
Tasya tidur dengan nyenyak dengan Arelsa yang masih setia memeluk leher Tasya. Gadis kecil itu tidak sama sekali rewel seolah tahu yang di lakukan mommy dengan Daddy nya.
Arcelio terbangun karena jagoan Alex itu kehausan. Sedang Aselio masih tidur dengan nyenyak. Will yang belum bisa tidur karena terus memikirkan Tasya memutuskan untuk melihat ke kamar tiga anak sahabat nya itu.
Willi membuka pintu hal yang pertama yang ia lihat Arcelio yang menatap dirinya dengan datar. Seolah berpikir di otak kecilnya ada apa pria ini masuk ke kamar mereka.
Willi yang melihat wajah datar Arcelio segera mendekat pada pria kecil yang merupakan duplikat Alex tersebut yang masih melihat dirinya sinis.
"Kenapa bangun. Apa jagoan uncle ini mau sesuatu?" Willi gemes sendiri melihat jagoan Alex yang melihat seolah dia adalah musuh.
Lama terdiam pria kecil itu akhirnya buka suara. "Uncle Lio mau minum haus." Arcelio bicara dengan wajah datar pada Will. Will mengangguk rupa ya jagoan kecil Alex itu haus.
"Tunggu sebentar, uncel Ambil ke dapur." Will ke dapur ketika Arcelio mengangguk padanya. Willi mengambil air dan segera membawa ke kamar.
Arcelio masih setia berdiri di tempat tidur khusus untuk ketiga nya. Willi datang segera menyerahkan gelas pada pria kecil yang berwajah datar persis seperti Daddy mereka siapa lagi kalau bukan Alex.
__ADS_1
Arcelio menyerahkan gelas bekas minum nya pada Will kemudian kembali mengambil posisi siap untuk tidur. Namun mata nya masih fokus melihat ke arah Will yang masih setia di dalam kamar itu.
Willi yang di tatap seperti itu jadi salah tingkah segera bicara pada Arcelio." Uncle keluar dulu jagoan. Kamu tidur ya hari masih malam". Willi langsung keluar namun sebelum itu, ia masih sempat melihat Tasya yang tidur sambil berpelukan dengan Arelsa di ranjang tidak terganggu sama sekali dengan kehadirannya.
Subuh sekali Alana selesai dengan mandi setelah melakukan hubungan suami istri bersama Alex, sedang Alex saat ini masih terlelap dalam mimpinya. Alana keluar dari kamar menuju di mana kamar anak-anaknya berada karena khawatir setelah dirinya pamit sebentar namun tidak lagi kembali setelah sang suami menyusul ke kamar.
Alana melihat Arelsa yang tidur di ranjang bersama Tasya adik iparnya dengan nyaman. Gadis kecil itu bahkan sesekali menduselkan wajah ke dada Tasya. Alana yang melihat itu merasa bersalah karena meninggalkan tiga anaknya.
Alana merebahkan posisi di belakang gadisnya kemudian dengan perlahan membalikan tubuh mungil itu menghadap kearahnya. Alana mengeluarkan salah satu payudara miliknya agar Arelsa bisa mendapatkan yang ia mau.
Alana mengelus pelan rambut Arelsa yang mulai panjang. Memandang wajah Arelsa yang sesekali tersenyum dalam tidur. Pikir Alana mungkin putrinya itu senang karena mendapat ASI dari sumber nya langsung.
Arelsa langsung melepas mulut mungilnya dari ****** Alana. Setelah meninggalkan kamar anaknya, Alana kembali ke kamar mereka untuk melihat suaminya sudah bangun atau masih tidur.
Rupanya Alex masih betah di alam mimpi Alana yang melihat itu tidak tega untuk membangunkan suaminya. Alana turun ke lantai satu untuk ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk mereka.
__ADS_1
***
Di ruang tamu, seorang pria tampan tidak lagi berdaya untuk berdiri. Wajah yang tampan tidak lagi terlihat hanya ada wajah yang penuh luka akibat pukulan. Untuk melawan pun tidak bisa, ia tahu ini merupakan kelalaian dirinya untuk menjaga satu -satunya perempuan di keluarga itu.
Puas melampiaskan amarahnya, pria paruh baya itu segera untuk ke lantai atas di mana sang istri yang terlebih dahulu pergi.
Melihat pintu dibuka, wanita paruh baya yang masih cantik di usianya yang tak lagi muda menoleh melihat suaminya yang masuk.
Mommy Sasa langsung ber hambur kedalam pelukan suaminya seketika tangisan yang ia tahan dari tadi pecah juga.
"Dad. Putri kita, Sasa dad. Mommy ngak sanggup melihat Puti kita seperti ini dad." Mommy Sasa menangis melihat kondisi sang putri.
Terima kasih yang masih menunggu author update.
Jangan lupa untuk like dan juga komen
__ADS_1