Arkana

Arkana
Bab 20. Menikmati momen


__ADS_3

Mobil Arka tiba di dekat sebuah danau yang indah dan tenang, tapi jangan disangka tak ada buayanya. Ya tempat itu memang menjadi tempat favorit bagi Arka sejak ia masih berhubungan dengan mantan kekasihnya dulu, namun belakangan ini ia sudah jarang datang kesana karena tidak ada yang bisa diajaknya lagi. Dan kali ini Arka kembali bersama Kanaya, sosok gadis yang justru sangat ia benci dan sudah menjadi tawanan hidupnya itu.


Kanaya pun langsung terpukau dengan tempat tersebut begitu turun dari mobil, ia sampai tidak bisa mengalihkan pandangan karena terpesona pada pemandangan yang ada di depannya saat ini. Ia memang sudah sering melihat danau semasa di tempat tinggalnya dulu, namun belum ada yang seindah ini dan bisa dibilang ini adalah kali pertama Kanaya datang ke tempat wisata danau.


"Arka, lu ngapain bawa gue kesini? Gue lihat-lihat ini tempat cocoknya buat orang-orang yang pacaran deh, tuh lihat aja banyak banget yang pada bawa pasangannya kesini!" ucap Kanaya.


Arka menyunggingkan senyum sembari berdiri di dekat gadis itu, "Iya emang, makanya gue ajak lu kesini. Kalau gue pergi sendiri, yang ada gue cuma bisa lihatin orang-orang pacaran. Bisa-bisa gue muntah deh nanti," ucapnya santai.


"Apa? Terus kenapa lu harus bawa gue? Gue kan bukan pacar lu kali," heran Kanaya.


"Ya iya gue juga tahu, siapa yang bilang coba kalau lu itu pacar gue? Lagian kepedean banget sih lu, gue gak mau kali punya pacar galak kayak lu! Lu itu pantasnya jadi penghibur the flash," cibir Arka.


Plaaakk


Satu tamparan kembali dilayangkan Kanaya pada pipi Arka, membuat sang empu meringis seraya memegangi pipinya dan menoleh ke samping. Tentu saja rasanya tetap sakit, meski Kanaya tak mengeluarkan tenaga sepenuhnya karena ia masih memiliki rasa malu berada di tempat umum seperti ini dan ada banyak orang yang melihatnya.


"Lo songong banget ya kalo ngomong! Mikir dulu kek gitu sebelum bicara, dasar cowok nyebelin!" sentak Kanaya.


"Yeh kok lu nampar gue? Masih untung gue cuma jadiin lu penghibur the flash, kalau gue suruh lu puasin mereka satu-satu gimana? Sanggup lu, ha?" ucap Arka.


"Cukup ya Arka, gue bukan cewek model begitu! Lu jangan rendahin gue terus dong!" pinta Kanaya.


"Iya iya okay, gue minta maaf sama lu. Yaudah, ayo kita masuk ke dalam! Disana itu indah banget loh pemandangannya," ucap Arka lembut.


"Enggak ah, mendingan gue pulang daripada direndahin mulu sama lu disini," ujar Kanaya.


"Kanaya tunggu!" dengan cepat Arka menahan lengan gadis itu dan memintanya tetap disana.

__ADS_1


Kanaya pun menghela nafasnya dan kembali menatap wajah Arka dengan lirikan tajam, jujur saja gadis itu masih emosi lantaran perkataan Arka yang dianggap sangat merendahkannya. Namun, untuk kali ini Kanaya tidak mungkin bisa pergi begitu saja dari sana, sebab Arka pasti akan selalu menahannya.


"Lo mau apa sih sebenarnya dari gue? Gak cukup lu udah ngerendahin gue kayak tadi? Apa jangan-jangan lu itu emang pengen gue menderita, iya?" tanya Kanaya dengan nada kesal.


"Gak kok, kata siapa gue begitu? Dibilang gue cuma minta ditemenin, soalnya gue gak tahu harus bawa siapa lagi kesini," jawab Arka santai.


"Bohong!" sentak Kanaya penuh emosi.


Arka bergerak maju sembari menggenggam tangan gadis itu dan menatapnya serius, "Kali ini gue gak bohong, gue pengen ajak lu jalan-jalan. Untuk sehari ini aja deh kita damai, okay?" ucapnya.


"Hah?" Kanaya melongok kaget karena itu.


Kemudian, tiba-tiba saja Arkana menggandeng tangannya dan membawanya masuk menuju area danau tersebut. Meski sudah berontak sekuat tenaga, akhirnya Kanaya pasrah karena tidak bisa melepaskan diri dari genggaman pria itu. Kanaya pun terpaksa mengikuti kemauan Arka lagi, tentunya sambil ia berdoa untuk keselamatan dirinya.




Di luar dugaan, Arka mengecup puncak kepala Kanaya saat mereka sedang duduk berdua di pinggir danau yang indah. Kebetulan Kanaya juga berada dalam dekapan Arka saat ini, entah sengaja atau tidak tanpa aba-aba justru pria itu malah melakukannya dan membuat Kanaya terkejut.


Sontak Kanaya mengarahkan dua bola matanya ke wajah si pria, ia masih tak percaya kalau baru saja ia dicium oleh seorang badboy seperti Arka yang justru sangat ia benci sampai sekarang. Sedangkan Arka tampak santai saja seolah tidak ada yang terjadi, ya pria itu masih fokus menatap danau dengan terus merapatkan rangkulannya pada Kanaya.


"Eh, maksud lu apa cium-cium gue barusan? Mau curi-curi kesempatan ya?" tegur Kanaya.


"Hm?" pria itu hanya berdehem pelan, menatap wajah gadisnya di sebelah sembari mengerutkan kedua alisnya.


"Ih malah pura-pura bego, jawab pertanyaan gue barusan!" sentak Kanaya.

__ADS_1


"Apa sih Naya? Lo bisa gak sih sehari aja bersikap lembut gitu sama gue? Kalau lu kalem, gue yakin banyak cowok naksir sama lu!" ujar Arka seraya mengusap punggung dan rambut gadis itu.


"Gue gak perduli, intinya yang gue tanya itu kenapa lu cium gue tadi! Emang lu kira gue ini cewek gampangan apa?" kesal Kanaya.


"Yah elah, dicium kepalanya aja semarah itu. Gimana kalau gue cium tuh bibir lu? Mungkin lu bisa ngamuk ngamuk kali ya disini, terus rusakin semua barang yang ada disini," ujar Arka sambil terkekeh sedikit.


Kanaya menggeleng heran, "Lo tuh kenapa sih? Sebenarnya lu anggap gue apa?" tanyanya.


"Gue? Ya udah jelas lah, gue anggap lu cewek penghibur the flash. Masa lu masih tanya aja soal itu sih? Oh atau lu ngarep kalau gue anggap lu pacar gitu?" goda Arka.


"Dih dasar cowok kepedean!" Kanaya mendorong tubuh Arka dan bergerak menjauhinya, tapi Arka kembali menghampirinya sambil tersenyum.


"Mau kemana sih Naya? Lu gak mungkin bisa jauh-jauh dari gue, karena gue bakal bikin lu kecanduan sama gue!" ucap Arka yang kembali merangkul gadis itu.


"Dasar gila! Emangnya lu narkoba yang bisa bikin kecanduan? Gue itu gak akan pernah suka sama lu, camkan itu!" geram Kanaya.


"Ya gue tahu," singkat Arka.


Kanaya berusaha menyingkirkan tangan pria itu dari tubuhnya, akan tetapi Arka tidak semudah itu dikalahkan karena dia memiliki kekuatan yang lebih besar tentunya. Bahkan Arka malah merapatkan tubuh keduanya sambil terus mengusap lembut, seolah mengajak Kanaya menikmati semua yang ada di depan matanya saat ini.


"Lo lihat tuh, sunset bentar lagi muncul dan lu gak boleh kehilangan momen yang indah ini! Tolong emosi lu ditahan dulu ya!" ucap Arka.


Kanaya hanya diam memandang wajah Arka yang terlihat begitu menikmati momen matahari terbenam tersebut, entah mengapa ia merasa bahwa ada yang tengah disembunyikan pria itu darinya. Tampaknya kehidupan Arka tak seindah yang ia bayangkan selama ini, mungkinkah pria itu memang menyimpan kesakitan yang amat dalam?


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2