BABY TWINS MAFIA AROGAN

BABY TWINS MAFIA AROGAN
17. Kembali


__ADS_3

Alex masuk ke ruang walk in closet mau memakai baju setelah dari kamar mandi.


Alex membuka pintu walk in closed bingung melihat Alana yang hanya menghadap lemari masih menggunakan jubah mandi seperti ia keluar dari kamar mandi tadi.


"Kenapa belum mengganti pakaian"? Alex berjalan mendekati Alana yang diam aja di tanya.


"Mm.. honey mana baju untuk aku pakai"? Alana menoleh kebelakang mendengar suara alex.


Alex yang masih memakai handuk yang melilit di pinggang dengan santai mendekati lemari dan mengambil salah satu lingerie yang berada di dalam lemari kemudian memberi kan pada Alana.


"ini" Alex menyodorkan pada Alana yang di maksud baju untuk di pakai Alana sekarang.


"Apa tidak ada baju selain ini yang bisa dipakai"? Alana sedikit tidak enak mau memakai baju yang di katakan Alex. Sekarang aja masih siang masak harus memakai baju kurung bahan itu".


"Tidak". Pakai ajak itu nanti juga akan di lepas.


Alana terpaksa mengambil dan memakai lingerie pemberian dari Alex.


"Kenapa nanti di lepas". Alana bingung dengan perkataan Alex barusan, seperti biasa hanya bisa penasaran dan menunggu apa yang akan di lakukan Alex mau bertanya pun Alana sendiri tidak berani.


Selesai memakai lingerie Alana buru buru naik keranjang menutup tubuh dengan selimut.


Alex keluar dari walk in closet menyusul Alana yang lebih dulu keranjang untuk istirahat.


Alex ikut bergabung ke ranjang bersama Alana.


"Apa baby kita kangen sama Daddy mereka"? Alex


Jujur Alana gugup didekati Alex seperti saat ini biasa Alana hanya malam hari se intim seperti ini. Alana tidak merespon apa yang Alex tanya.


Dengan pelan Alex mengusap perut Alana yang masih menggunakan lingerie.


"Kita mulai dari sekarang untuk kamu biar lancar jalan melahirkan secara normal". Alex berbisik di telinga Alana.


Ya Alana di buat tambah gugup dengan tingkah Alex saat ini. Sekuat tenaga Alana tidak mengeluarkan suara *******.


Melihat Alana diam saja Alex ber inisiatif memulai apa yang ia inginkan. Melakukan secara lembut.


Sayang, Alex mencium telinga alana hingga turun ke leher jenjang putih Alana.


Tidak ada penolakan dari Alana Alex melanjut aksinya mencumbu Alana. Alana juga menikmati apa yang Alex lakukan pada tubuhnya.


Kini Alex udah menindih Alana dengan hati - hati untuk kenyamanan Alana maupun baby mereka.


Kita mulai sayang, Alex membuka lingerie yang di pakai Alana beberapa menit yang lalu.


Selesai membuka kain penutup tubuh Alana terlihat dua benda kenyal yang mulai membesar karena Alex sering bermain dengan benda tersebut.


Kini Alex seperti bayi yang sedang menyusu tangan Alex yang satu lagi tidak tinggal diam memainkan benda kenyal itu dengan lembut.


Alana sedikit meringis ketika Alex mengigit p*y* d*r* Alana. Melihat Alex yang begitu gairah Alana memberanikan diri agar Alex dengan pelan - pelan.


"Ho honey pe pelan pelan". Alana


"Iya sayang maaf". Di sela sela kegiatan yang Alex lakukan pada Alana masih sempat menjawab keluhan dari Alana.


Alana memegang pundak Alex yang sedang mencumbu tubuhnya.


Banyak sekali tanda cinta yang Alex tinggalkan di dada Alana.


Puas dengan bukit kembar Alana. Alex beralih ke bagian bawah Alana. Melihat Alana yang sudah basah akibat pemanasan yang Alex berikan.


Dengan perlahan Alex membuka paha Alana memasukan junior ke liang kenikmatan milik Alana.


Alana terkejut saat benda yang panjang dan besar itu menyatu dengan intinya.


"Apa masih sakit"? Alex memeluk Alana sebelum mengerak naikan pinggul untuk memompa tubuh Alana.


"Sedikit, tidak terlalu sakit" Alana


"Makanya kita harus sering - sering melakukan kegiatan seperti ini agar kamu bisa terbiasa". Alex mulai menaik turunkan pinggul setelah melihat Alana sudah mulai rileks.


Alex dan Alana terhitung baru tiga kali melakukan hubungan suami istri makanya Alana belum terbiasa dengan punya Alex yang besar serta panjang itu.


Di Italia waktu setempat


Mama Jane serta papa Andre orang tua dari Evan dan Alana akan kembali ke tanah air di mana memberikan luka atas kehilangan putri satu satunya di keluarga besarnya.


"Papa mama udah ngak sabar untuk ketemu putri kecil mama pa". Mama Jane tersenyum cerita dengan papa Andre namun air mata mama Jane juga keluar tangisan bahagia tidak bisa ia tahan untuk bertemu putri semata wayangnya yang dari bayi hilang.


"Iya mah papa juga tidak sabar ingin segera bertemu sama putri kecil papa".


Mama Jane serta suaminya memilih naik pesawat jet milik nya. Mengingat lama perjalanan yang akan mereka tempuh sedang pasang suami istri tersebut tidak sabar untuk bertemu dengan putri kecil mereka.


Beberapa jam di dalam pesat jet mama Jane papa Andre sudah berada di bandara internasional.


"Kita langsung ke Mansion utama Smit pa". Mama Jane sudah mendapat kabar bahwa Alana sekarang ini berada di kediaman Smith.


"Ok kita ke sana sekarang ma". Papa Andre mengandeng tangan mama Jane. Sekian lama kami tidak pulang sekarang pulang untuk menemui putri yang kami rindukan selama ini akan kehadiran di keluarga kami batin papa Andre sambil keluar dari bandara melihat wajah istri tercinta.


Mansion Smith


Mommy Jasmine yang baru pulang dari arisan melihat Evan yang bersama Tasya lagi ngobrol di ruang keluarga menghampiri mereka.


"Kapan ke sini sayang"? Evan menoleh ke sumber suara melihat mommy Jasmine yang berjalan mendekat.

__ADS_1


Evan langsung berdiri dan memeluk mommy Jasmine. Kalau di tanya sedekat apa mommy Jasmine dengan Evan sudah seperti anak kandung bagi mommy Jasmine tidak ada beda dengan Alex, Demian maupun Tasya.


"Siang tadi my, Evan Mommy Jasmine duduk di sofa sambil ngobrol".


"Kamu sendiri"? Mommy Jasmine bertanya pada Evan setelah mereka duduk.


"Tidak my, Alex Alana juga kesini. Setelah bertemu di restoran Evan mengajak Alex dan Alana ke Mansion mommy".


Mommy Jasmine sudah menebak Alex tidak akan ke Mansion utama kalau tidak terlalu penting dan kalau tidak di ajak seseorang.


Di tengah obrolan mommy Jasmine, Evan dan Tasya. Papa Adrian Demian pulang dari kantor.


"Lagi ngumpul nampak nih". Demian menghampiri ke tiga orang yang sedang duduk di ruangan keluarga.


"Kakak sendiri"? Demian juga menanyakan hal yang sama pada Demian seperti yang Mommy Jasmine tanyakan beberapa menit yang lalu pada Evan.


"Kakak tidak sendiri De, Alex juga Alana ke sini". Selesai makan siang di restoran kami langsung kesini.


"Ada apa kak"? tumben barengan dengan kak Alex juga. Demian tahu Alex tidak akan ke sini kalau tidak urusan penting.


Mumpung kita uda ngumpul Evan langsung aja kasih tahu mommy serta yang lain. Evan diam sejenak sebelum bicara, mama sama papa akan ke sini.


Mommy Jasmine dan yang lain terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Evan.


" Kamu tidak lagi bencana sayang"? Mommy Jasmine tahu betul bagaimana Jane sahabat dari Mommy Jasmine trauma untuk kembali setelah putri nya di culik.


"Tidak my, mama sama papa juga uda on the way ke sini". Evan memang tidak mengatakan pada Alana maupun Alex atas perintah dari mama Jane.


Tak berselang lama setelah pembicaraan yang di lakukan Evan serta keluarga Smit.


Terdengar bunyi mobil yang masuk di halaman rumah.


Mama Jane papa Andre keluar dari mobil.


Evan dan yang lain juga menyusul ke pintu utama untuk menyambut orang yang datang.


Sampai Mommy Jasmine di depan pintu melihat Mama Jane yang keluar dari mobil langsung menghampiri sahabat sekaligus besannya.


"Aku tidak menyangka akhirnya kamu menginjak kan kaki di sini lagi Jane"? Mommy Jasmine memeluk dan menangis mengingat betapa frustasi Jane ketika kehilangan Alana waktu bayi.


"Demi putri kecil ku Jas' kamu tahu sendiri betapa aku merindukan putri ku itu".


Sedang di kamar


Kedua insan suami istri selesai dengan kegiatan panas mereka tertidur dengan lelap. Alex yang memeluk Alana tanpa memakai sehelai benangpun begitu juga dengan Alex saat ini mereka hanya menggunakan selimut untuk menutup tubuh polos kedua nya.


"Ayo kita masuk kenapa berdiri di sini saja". Daddy Adrian buka suara untuk mengurangi rasa sedih antara Mommy Jasmine dan mama Jane.


Evan membiarkan mamanya melepas rindu dengan mommy Jasmine. Bukan Evan tidak rindu dengan mama Jane tapi memberi waktu pada mommy Jasmine terlebih dahulu.


"Kamu pasti Demian dan ini pasti Tasya kan"? Mama Jane memang belum pernah bertemu dengan Demian maupun Tasya.


Karena mama Jane pindah ke Italia pada waktu itu hanya baru ada Alex.


"iya Tante". Demian Tasya kompak menjawab pertanyaan Maman Jane.


"Kok panggil Tante". Maman dong sayang seperti kakak kalian yang memanggil mama juga kalian juga harus.


"Iya ma". Demian Tasya


Mama Jane baru sadar di tengah mereka tidak melihat Alex maupun Alana.


"Di mana Alex"? mama Jane melihat sekeliling tidak melihat keberadaan Alex di manapun.


"Tadi Alex juga Alana istirahat di kamar mah" Mereka juga tidak tahu mama sama papa akan pulang hari ini atas permintaan mama kemaren pada evan.


Mama Jane mengangguk paham apa yang di kata Evan.


"Baik lah biar aja mereka istirahat dulu". mama Jane tidak masalah karena Alana ataupun Alex tidak menyambut kedatangan mama Jane.


Para lelaki hanya mendengar cerita Mommy Jasmine dan mama Jane saja , Sedang Tasya hanya mendengar apa yang dikatakan para ibu ibu itu.


"Jane aku tidak menyangka doa kita akan terkabul".


Mama Jane juga tidak menyangka Alana yang masih dalam kandungan yang belum lahir di dunia yang mereka jodoh kan dengan alex jadi nyata seperti sekarang ini.


"Iya kamu benar Jas". Pertama Evan bilang sama aku kalau Alana sudah menikah aku sedikit keberatan mengingat umur Alana baru dua puluh tahun. Tapi setelah Evan bilang mama akan terkejut siapa suami Alana.


Evan bilang suami dari Alana Alex orang yang Mama jodohkan bahkan Alana yang masih dalam kandungan yang belum lahir, aku sampai tidak bisa berkata apa apa lagi saking bahagianya Jas.


" Aku sendiri yang mendengar Alex menikah secara mendadak pun terkejut, kamu tahu sendiri bagaimana sifat Alex kalau udah buat keputusan siapapun tidak ada yang bisa melarang". Mommy Jasmine


"Kamu tahu Jan, pertama aku ketemu Alana datang ke Mansion Alex. Untuk meminta Alex menjelaskan alasan menikah secara mendadak". Mommy Jasmine


"Saat itu kamu tahu sendiri kan Jas, kita lagi melepas rindu, Karena kabar dari Demian mengatakan Alex udah menikah aku terpaksa pulang dan pamitan sama kamu juga lewat hp aja karena tidak sempat untuk bertemu", iya aku ingat kok Jas mama Jane sangat ingat apa yang di katakan Mommy Jasmine saat berpamitan secara mendadak karena mendapat kabar dari Demian mengatakan Alex sudah menikah".


"Di situlah aku melihat kamu dalam diri Alana, entah kenapa aku sangat yakin bahwa Alana putri kamu yang hilang Jas, waktu saat itu aku tidak mengatakan apa apa pada Alex hanya pada suamiku aku ceritakan apa yang aku rasa saat itu".


" Aku mau minta bantuan pada suamiku untuk mencari kebenaran tentang Alana, tapi suamiku bilang percayakan sama Alex dan terbukti Alex memang tidak tinggal diam dia mencari masa lalu Alana tanpa aku minta, kamu tahu sendiri kan Jan bagai mana Alex mandiri karena kita sudah lumayan lama bersahabat".


"Ia aku tahu Jas". Mama Jane


"Kamu bahagia an"? Daddy Adrian buka suara hanya diam aja dari tadi mendengar para wanita bicara.


"Kamu tahu jawaban yang kamu tanyakan ad". Kamu tahu sendiri seperti apa selama ini perjuangan ku mencari putri kecilku untuk melihat kembali senyum istriku, papa Adrian melirik mama Jane yang tak henti tersenyum.

__ADS_1


Daddy Adrian mengangguk mendengar ucapan papa Andre.


"Dengar - dengar putri ku lagi hamil? Iya Alana sedang mengandung penerus keluarga Smith, kamu mau tahu an, Alana bukan mengandung satu melainkan tiga sekaligus".


"apa" papa Andre terkejut yang ia dengar dari Daddy Adrian.


Semua yang ada di ruangan itu kompak menoleh ke pria yang tidak lagi muda itu.


"Ada apa dad?" Mommy Jasmine


"Ada apa pa" mama Jane


"Kamu serius ad"? Untuk apa aku ber bohong kata Daddy Adrian melihat ekspresi terkejut papa Andre.


"Of course". Daddy Adrian


"Ma.. Alana hamil triple", Papa Andre tanpa basa basi langsung memberi tahu pada mama Jane.


"Apa itu betul Jas"? Mam Jane langsung bertanya pada Mommy Jasmine meminta kebenaran yang ia dengar saat ini.


"Of course". Jawaban Mommy Jasmine sama seperti Daddy adrian sang suami.


Lama ngobrol saling melepas rindu. Terdengar suara mobil yang datang. Evan sudah menebak siapa yang datang kalau bukan para sahabat untuk bertemu dengan kedua orang tua Evan.


Para sahabat tahu kepulangan mama Jane bersama papa andre tentu dari Evan yang memberi tahu tentunya.


Mobil berhenti di halaman rumah yang luas. Bima, Edmon, Efrem, Marvelo dan Willi masuk ke mansion Smith.


Mereka langsung ke ruang keluarga karena pelayan di Mansion mengatakan tuan dan nyonya Smith sedang berkumpul dengan yang lainnya.


Semua menoleh melihat kehadiran para sahabat anak mereka yang telah dianggap seperti anak kandung bagi Mommy Jasmine maupun mama Jane.


"Ma apa kabar"? Semua yang dekat dengan keluarga Alex maupun Evan memang memanggil orang tuanya sebutan mama dan mommy.


"Baik sayang, kalian"? Mama Jane sudah dekat dengan sahabat dari Evan karena tumbuh bersama.


"Kami semua juga baik ma", Bima menjawab mewakili yang lain.


Demian melihat sahabat kakaknya datang ingin membangunkan Alex, karena semua berkumpul hanya Alex yang tidak hadir di tengah mereka.


"My ma apa Demian bangunkan saja kak Alex"? Semua menoleh pada Demian yang bicara.


Para sahabat baru menyadari bahwa hanya Alex yang tidak ada di antara mereka.


Mommy Jasmine mama Jane kompak menjawab. "Tidak perlu sayang nanti kalau Alex uda bangun pasti dia juga akan bergabung dengan kita. Mommy Jasmine tidak mau mengganggu istirahat Alex serta Alana apalagi sepasang suami istri itu bisa dikatakan masih pengantin baru.


Demian menurut apa yang di katakan Mommy Jasmine.


Tasya dari tadi hanya diam saja tanpa mau ikut pembicaraan para orang dewasa.


"Kamu apa kabar cantik"? Efrem menyapa Tasya yang hanya diam saja dari tadi, baik kak jawab Tasya seadanya memang antara sahabat Alex Tasya lebih dekat pada Evan.


"Willi diam - diam memperhatikan Tasya yang berada di samping Demian".


Kalian tahu kenapa Willi sampai sekarang masih betah menjadi asisten Alex, ya jawabannya karena Willi diam- diam menyukai adek dari sahabatnya sendiri karena itu lah dia masih betah bekerja bersama Alex selain juga untuk menjaga Tasya orang yang ia sayangi. Deddy Adrian dan papa Andre didekati para sahabat Alex.


"Dad, pa tumben diam saja"? Para sahabat mendekati dad Adrian serta papa Andre, kalian sendiri yang melupakan kehadiran kami disini, dad ad menyindir para sahabat anak ya kalau sudah bertemu dengan para isteri mereka pasti kehadiran dad ad dan pa an tersisih kan oleh para istri, tapi mereka tidak marah maupun iri dengan istri mereka karena dad ad pa an juga sudah menganggap semua seperti anak sendiri.


Kembali ke kamar Alex dan Alana


Alana terbangun dari tidur karena merasa lapar, kegiatan panas bersama sang suami cukup menguras tenaga.


Alana melihat Alex yang masih nyenyak dalam tidur.


"Ho honey Alana memberanikan membangunkan Alex karena ia sudah sangat lapar".


Alex yang peka dengan pendengaran langsung membuka mata.


"Kenapa?dengan suara serak khas orang bangun tidur".


"Lapar"? Alana tanpa basa basi langsung mengatakan pada Alex apa yang ia inginkan saat ini.


Tanpa pikir Alex langsung membuka selimut yang mereka pakai membawa Alana mandi bersama agar lebih cepat.


Tentu Alex tidak mau Alana serta anak-anak yang dalam kandungan Alana kelaparan akibat ulahnya tadi yang mencumbu Alana lumayan lama.


Lima belas menit di kamar mandi Alex dan Alana sudah rapi dengan baju mereka. Untuk baju Alana Alex sudah menyiapkan hanya saya tidak ia letak di lemari memang niat Alex agar Alana hanya memakai lingerie si lemari karena ia ingin bercinta bersama Alana siang ini.


Alex Alana siap siap untuk turun kebawah untuk mengisi perut mereka yang lapar.


Alex sayup-sayup mendengar suara ribut dari bawah. Sampai dekat tangga Alex melihat orang yang ia kenali semua sedang berkumpul di ruang keluarga.


Tapi ada satu yang buat Alex terkejut dengan kehadirannya saat ini.


"Mama" Alex


Semua menoleh ke sumber suara.


Bersambung


Selamat Membaca 💞


Semoga Suka 💞


Jangan lupa like dan komen 💞

__ADS_1


Terima Kasih 💞


__ADS_2