BABY TWINS MAFIA AROGAN

BABY TWINS MAFIA AROGAN
62. Seperti perangko


__ADS_3

Arcelio Arselio serta si cantik Arelsa bergelayut manja dengan mommy mereka, seperti tidak bertemu bertahun -tabun. Arelsa seperti trauma gadis cantik Alana tersebut tidak mau lepas karena takut hal seperti semalam terjadi lagi. "Mi n*n*n. Arelsa memainkan kancing baju yang di pakai Alana, setelah bangun gadis itu tidak lepas dari dua aset Alana terus saja meminta sumber gizi.


"My, adek nangis. Arselio memberi tahu apa yang terjadi semalam pada Alana. Pria kecil Alana tersebut menceritakan bagaimana Arelsa yang menangis."Pantesan kemarin ASI ku sakit karena itu rupanya" Alana mengusap sayang kepala gadis kecil yang sedang menikmati ASI nya.


Alex keluar dari kamar mandi melihat kesayangan nya berkumpul di atas ranjang. Arselio memanggil Daddy sontak saja Arelsa menoleh mendengar suara yang tidak ASI g di telinga.


D Daddy n*n*n Arelsa tanpa rasa bersalah menunjukan satu aset milik sang mommy yang di pegang sedari tadi sedang yang satu lagi di nikmati sebagai sumber gizi.


Alex tersenyum mendekat ke arah empat orang kesayangan. Alex mencium Arelsa yang sedang menikmati kembali aktivitas kesukaan yang sempat terjeda.


"Apa ini enak?" Alex memegang salah satu milik Alana menanyakan pada sang putri, benda yang membuat gadis nya histeris.

__ADS_1


Arelsa hanya mengangguk menanggapi karena masih fokus dengan ASI milik Alana.


"Aku masih mau di rumah mama, jadi anak -anak biar aja di sini" Alana bicara pada Alex yang sedang bermain dengan dua pria kecil nya. Bukan apa -apa dirinya merasa harus melakukan ini agar tidak di pikir wanita murahan.


Alex tidak menanggapi hanya menoleh sebentar pada Alana kemudian kembali fokus pada dua jagoan. Bukan dia tidak tahu apa yang terjadi di kampus selama Alana kuliah. Tapi untuk sekarang biarkan saja yang mau dilakukan wanitanya. Tidak lupa seringai tipis ia tunjukan kepada wanitanya.


***


Ke asyik kan makan lolypop Ervan tidak menyadari kedatangan sang mami. Sasa melihat tingkah pria kecil yang seperti orang dewasa jadi gemes sendiri.


"Sayang. Anak mami ngak nakal kan?" Sasa berjalan ke wastafel mencuci tangan sebelum bergabung bersama Ervan.

__ADS_1


"Ngak dong Mi. Abang dari tadi di sini ngak kemana - mana" Ervan masih betah duduk di meja kerja Sasa yang masih setia lolypop di mulut mungil jagoan Sasa itu.


Oke. Karena anak mami ini tidak nakal, kita akan pergi ke mall sebagai hadiah. Sekalian kita makan oke.


Ervan hanya mengangguk kembali fokus dengan lolypop miliknya. Sasa juga Ervan bersiap untuk pergi. Namun belum juga keluar dari ruangan miliknya pintu di ketuk dari luar.


Setelah mendapat izin dari pemilik ruangan, pintu di buka memperhatikan seorang berpakaian perawat wanita masuk meminta tolong pada dokter Sasa untuk membantu pasien yang pingsan di ruangan VVIP tepatnya di ruangan pemilik rumah sakit. Walau Sasa dokter kandungan terkadang dia juga sering membantu dokter lain hanya sekedar mengecek tekanan darah atau melihat kondisi pasien walau bukan untuk ibu hamil.


Sasa terpaksa menunda kepergian bersama sang putra, terlebih dahulu untuk melihat pasien yang di katakan perawat wanita tadi.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2