketika Arka baru sadar kalau dirinya terlalu lebay tadi, ia pun menjauh dan wajahnya mulai memerah akibat kelakuannya sendir.
"Cie cie, ada yang khawatir banget nih sama Kanaya. Jangan-jangan lu suka ya kak sama si Kanaya?" ucap Cempaka ikut meledeknya.
Deg!
Arka pun menatap wajah Cempaka dan Kanaya secara bergantian, ia tak menyangka bisa melakukan semua itu tadi tanpa kesadarannya. Sungguh Arka merasa sangat malu kali ini, karena ia sudah menjadi bahan ledekan dari Cempaka maupun Kanaya. Sontak pria itu jadi salah tingkah, rasanya ia ingin segera pergi saja dari tempat tersebut.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1