BABY TWINS MAFIA AROGAN

BABY TWINS MAFIA AROGAN
11. Di Hadang


__ADS_3

Hari ini Alana akan beraktivitas seperti biasa ke kampus karena Alana sudah terbebas dari hukuman yang Alex berikan.


Alana menyiapkan keperluan Alex kantor.


"Ingat apa yang saya bilang jangan berdekatan dengan pria lain. Sampai saya mendapat laporan kamu berdekatan dengan pria lain hukuman yang kamu dapat kan setelah melahirkan anak - anak saya". Alex


Tuan arogan ini keterlaluan sekali dikit - dikit hukuman. Alana membatin kenapa ia bisa menikah dengan pria seperti Alex.


"Baiklah tuan" Alana menurut aja aturan dari Alex dari pada ia akan mendapatkan hukuman yang Alex akan berikan.


mm.. "tuan apo boleh nanti saya izin pergi dengan Tasya dan mas Demian"? Alana memberanikan minta izin pada Alex untuk keluar bersama Tasya dan Demian. Dari pada nanti ketahuan Alex berujung di kurung lagi di kamar dan Alana tidak mau hal itu terulang kembali.


"Mas" bisa - bisa dia memanggil Demian sebutan mas, sedang aku dia memanggil tuan Alex sedikit tidak senang panggilan Alana pada Demian.


"ia mas Demian tuan, Alana mengulangi sebutan untuk Demian".


Ngak usah panggilan dengan sebutan mas, dia kan adek ipar kamu. Alex


"Kenapa dia seperti tidak suka". Alana menurut aja dari pada masalah. Baik tuan.


Untuk panggilan kamu ke saya tidak perlu panggil tuan. Alex menyuruh Alana jangan memanggil dengan sebutan tuan lagi padanya.


"mm terus saya panggil apa tuan"? Alana ragu memanggil Alex dengan sebutan apa karena seperti sebelumnya Alana memanggil Alex dengan tuan Alex tidak masalah dan sekarang kenapa Alex tiba- tiba tidak mau si panggil tuan oleh Alana.


Kamu pikir aja sendiri Alex sedikit ketus menjawab pertanyaan Alana.


"Bagai mana dengan mas"?


"Ganti saya tidak mau di panggil mas, emang saya penjual bakso apa". Masa CEO sekaligus bos mafia di panggil mas Alex membatin.


Alana bingung harus memanggil Alex apa.


Kamu panggil Honey saja, kemudian Alex keluar dari kamar turun kebawah untuk sarapan sebelum ke kantor.

__ADS_1


Alana tidak percaya apa yang ia dengar dari Alex. Ha Honey kenapa harus Honey Alana sebenarnya sedikit keberatan atas usul dari Alex tapi menolak takut akan marah nanti. Jadi nurut aja.


Mobil yang Alana naik ternyata si ikuti oleh orang yang tidak di kenal.


Alana menoleh kebelakang dan ternyata firasat Alana benar ada yang mengikuti mereka dari belakang.


"Pak kenapa mobil kita seperti ada yang ikuti"? Alana bertanya pada sang supir karena tampak supir tenang - tenang saja, tetap tenang nona semua akan baik baik saja ucap supir yang bertugas supir sekaligus orang yang di beri kepercayaan oleh Alex untuk menjaga Alana.


Alana yang takut hanya mengangguk saja apa yang di katakan oleh supir yang mengantar ke kampus tersebut.


Kini mobil yang mengikuti Alana sudah berada di samping mobil yang di naikin Alana dan dengan cepat berhenti di depan mobil yang membawa Alana.


"Nyonya apa pun yang terjadi tolong jangan keluar". Bodyguard Alex yang di percaya untuk menjaga Alana sudah bersiap keluar dan mengambil pistol di saku jas untuk bersiap apa yang akan terjadi demi menjaga keselamatan nyonya mereka.


Kelompok yang menghadang jalan sudah keluar dan menyerang bodyguard yang menjaga Alana secara bersamaan.


Bodyguard Alana sudah terkapar di jalan tidak berdaya untuk melawan lagi.


"Nona kalau tidak mau kami berbuat kasar lebih baik menurut". Orang yang menghadang jalan Alana tadi si luar mobil menunggu Alana dengan sabar, agar tidak berbuat kasar pada Alana atas perintah dari bos mereka.


Alana yang panik tidak tahu harus bagaimana lagi, mengingat apa kata supir sekaligus bodyguard untuk menjaga Alana jangan keluar apa pun ya g terjadi.


Dari arah belakang ada mobil yang berhenti keluar seorang pria yang begitu tampan mendekat mobil Alana.


"Kalian mau apa"?


Alana yang mendengar suara yang tidak asing bagi telinga pun seketika menoleh ke samping bibir Alana melengkung tak kalah melihat tuan suami arogan yang datang untuk menolong mereka.


"Ternyata betul tuan, wanita yang di dalam begitu penting bagi anda sampai turun tangan langsung untuk membantu". Orang yang menghadang jalan Alana ketika ingin ke kampus adalah musuh dari Alex.


Alex hanya tersenyum miring mendengar perkataan musuhnya. ia tahu betul siapa dalang dari semua ini.


Ya Alex tahu orang yang menganggu perjalanan Alana musuh di dunia Mafia seperti Alex.

__ADS_1


Kelompok yang menghadang jalan Alana tadi seketika mundur. Karena tidak mungkin membawa Alana waktu ada Alex di sana.


Alex membuka pintu mobil ketika Alana membuka kunci dari dalam.


"Kamu tidak apa apa kan? Alex bertanya pada Alana sambil melihat wajah Alana yang pucat." Saya baik baik saja tu ah maksud saya honey".


Sekarang kita pergi dari sini. Alex membawa Alana ke dalam mobil yang Alex bawa, anak buah Alex membatu bodyguard yang menjaga Alana untuk di bawah ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.


Alana tidak jadi berangkat ke kampus dan Sekarang Alana bersama Alex menuju Mansion. Perjalanan pulang Alex bertanya apa ada yang mau di. beli Alana sebelum pulang.


"Apa kamu mau beli sesuatu"? Alex sekilas melihat Alana dan kembali fokus membawa mobil.


"ada" dengan cepat Alana menjawab pertanyaan Alex, Alana tidak mungkin menyiapkan kesempatan yang ada.


Saya mau makan rujak seperti saya makan dengan Tasya dan mm De Demian jawab Alana sedikit ragu mengatakan nama Demian tanpa embel embel.


"Jangan yang pedas saya tidak mau terjadi yang seperti kemaren, Alex memperingati Alana" baik tu eh maksud di saya honey.


Jika kamu salah lagi memanggil saya siap siap saja mendapat hukuman nanti. Alex


"Kenapa sedikit sedikit hukuman sih, Alana melirik Alex sekilas kemudian melihat keluar jendela.


Tiba di mansion


Demian dan Tasya berada di mansion Alex. Demian mengantar Tasya yang mau ketemu Alana katanya mau mengajak Alana jalan jalan.


Alana sempat mengirim pesan pada Tasya bahwa dirinya sudah tidak lagi di hukum oleh Alex. Dan di sinilah Tasya di mansion Alex.


Alex melihat mobil yang ia kenal di halaman rumah. Masuk ke dalam Alana melihat Tasya yang sedang fokus bermain hp tidak menyadari kedatangan Alana dan Alex.


Hai Tasya, sapa Alana pada Tasya. mendengar suara yang ia tunggu Tasya langsung melihat ke sumber suara dan melihat Alana jalan kearah dia mana Tasya duduk di ruang tamu bersama Demian.


"Kakak ipar sudah pulang"? Tasya berdiri dan memeluk Alana seperti tidak bertemu bertahun lamanya.

__ADS_1


__ADS_2