
Ke tiga malaikat Alana juga Alex sedang di asuh oleh Tasya bersama Will tentunya. Di ruang keluarga gelak tawa Arelsa menggema bersamaan Tasya tak henti menggoda ponakan cantik.
Arcelio Arselio ikut bermain namun dua pria kecil Alex itu tidak seaktif Arelsa yang suka menebar senyum di bibir kecil merah muda alami tersebut.
Tiba tiba saja Arelsa menangis sontak Tasya maupun Will terkejut mendengar tangisan Arelsa.
Tasya yang panik langsung mengendong Arelsa untuk menenangkan batita cantik itu.
"Kamu kenapa sayang. Kok tiba- tiba menangis bikin aunty khawatir aja." Di usapnya punggung kecil itu dengan lembut sesekali melirik Damian yang berdiri didepannya.
Usapan lembut itu nyatanya mampu si gadis kecil berada dalam gendongan Tasya terlelap dengan nyaman.
"Cantik aunty Uda tidur rupanya." Tasya beralih melihat dua jagoan tampan yang duduk di atas sofa menyandarkan punggung mereka dengan nyaman.
__ADS_1
Abang kita ke kamar adek Uda tidur. Tasya beralih melihat Damian. " Kak bisa bantu aku bawa Abang ke kamar." Tasya beralih melihat pria didepannya hanya diam saja memperhatikan dirinya."
Tanpa menjawab Damian langsung beranjak di mana ia berdiri tadi ketika tiba-tiba arelsa menangis untuk mengendong dua jagoan Alex sahabatnya itu di sebelah kiri dan kanan menuju kamar.
Manusia yang berbeda kelamin dan usia itu beranjak dari ruang keluarga menuju lantai dua di mana kamar balita itu berada. Damian mengikuti langkah Tasya yang lebih dulu berjalan menuju lift. "Seperti keluarga kecil sungguhan kalau seperti ini." Damian membatin segera mengeleng kepala.
Tasya membuka pintu kamar tiga malaikat Alana juga Alex. Segera meletakan tubuh ponakan cantik yang telah tertidur pulas di atas ranjang king size.
"Makasih ya kak Uda bantuin aku jaga mereka". Tasya melihat Damian mengaguk tanpa menjawab pun hanya bernapas kasar sudah terbiasa dengan sikap pria di hadapannya.
Tasya yang berniat mengantar Damian kebawah karena pria itu bilang mau pulang di hentikan olehnya.
" Kamu di sini saja ngak usah mengantar saya." Tasya yang mau menjawab pertanyaan Damian tidak jadi Damian telah berlalu meninggalkan kamar tanpa menunggu jawaban Tasya.
__ADS_1
Dasar kulkas sepuluh pintu. Tasya langsung menutup pintu sebelum bergabung bersama ponakan menuju mimpi indah gadis yang masih duduk di bangku Sekolah menengah atas itu bergegas membersihkan diri.
Di kamar pribadi Alex dan Alana
Pergulatan panas masih berlangsung Alana sedari awal menolak apa yang ingin dilakukan Alex seketika Langsung ciut dengan perubahan ayah dari tiga anaknya saat ini. Alex meluapkan kekesalan tingkah Alana berubah secara dramatis. Tentu Alex tidak mungkin menghukum ibu dari anaknya dengan fisik melainkan kesenangan di atas ranjang empuk seperti saat ini.
Alex memeluk erat tubuh polos Alana dari belakang setelah berakhir aktivitas mereka beberapa menit yang lalu.
Dicium mesra pundak sang istri yang tidak terbalut sehelai benang seketika Alana mulai menutup mata karena lelah kembali membuka mata merasakan apa yang di lakukan suami tampan itu pada tubuhnya.
"Katakan ada apa sayang?" Alex bertanya setelah melihat Alana yang menoleh sebentar padanya kembali mendengus melihat perilaku pria yang memeluk erat tubuhnya saat ini.
HEPPY READING
__ADS_1