Ayah Anakku Kakak Kekasihku

Ayah Anakku Kakak Kekasihku
Bab 31


__ADS_3

Hari ini, Sabrina mendapat panggilan interview, sehingga sejak pagi ia sudah mempersiapkan diri, karena ia akan langsung datang kekantor dimana ia melamar pekerjaan.


Sabrina kembali menitipkan Kaila pada Ananta.


Dengan berpakaian kemeja lengan panjang berwarna putih, dengan rok warna hitam setinggi lutut, Sabrina mempunyai daya tarik tersendiri, sangat cantik dan menawan.


Ia berangkat dengan pak Hardi, karena memang ia sengaja berangkat cepat agar tidak terjebak macet.


Persis dihalaman kantor yang ditujunya, ia melihat sosok laki-laki yang begitu dia kenal, sosok laki-laki yang begitu amat dirindukannya, tak lain adalah Prasetya.


Pak Hardi, kembali melihat pada Sabrina melalui kaca, dengan rasa penasaran, ia bertanya untuk kesekian kalinya pada Sabrina, tapi karena keasyikan melamun Sabrina tak mendengar pertanyaannya.


"Bri, kamu kenapa sih?" tanya pak hardi lagi.


Tut, tut, tut ....


Pak Hardi membunyikan klaksonnya, membuat orang orang disekitar menatap kearahnya, sontak Sabrina pun ikut tersentak.


"Kenapa?"


"Habis, aku tak tahu lagi caranya memanggil kamu, sejak tadi bengong ... aja."


"Maaf!"


"Lagi lihatin siapa sih?"


"Tidak ada, aku jalan dulu ya, Mas!"


Sabrina keluar dari taksi itu, ia berjalan dengan gemulai, menambah keanggunan nya, dengan langkah santai, Sabrina memasuki kawasan perkantoran elit, dari sebuah perusahaan elit, dan Sabrina merasa bangga mendapat panggilan interview disana, apalagi jika sampai bisa menjadi salah satu karyawannya, meski karyawan biasa sekaligus.


Bruk, Sabrina menabrak seseorang, semua peralatan yang dibawanya terjatuh dilantai, dengan segera di ambilnya, begitu pula orang yang di tabrak nya.


Keduanya sama sama berdiri dan menatap, dan sama terkejut pula.


"Kau!" Sabrina mundur refleks, menyaksikan orang yang kini ada dihadapannya. Ia tak mengeluarkan suara apapun, selain hanya terpaku saking tak percaya.


"Mas ...." Desisnya.


Laki-laki itu adalah Prasetya.


"Untuk apa kau disini, oh ... untuk menjebak pria kaya lain, tepat, dia memang suka yang bening bening kayak mau."


Sabrina terdiam, sungguh diluar dugaannya, Prasetya akan mengatakan semua itu padanya.


"Aku mendapatkan panggilan interview disini!" katanya tanpa diminta penjelasan oleh Prasetya.


"Bukan urusanku, terserah!"


Prasetya meninggalkan Sabrina begitu saja, sedang Sabrina masih termangu, ia hampir saja tak bisa menahan air matanya yang hampir saja terjatuh.


Dengan semangat yang tersisa, ia kembali melanjutkan langkahnya, menuju ruang interview.


Banyak calon karyawan yang ada disana, perusahaan itu memang sedang membutuhkan karyawan baru, karena baru membuka cabang.


Singkat cerita, tibalah giliran Sabrina menuju ruangan tempat interview tersebut, ia melangkah penuh percaya diri.


Sesampainya didalam, sepasang mata menatapnya tajam, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki.

__ADS_1


Sepertinya laki laki yang saat ini ada dihadapannya adalah pimpinan perusahaan.


"Kamu diterima!" ucap laki laki itu sebelum melakukan interview sedikitpun. Otomatis membuat Sabrina bingung.


"Kan Bapak belum interview saya, kok?" laki-laki itu tersenyum genit.


Sabrina menatap sekeliling, iapun melihat gelagat tidak baik dari seorang laki-laki lainnya, Sabrina ketakutan, tanpa sadar ia berkata.


"Tidak, aku tidak bisa menerima ini, aku belum melakukan syarat apapun, tapi anda telah menerima saya, permisi!"


Sabrina keluar, ia meninggalkan tempat itu, tanpa diduga, orang yang seperti bos itu justru merasa tertantang untuk mendapatkan karyawan seperti Sabrina.


Sabrina terus berjalan, menyusuri ruang demi ruang, tetapi setelah menyadari ada yang mengikuti nya, ia melepaskan sandal tinggi tumitnya, kemudian berlari.


Laki-laki yang mengikuti nya berjumlah dua orang, yang kini juga berlari mengejarnya. Malang, ia tak menemukan kendaraan yang melintas, keadaan seperti nya sepi, tak berpihak padanya.


Sabrina hanya melihat satu mobil mewah yang terparkir tak jauh disebrang jalan, tanpa pikir panjang, ia terus berlari menuju mobil itu, kemudian menggedor-gedor pintunya, setelah menyadari ada orang didalamnya.


"Tolong ... tolong aku!" teriak Sabrina. Tampak seorang pemuda membuka kaca mobil, dan ia melihat dua orang sedang mengejarnya, segera pula tanpa berpikir panjang, membuka pintu itu dan menarik Sabrina begitu saja, menyadari dua orang itu sudah sangat dekat.


"Ayo masuklah!" Sabrina menubruk pemuda itu, karena tarikannya. Kaki Sabrina masih ada diluar, ia saat ini dalam posisi tengkurap, dengan bantuan pemuda itu, akhirnya ia bisa masuk dengan sempurna sebelum pengejar itu sampai, kemudian pemuda itu segera membawanya melaju jauh dari tempat itu.


Menyadari pengejarannya tidak berhasil, mereka akhirnya memutuskan untuk memperlambat laju mobilnya.


Sementara itu, didalam mobil, Sabrina meringis kesakitan, ia memegangi perutnya, pemuda itu menatapnya, dan merasa sudah aman, iapun menghentikan mobilnya.


"Ada apa, ada yang sakit?"


"Perut aku sakit, aduh ... sangat sakit."


"Apa karena terantuk tadi?"


"Apa perlu kerumah sakit?"


"Tidak, tidak usah ... aku turun disini saja, terimakasih sudah menolong aku."


"Oh ... tidak tidak, kau kesakitan, jangan turun, aku akan mengantarmu kerumah sakit."


"Tapi ...."


"Sudahlah, jangan sungkan, aku tak apa apa!"


"Sekali lagi, terimakasih!"


"Sama sama."


Mobil itu akhirnya berputar arah, menuju rumah sakit yang terdekat, mengetahui Sabrina kian meringis kesakitan.


Sampai didepan rumah sakit, Sabrina sudah tak kuat lagi untuk berdiri, sehingga pemuda itu tak punya pilihan lain, selain membopong Sabrina.


Dengan langkah cepat, ia membawa Sabrina masuk, dan langsung mendapatkan pertolongan.


Sabrina diperiksa orang seorang dokter wanita. Dokter itu tersenyum pada Sabrina yang terbaring lemah.


"Alhamdulillah, Bapak segera membawanya kemari, masih bisa diselamatkan, kok!"


Sabrina mengerutkan dahinya, ia tak mengerti apa maksud perkataannya.

__ADS_1


"Apanya yang bisa diselamatkan?" tanya Sabrina penasaran.


"Ya tentu saja kamu, kok apa!" sahut pemuda itu.


"Bukan, Pak ... bukan ibunya, tapi janin yang ada didalam rahim istri Bapak!"


"Hamil?" Sabrina dan pemuda itu saling tatap dan berkata bareng.


"Iya, ibu hamil, apa ibu belum tahu?"


Sabrina akhirnya menggeleng lesu, ia sama sekali tak menyangka, ia harus hamil disaat keadaan rumah tangganya seperti ini.


Pelan namun pasti, air bening itu mengalir juga.


Pemuda itu heran, ia tak tahu apa yang terjadi, ia menolong orang, karena ia menariknya sehingga tanpa sengaja membuat Sabrina jatuh dan hampir saja ia menghilangkan nyawa dalam kandungan ibunya.


"Kandungan Ibu sangat lemah, makanya mudah sakit, saya akan berikan penguat kandungan, agar bayinya sehat, semoga bisa membantu."


Melihat Sabrina dan pemuda itu masih saling membisu, dokter akhirnya berkomentar.


"Apa Bapak tak bahagia, mendengar istrinya hamil, dijaga ya Pak ... anak pertama ya, Pak?"


"Anu, Dok ...." Sabrina menyahut.


"Saya bahagia, tentu saja dokter."


Sabrina menatap heran pada pemuda itu, ia tak habis pikir, pemuda itu mengakui nya sebagai anaknya.


"Kalian sudah boleh pulang, jaga istrinya ya, Pak!"


"Iya, Dok!"


Pemuda itu memapah Sabrina, seperti seorang suami memperlakukan istrinya. Sabrina tak bisa untuk menolak, karena rasa sakit yang masih terasa diperutnya.


Mereka kembali ke mobil.


"Aku akan mengantarkan mu, masuklah!"


"Aku naik taksi aja!"


"Taksinya belum ada yang lewat, hari sangat panas, nanti kamu bertambah sakit, apa kamu tak kasihan pada bayimu?"


Akhirnya Sabrina menurut, ia masuk kembali ke dalam mobil itu.


"Kenalkan, namaku Azmi!" kata pemuda itu tanpa menjabat tangan Sabrina.


"Aku Sabrina."


"Aku minta maaf, gara gara aku kau hampir kehilangan bayimu."


"Tidak apa-apa!"


"Dimana suamimu, dan kamu tadi dari mana, sampai dikejar kejar seperti itu?"


Sabrina menceritakan semua, mulai dari berangkat sampai dia di kejar kejar tadi.


***

__ADS_1


🌹🌹🌹hai pembaca rahasiaku, mana dukungan kalian, berikan komentar nya dong ... Dan kasih like perbab nya, jadikan karya ini menjadi karya pilihan, dan dikagumi, berikan juga vote dan hadiahnya, dukungan kalian adalah yang author nantikan!"🌹🌹🌹


__ADS_2