BABY TWINS MAFIA AROGAN

BABY TWINS MAFIA AROGAN
19. Tanda Cinta


__ADS_3

Alana juga penasaran ada apa dengan leher yang Tasya katakan tadi Alana menoleh pada Alex yang berdiri di samping untuk mendapat jawaban dari suaminya.


"Ah tidak apa sayang cuman merah saja sedikit karena di gigit nyamuk waktu kamu tidur tadi". Alex beralasan tidak mau Alana malu apalagi semua ada diruang saat ini".


Alana percaya saja dengan ucapan Alex karena dia saat ini juga tidak tahu kenapa lehernya karena yang terpenting bagi Alana untuk mengisi perut yang lapar aja di pikirkan Alana.


Tapi tidak dengan Tasya malah dia yang tidak terima dengan alasan Alex barusan.


"Tapi kak, kan kamar kakak tidak ada nyamuk". Tasya belum puas atas jawaban Alex barusan.


Mama Jane yang pertama kali memeluk Alana emang sudah melihat tanda cinta di leher putrinya.


"Lebih baik kita makan sekarang". Mama Jane sengaja mengalihkan pembicaraan mereka saat ini kasian juga Alana kalau tahu nanti pasti ia akan malu.


Alex bernapas lega karena ia tahu mama mertuanya sengaja mengalihkan pertanyaan dari Tasya.


Akhirnya semua ke meja makan sebelum merayakan perayaan atas kembalinya Alana di tengah keluarganya.


Di halaman belakang


Semua sudah berkumpul membagi tugas masing-masing.


Ada yang membakar daging, jagung sesuai tugas yang di bagi - bagi agar pekerjaan semakin cepat selesai untuk menikmati perayaan ini.


Para wanita lebih banyak duduk saja sedang pria yang banyak bekerja.


Alana melihat Alex yang lagi serius membakar daging entah keberanian dari mana Alana mendekati Alex.


Alex yang merasa ada orang di samping saat ia membakar daging menoleh melihat Alana lah yang mendekat.


"Ada yang kamu mau"? Alex bertanya pada Alana sambil fokus membakar daging.


Dengan semangat Alana mengangguk kepala walau Alex fokus dengan daging yang di bakar namun tetap memperhatikan Alana saat menunggu jawaban dari Alana.


"Tunggu sampai daging matang nanti baru kita makan". Alex memberi tahu Alana daging yang belum matang.


"Iya aku tunggu, Alex mengangguk mendengar Alana menjawab pertanyaan nya".


Sedang Tasya hanya melihat Demian bersama Evan yang lagi serius membakar jagung bakar.


Mommy Jasmine mama Jane menyiapkan peralatan yang akan mereka gunakan untuk makan nanti.


Daddy Andrian lagi ngobrol santai bersama papa Andre.


"Aku ngak menyangka kita akan jadi besan di tambah lagi akan memiliki cucu an, kamu tahu aku bahkan mau menyerah untuk mencari putri ku, tapi demi senyum istriku yang membuat aku semangat lagi untuk berjuang. Dan takdir mempertemukan kami melalui keluarga kalian karena Alana yang menikah dengan Alex".


Daddy Andrian mendengar apa yang papa Andre katakan.

__ADS_1


"Kita tidak ada yang tahu takdir akan seperti apa". Dan sekarang kamu sudah bagia bukan atas kembalinya putri kalian. Daddy Andrian


"Iya aku sangat bahagia dengan kembali putri kecil kami di tengah keluarga walau sekarang Alana yang sudah menikah". Papa Andre


Semua sudah berkumpul untuk menikmati makanan yang mereka masak.


Alex mengambil daging yang Alana mau.


"Hati - hati Sayang masih panas, Alex meniup daging yang akan Alana makan".


"Nasib kalau jomblo tidak ada yang perhatian". Marvelo iri dengan Alex yang lagi mesra dengan Alana.


"Makanya cari pasangan jangan jomblo terus". Deddy Andrian


"Siapa juga yang mau jomblo dad, calon istri uda di tikung sama orang". Marvelo melirik Alex yang lagi menyuapi Alana daging.


Alex tahu Marvelo sedang menyindir secara tidak langsung.


"Vel Lo masih mau bernafas, Alex melihat marvelo dengan tajam".


Alana hanya mendengar pembicaraan orang - orang yang berada di situ.


"Siapa yang mau tikung kamu"? Papa Andre melirik Marvelo menunggu jawaban.


"Ngak kok pa". Velo cuman bercanda Marvelo tidak mau melanjut aksi menjahili Alex karena melihat tatapan tajam sang mafia arogan tersebut.


Acara selesai berjalan dengan hikmat dan juga lancar.


Karena hari sudah malam semua menginap di mansion Smith.


Alex Alana sudah di kamar. Alana bersih - bersih siap untuk tidur.


Alana sedang memakai krim malam di depan meja rias yang ada di kamar Alex, Alana pun heran sejak kapan suami tuan arogan nya itu menyiapkan ini semua. Karena siang Alana tidak terlalu memperhatikan yang ada di dalam kamar Alex selesai mandi setelah kegiatan panas bersama sang suami Alana langsung memakai baju karena perut sudah minta untuk di isi tidak sempat juga untuk berkaca.


Alana tersadar dari lamunan ketika melihat warna merah yang begitu banyak di leher serta area dada.


"Apa ini yang di maksud Tasya siang tadi". Batin Alana mengingat apa yang Tasya tanya kepada nya mengenai benda merah yang banyak di leher Alana.


Alex keluar dari kamar mandi melihat Alana yang langsung memalingkan kepala menatap pada nya.


"H honey ini kenapa kok banyak benda merah - merah"? Alana bertanya pada Alex ia takut alergi tapi seingat Alana tidak memiliki alergi tapi apa benda merah ini.


Alex mendekati Alana yang lagi duduk di meja rias. "Alex tahu Alana yang begitu polos pacaran saja tidak pernah bagaimana tahu itu apa coba".


"Uda mau jadi orang tua tapi dengan ini masih tidak tahu". Alex


Alana bingung apa maksud Alex benda merah yang dikaitkan mau jadi orang tua.

__ADS_1


Alex gemas sendiri dengan istri kecilnya. Alex tidak heran dengan sikap kekanakan Alana.


Sini sayang Alex menuntun Alana untuk duduk di ranjang. Alana terpekik kecil ketika Alex mendudukan nya di pangkuan Alex.


"Ini namanya tanda cinta sayang", Alex memberikan ciuman kecil di leher Alana.


"Jika dilakukan seperti ini akan timbul tanda cinta, Alex mempraktek kan pada Alana langsung".


"Apa ini tidak berbahaya"? Alana dengan polos bertanya pada Alex.


"Tidak, jawab Alex yang lagi fokus memberikan kecupan - kecupan di leher Alana".


"Apa Mama juga tahu ini namanya tanda cinta"?Alana kembali bertanya pada Alex yang sedang asyik mencium Alana.


Alana ingat ketika berpeluk sama mama Jane. Tasya aja yang dari jauh melihat apa yang ada di leher apa lagi mama Jane yang begitu dekat dengan Alana tadi.


"Pipi Alana memerah mengingat apa yang siang tadi terjadi". Ya tuhan kenapa aku tidak tahu malah bertanya pada suamiku apa berbahaya atau tidak nya batin Alana ingat kebodohan mengenai tanda cinta dari Alex.


Alex yang dari tadi asyik dengan aktivitas mencium Alana seketika berhenti karena melihat wajah Alana yang merah.


"Kamu kenapa sayang"? Alex memegang pipi putih itu dengan lembut.


Alana terkejut Alex yang memegang pipi yang lagi merah menahan malu mengingat yang tadi siang.


"Kamu tidak perlu malu itu sudah biasa di lakukan orang yang sudah menikah". Alex baru sadar Alana malu dengan apa yang terjadi karena tidak tahu menahu mengenai tanda cinta yang ia berikan siang tadi waktu kegiatan panas mereka.


Alana hanya mengangguk mengerti apa yang Alex jelaskan.


Sekarang kita tidur kasian baby kita pasti sudah capek.


Alex Menganti piyama tidur sebelum bergabung bersama Alana yang suda di ranjang siap untuk tidur.


Kegiatan rutin Alex seperti biasa tiap malam mengusap perut Alana dengan lembut, agar baby di perut Alana makin nyenyak tidur bersama Alana.


Posisi Alana membelakangi Alex agar mudah untuk mengelus perut Alana. Tangan Alex juga tidak di perut Alana saja melainkan juga memainkan benda kenyal yang tampak mulai membesar.


"Berapa ukuranya sekarang"? Disela memainkan bukit kembar Alana Alex masih sempat menanyakan ukuran bra Alana saat ini".


"Dulu sebelum hamil 36 sekarang 37". Lagi - lagi Alana tidak sadar apa yang ia jawab karena saat ini sedang menikmati kegiatan Alex yang sesekali mengelus perutnya. Alana menutup mulut dengan tangan atas apa yang ia ucapkan ya tuhan kenapa bisa - bisa jawab seperti tadi Alana kembali menahan malu atas ucapan sendiri.


Bersambung


Selamat Membaca 💞


Semoga Suka 💞


Jangan lupa like dan komen 💞

__ADS_1


Terima Kasih 💞


__ADS_2