
Untuk ketemu Alana gue rasa tidak sekarang Lex, hari juga uda larut kalau kita sampai ke mansion lo. Kasian Alana pasti uda tidur. Evander
"Baik lah", Alex tidak memaksa para sahabat untuk berkunjung ke Mansion pasti juga Alana sudah tidur.
Rencana sesuai yang kita sepakati. Alex mempertegas pembahasan beberapa menit yang lalu bahwa untuk sekarang dia tidak akan ikut campur dalam urusan Blank Mamba.
Malam Hari
Alana sudah tidur dengan pulas di ranjang. Kebetulan atau tidak Alana sudah tidur dengan nyenyak tanpa Alex yang mengusap perut Alana sebelum tidur.
Mungkin anak - anak Alex nantinya akan menuruti semua perintah dari Daddy Alex hanya author yang tahu hehe.
Alex membuka pintu kamar dengan hati - hati melihat Alana yang sudah nyenyak di ranjang empuk tersebut.
Sebelum tidur menyusul Alana, Alex lebih dulu bersi - bersih dikamar mandi.
Lima balas menit Alex keluar dari kamar mandi dan mengganti pakaian dengan piyama tidur.
Alex masuk kedalam selimut yang sama dengan Alanna dan menyikap lingerie yang Alana pakai sampai ke atas dan dengan lembut Alex mengelus dimana anak- anaknya berkembang.
Alana yang merasakan gerakan kecil di perut perlahan membuka mata dan melihat Alex yang sedang mengusap perut Alana dengan lembut.
"Apa saya menganggu kamu"? Alex menatap Alana menunggu jawaban dari ibu anak-anaknya kelak.
"Tidak sama sekali". Alana merasakan nyaman jika Alex menyentuh seperti sekarang ini mungkin keinginan bayi yang Alana kandung.
Sekarang tidur hari juga uda larut tidak baik untuk kamu dan bayi-bayiku Alex memang belum pernah mengatakan bayi kita dan masih mengucapkan bayiku bagi Alana tidak Masalah toh anak yang ia kandung anak ia dan Alex.
Alana yang sudah tidur nyenyak sebelum Alex pulang pun hanya mengangguk kemudian memejamkan mata untuk tidur di tambah Alex yang sedang mengusap dengan lembut perut Alana.
Mansion Evander
Evan tidak sabar untuk memberi tahu kabar mengenai Alana adek kecil yang selama ini dia cari telah diketahui keberadaan pada mama jane.
Pasti mama sangat bahagia. Evan menghubungi mamanya.
drett
drett
drett
Dering ke tiga panggilan Evan di angkat oleh mamah Jane.
"Hello sayang", Tumben jam segini nelpon mama, di sana jam satu dini hari ada hal penting yang mau kamu bicarakan sama mama sayang"?
Mama jane sudah hapal dengan tingkah Evan jika ada hal penting yang mau dia sampaikan pada mama Jane Evan tidak akan menunda waktu yang ia ingin bicarakan.
" Ia mom", mendengar apa yang mau aku sampaikan pada mama pasti mama sangat bahagia dan ingin cepat kembali ke sini.
Mama Jane makin penasaran apa yang mau di sampaikan oleh putranya.
"Mama aku uda tahu keberadaan putri kecil mama adek kecil aku ma", Apa yang kita cari selama ini, yang kita rindukan ma Evan uda tahu di mana Alana mah" Evan bicara pada mama Jane sambil menahan tangis bahagia.
Mama Jane sampai tidak bisa bicara saking bahagia mendengar kabar dari putra sulungnya di tanah air apa yang ia nantikan selama dua puluh tahun menanti kabar keberadaan anak perempuan satu - satunya.
"Mah..mama masih mendengar kan Evan"? Ia sayang mama masih dengar kamu.
"Di mana putri mama sekarang sayang"?
"Mama tenang aja sekarang adek kecil ku uda ada di tempat yang aman ma, mama ngak usah khawatir, mama tahu Alana putri mama sekarang sudah menikah dan sekarang juga tengah hamil cucu mama". Evan memberi tahu perihal Alana yang sudah menikah dan juga hamil pada mama Jane.
"Apa"Mama Jane yang mendengar Alana sudah menikah dan sekarang hamil juga terkejut secepat itukah putri kecilnya menikah karena umur Alana baru dua puluh tahun.
"Ia mah, mama tahu tidak siapa suami putri mama"? Evan yakin mendengar siapa suami Alana akan buat mama Jane tambah terkejut mengingat Mama Jane dengan Mommy Jasmine pernah berniat menjodohkan Alana yang masih dalam kandungan mamanya dulu akan di jodohkan dengan Alex sahabat dari mama Jane sendiri".
"Siapa suami adek kamu sayang"?Mama Jane.
"Alex mah"
Apa yang di katakan Evan makin membuat mama Jane shock, tidak menyangka putrinya menikah dengan anak sahabat mama Jane.
"Sayang mama mohon jaga adek kamu dengan baik, mama sama papa kamu akan secepatnya kembali, Mendengar apa yang di katakan Evan pada mama Jane seakan ada kekuatan baru yang datang dalam dirinya".
"Mama tenang aja". Apa Mama lupa siapa Alex? "Ia sayang mama tahu siapa suami putri mama".
Selesai bicara dengan mama Jane Evan mengakhiri pembicaraan dengan mama Jane.
Mansion Alex
Terlihat wanita cantik yang menggeliat di balik selimut dan di peluk seorang pria. Alana membuka mata dan melihat Alex memeluk perutnya pun sadar semalaman ia tidur di peluk suami tuan arogan nya.
Alana memandang wajah Alex dengan teliti wajah tampan bak dewa Yunani, kulit putih bersih, alis tebal, tatapan yang tajam bibir yang sedikit tebal di bawah menambah ketampanan Daddy dari anak - anak yang ia kandung yang setiap malam harus mendapatkan sentuhan dari Daddy nya.
"Hari ini kan jadwal aku cek kandungan, apa aku kasih tahu aja ya nanti sama suamiku kalau uda bangun". Gumam Alana yang masih setia memandangi wajah Alex yang masih tidur.
Alana mengangkat tangan Alex dari perutnya dengan pelan - pelan agar tidak menganggu tidur Alex, namun gerakan kecil dari Alana membuat Alex terusik dari tidur nyenyak.
__ADS_1
"Mau kemana" Alex
Alana yang mendengar suara Alex menghentikan Niat untuk menyingkir kan tangan Alex yang memeluknya.
Alana dan Alex sedang berhadapan dalam posisi berbaring di ranjang.
"Mm" mau ke kamar mandi. Alana sedikit gugup bicara pada Alex karena dari tadi alex terus memandang wajah Alana yang berjarak beberapa centi meter saja sekarang ini.
Alex hanya mendengar apa yang Alana katakan tanpa menjawab.
Alex yang dari tadi melihat bibir Alana seakan menggoda untuk dinikmati pun mendekat kan bibir ke bibir Alana perlahan namun pasti bibir Alex dan Alana sudah bersentuhan.
Alex mencium Alana dengan lembut. Alana hanya diam saja apa yang Alex lakukan.
Karena Alana tidak membalas ciumannya Alex menggigit kecil bibir Alana, Alana yang terkejut langsung membuka mulut dan Alex mengabsen setiap mulut Alana.
Setelah beberapa menit Alex melepas ciuman dengan Alana.
Setelah ciuman mereka terlepas, Alana menghirup oksigen sebanyak - banyak nya.
Alex yang melihat Alana yang kaku dalam ciuman pun tersenyum tipis.
"Uda yang ke berapa kali ciuman"? Alex bertanya pada Alana yang sedang fokus meraup oksigen sebanyak mungkin.
"Tiga"
Tanpa sadar Alana menjawab pertanyaan Alex.
"Kapan"? Alex terus menggoda Alana yang belum sadar apa yang Alex tanyakan padanya.
Pertama di mobil waktu malam aku menolong kamu ke dua di acara pernikahan kita, dan yang ke ti..Alana menghentikan apa yang ia ucapkan dan menoleh pada Alex yang sedang tersenyum menggoda pada Alana.
wajah Alana sudah memerah sampai telinga Alana baru sadar apa yang ia ucapkan barusan.
"Yang ke tiga dimana?" Alex makin menggoda Alana.
Alana mendekatkan wajahnya pada dada Alex agar tidak kelihatan oleh Alex.
"Kenapa malu"? Alex melihat tingkah Alana yang malu-malu seperti anak gadis saja, padahal uda mau punya anak.
Alana hanya menggeleng kepala menjawab pertanyaan Alex.
Melihat tingkah Alana seperti anak gadis saja membuat Alex ingat dengan kandungan Alana.
"Hari ini jadwal kamu cek kandungan kan"? Alex melihat Alana menunggu jawaban dari Alana.
"Kita akan pergi ke rumah sakit jam sepuluh nanti". Sebelum itu kita sarapan biar bayi - bayiku sehat. Alex mengusap perut Alana dengan lembut tak lupa memberikan kecupan sekilas di perut Alana.
Oh ia mulai besok setiap pagi kita akan melakukan kiss selamat pagi seperti tadi yang kita lakukan. Alex membuat peraturan baru setiap pagi harus kiss selamat pagi.
"Ha, ta tapi ho honey kan baru bangun tidur belum sikat gigi". Tidak masalah kita kiss di bibir aja ngak usah sampai buka mulut kamu. Alex dengan santai mengatakan apa yang ia mau, sedangkan Alana wajah sudah memerah seperti kepiting rebus.
Alana sudah selesai mandi dan memakai pakaian di walk in closet. Alex yang baru selesai mandi mendekati Alana yang sedang menyiapkan pakaian yang akan di pakai oleh Alex.
Alex memakai baju pilihan Alana tanpa protes baju yang Alana pilihkan untuknya.
Alana turun bersama Alex ke lantai satu menuju ruang makan untuk memulai sarapan mereka.
"Ada yang mau saya kasih tahu sama kamu". Alex berniat memberi tahu Alana perihal orang tua kandung Alana yang masih hidup". Alex
Sekarang ini Alex dan Alana sedang duduk di ruang keluarga sambil menikmati cemilan yang di siapkan oleh pelayan.
Alana yang dari tadi menikmati cemilan berhenti karena mendengar Alex bicara.
Alana mendongak menatap Alex dengan serius. Menunggu apa yang ingin Alex bicarakan pada Alana.
"Ia" ada apa. Alana
Orang tua kamu yang meninggal yang selama ini kamu anggap orang tua kandung kamu, mereka bukanlah orang tua kandung kamu. Alex melihat Alana yang diam saja mencerna apa yang Alex katakan.
"A apa maksudnya". Alana belum mengerti kemana arah pembicaraan Alex.
Apa yang kamu dengar orang tua kandung kamu bukan mereka. Kamu di culik saat bayi dan orang yang menculik menitipkan kamu pada orang yang kamu anggap orang tua kandung kamu yang sudah meninggal.
Alana hanya mendengar apa yang Alex kata, tanpa di minta air mata Alana sudah membasahi pipi yang putih kemerahan tersebut.
Orang tua kamu yang kandung juga masih hidup. Selama ini mereka terus mencari keberadaan kamu.
Alana langsung melihat Alex yang mengatakan orang tuanya masih hidup. Menunggu penjelasan dari Alex selanjutnya.
"Pulang dari rumah sakit nanti kita ketemu sama kakak kamu"? Apa kamu mau Alex akan mengajak Alana bertemu dengan Evan karena hanya Evan yang ada di negara ini.
"Kakak" terus mama sama papa aku di mana honey? Sakin bahagia mendengar keluarga kandung nya yang masih hidup Alana tidak sadar memanggil Alex dengan sebutan honey tanpa canggung.
Mama sama papa sekarang tidak berada di negara ini. "Apa kamu ingat yang Mommy ceritakan tentang sahabat Mommy yang menetap di Italia"? Alex mengingat cerita Mommy Jasmine pada Alana.
"Ingat" kenapa dengan mereka honey. Alana
__ADS_1
Mereka lah mama kamu orang tua kandung kamu sayang. Alex
" Pantesan waktu Mommy cerita mengenai sahabatnya perasaan ku jadi ada yang beda padahal aku tidak kenal sama mereka karena ada ikatan rupanya". Batin Alana mengingat kejadian yang ia rasakan.
Rumah sakit
Bima sudah menunggu Alex untuk mengantar ke ruang dokter Sasa sebagai dokter kandungan Alana.
Sepanjang perjalanan menuju ruangan dokter Sasa, Bima bertanya pada Alex mengenai pertemuan Alex beberapa hari yang lalu dengan para sahabat, Bima salah satu sahabat Alex karena jadwal Bima padat pas mereka berkumpul jadi tidak bisa ikut ngumpul.
"Apa yang Lo dengar". Alex yakin Bima sudah tahu apa yang mereka rencanakan dari yang lain.
"Gue ngak nyangka istri Lo gadis yang dijodohkan Mommy Jasmine dan mama Jane yang saat itu aja belum lahir". Bima
"Alana hanya mendengar apa yang di bicarakan Alex bersama Bima. Apa mereka sedekat itu Dokter Bima aja memanggil orang tua suaminya dengan Mommy sama dengan yang Alex panggil, dan lagi mama Jane yang kata Alex orang tua kandung Alana pun Bima memanggil dengan panggilan mama. Batin Alana.
Dokter Sasa sudah menunggu Alana serta Alex. Alex sudah membuat janji dengan dokter Sasa dan tidak perlu mengantri untuk di periksa.
Tok
Tok
Tok
Masuk terdengar suara dari dalam memberi izin untuk masuk. Bima membuka pintu ruang dokter Sasa. Dokter Sasa tuan Alex dan nona Alana sudah datang. Bima keluar dari ruangan dokter Sasa setelah mengantar Alex.
Silakan duduk tuan Alex nona Alana. Dokter Sasa dengan ramah dan senyuman mempersilakan Alex dan Alana untuk duduk.
"Terima Kasih Dokter". Alana dengan senyuman menjawab sapaan dari dokter Sasa sedang Alex jangan di tanya hanya diam dengan muka datar dan dingin menatap dokter Sasa.
"Ada keluhan Nona"?Dokter Sasa seperti biasa menanyakan keluhan pada Alana yang sering ia tanyakan pada pasien pada umumnya".
"Untuk beberapa hari ini tidak ada dok, untuk makan yang saya makan pun tidak membuat saya muntah seperti sebelumnya".
Bagus kalau begitu Nona jangan lupa untuk minum susu hamil serta vitamin, dokter Sasa menjelaskan pada Alana yang perlu dikonsumsi selama hamil.
Sekarang mari kita lihat baby yang ada dalam kandungan nona. Dokter Sasa dan perawat membantu Alana menuju tempat tidur pasien.
Alex yang melihat Alana yang kesusahan naik ke atas tempat tidur langsung mengendong Alana untuk di baringkan di tempat tidur untuk di USG.
Dokter Sasa langsung menyingkap dress yang di pakai Alana ke atas, Alana yang memakai dres di bawah lutut.
Perawat mengoles jel diperut Alana lalau Dokter Sasa mengerakan alat tersebut di atas perut Alana untuk melihat janin yang di perut Alana.
"Alhamdulillah bayi - bayi nona tumbuh dengan sehat". Dokter Sasa menjelaskan pada Alex dan Alana mengenai USG yang ia lakukan.
Kini Alana Alex duduk berhadapan dengan dokter Sasa untuk memberi tahu apa saja yang harus dilakukan kalau sudah memasuki kehamilan empat bulan.
Alana menanyakan pada dokter Sasa apa dia bisa melahirkan secara normal.
"Dok apa saya bisa melahirkan secara normal"? Alana bertanya pada dokter Sasa mengenai keinginan Alana yang mau melahirkan secara normal.
Alex yang mendengar pertanyaan Alana pada dokter Sasa pun menoleh pada Alana.
"Bisa, kalau tidak ada ada kendala pada nona dan bayi yang akan dilahirkan itu bisa saja nona". Dokter Sasa menjelaskan apa yang Alana Tanya mengenai melahirkan normal".
Untuk mempermudah jalan lahiran secara normal, sangat di anjurkan melakukan hubungan suami istri walau tidak sering dilakukan nona itu sangat penting. Dokter Sasa
Alana yang mendengar apa yang dikatakan dokter Sasa jadi malu sendiri dengan apa yang ia tanyakan.
"kenapa wajah kamu merah? Alex menyentuh pipi Alana takut Alana sakit".
Dokter Sasa tersenyum yang melihat muka Alana merah. Dokter Sasa tahu Alana bukan sakit melainkan malu atas apa yang ia bicarakan tadi pada Alana.
"Tidak perlu malu nona, itu biasa kok untuk pasangan suami istri". Dokter Sasa
Alex yang mendengar apa yang di katakan oleh Dokter Sasa sekarang mengerti Alana bukan sakit pipinya merah melainkan malu.
"Kenapa harus malu? Jika kamu mau lahiran normal dan memungkinkan untuk normal, dengan senang hati saya akan membantu kamu". Alex sengaja menggoda Alana benar saja pipi Alana bertambah merah.
Selesai dengan pemeriksaan kandungan Alana. Alex membawa Alana ke restoran untuk makan bersama Evan.
Alex sengaja mau mempertemukan Alana dan Evan secara pribadi biar kakak adek itu bisa terbiasa mengingat Alana ya g sudah lama hilang dan dari bayi juga pasti ada ke cangungan bila bertemu pikir Alex.
Tak lama menunggu ruangan VIP di buka dan terlihat pria tampan yang berdiri di dekat pintu.
"Alana"
Bersambung
Selamat membaca 💞
Semoga suka 💞
Jangan lupa like dan komen 💞
Terima kasih 💞
__ADS_1