BABY TWINS MAFIA AROGAN

BABY TWINS MAFIA AROGAN
64. Alana gelisah


__ADS_3

Jagoan Alana makan sarapan buatan mommy mereka. Sedang Arelsa kembali melanjut minum ASI dari sumber langsung. Satu tangan mungil itu tidak hentinya melintir p*t*n* Alana yang bebas. Lihat lah, gadis kecil itu terus saja menampil senyum di bibir mungil.


Adek ngak mau makan sama Abang sayang. Alana melihat kedua pria kecil di depan meja makan menikmati sarapan buatan dirinya.


Mengalih pandangan melihat gadis kecil yang sedang minum ASI dengan tersenyum. Alana melihat tingkah Arelsa tidak tahan untuk memberi ciuman di pipi yang gembul.


Arelsa melepas p*t*ng milik Alana dengan sedikit kasar sehingga Alana meringis karena perbuatan itu. Mata bulat milik Arelsa terus saja berkedip lucu melihat dua pria kecil yang belum selesai dengan sarapan yang di makan.


My. Arelsa menoleh melihat Alana yang sedang menyimpan aset berharga karena benda itu tidak di butuh lagi oleh sang putri.


Alana menoleh ke arah sumber suara melihat Arelsa yang sedang menunjuk makanan yang di makan oleh dua pria kecil nan tampan itu.


"Adek mau makan sayang?" Alana mengusap sudut bibir mungil Arelsa yang belepotan ASI. Arelsa mengangguk pasti atas pertanyaan dari mommy.


Alana berdiri dari duduk yang ia tempati bersama Arelsa ketika memberi gadis kecil itu ASI. Di dudukan Arelsa di kursi khusus untuk gadisnya Alana segera mengambil yang diinginkan oleh gadis mungil yang makin cantik tersebut.


Alana mengajak Arcelio Arselio juga Arelsa ke ruangan keluarga dengan Arelsa yang di gendong oleh Alana. Gadis Alana kembali meminta sumber gizi langsung. Tidak menolak keinginan gadis mungil menatap Alana dengan pupi eyes mengemaskan di mata Alana.


Arcelio Arselio hanya melihat Arelsa yang sudah mendapat keinginan gadis kecil itu, sedang menikmati sumber gizi dari sumber nya.


Alex tidak ada pilihan selain pulang ke Mansion di mana istri serta anak -anaknya kini. Hal yang pertama ia lihat ketika masuk ke Mansion tidak kalah mewah seperti Mansion pribadi miliknya Arelsa di pangkuan Alana sedang menikmati kesukaan gadisnya.


Alex tersenyum melihat Arelsa yang sedang bermain aset Alana dengan tangan mungil yang bergerak memutar pucuk milik sang Mommy.


Alex berjalan ke ruangan keluarga di mana ke empat kesayangan saat ini. Alex mencium ke dua pria kecil yang duduk di sofa dengan tenang baru setelah itu mendekat di mana dua wanita beda usia berada.


Alex mencium pipi gadis nya yang asyik minum ASI dari Alana tak lupa Alex juga mencium tangan mungil nakal Arelsa yang memainkan satu aset Alana.

__ADS_1


Dengan sengaja Alex menyentuh benda kenyal kesukaan itu mengenai bibir ketika mencium tangan gadis kecilnya.


Alana menatap tajam pria yang sengaja ia hindari namun berakhir mereka di Mansion mamanya seperti saat ini.


Arelsa terganggu oleh aksi Daddy nya melepas p*t*n* Alana dari mulut mungil itu dengan kasar sehingga berbunyi. Alana tidak memberi Alex kesempatan untuk melihat aset miliknya segera menutup benda kenyal itu agar tidak terlihat lagi.


De dy. Arelsa turun dari pangkuan Alana minta di gendong pada sang Daddy. Tidak membiarkan gadis kecil itu menunggu lama Alex langsung membawa Arelsa dalam gendongannya.


Alana hanya melihat interaksi putri kecilnya bersama pria yang ia hindari saat ini.


Melihat Alex ucapan orang di kampus kembali terngiang di telinga Alana. "Wanita murahan yang di nikahi hanya untuk bertanggung jawab." Alana menatap Alex dengan tak suka.


Sepulang sekolah Tasya tidak sabaran untuk Samapi ke Rumah. Menemui tiga ponakan yang sedang menginap di rumah.


Tasya tidak melihat supir yang di tugaskan menjemput seperti biasa. Tapi tunggu ia melihat mobil yang tidak asing, benar saja tak lama setelah itu orang yang di hindari pun keluar dari mobil tersebut.


"Kenapa kak Will yang jemput. Kemana pak iwal yang biasa jemput aku?"


Willi tidak langsung menjawab menyuruh Tasya untuk segera masuk lebih tepatnya seperti perintah yang Tasya dengar.


Pak iwal sedang ada kerjaan. Tasya yang mendengar jawaban dari manusia es itu tidak lagi bertanya.


Willi melakukan mobil dengan kecepatan sedang dalam perjalanan tidak ada yang bicara.


Ini lah yang Tasya hindari berdekatan dengan manusia es siapa lagi kalau bukan Will.


Tasya lebih dulu keluar dari mobil tidak peduli keberadaan Will di tempat itu. "Aunty pulang cantik tampan aunty." Tasya berlari tidak sabaran untuk menemui ponakan kesayangan, dari jauh Tasya tersenyum lebar ketika melihat Arelsa bergerak gelisah dipangkuan Alex melihat kehadiran aunty cantiknya.

__ADS_1


Arelsa tertawa ketika melihat Tasya mendekat memberi banyak ciuman pada pipi gembul gadis mungil Alana juga Alex tersebut.


Alex tersenyum lebar ketika sosok yang di tunggu datang. Will menjemput Tasya berakhir ia di mansion sahabat sekaligus akan jadi calon kakak iparnya ini bukan tanpa alasan. Alex sendiri meminta agar ia menjaga tiga buah hati mereka untuk beberapa jam ke depan tentu Will tidak sendirian akan ada Tasya yang membantu manusia es itu nantinya.


Tolong jagain anak - anak gue. Alex menoleh pad Arelsa juga dua pria kecil yang tampan.


Cantik Daddy sama aunty dulu ya sayang. Alex juga menghampiri dua pria kecil yang sedang duduk bersama Will di sofa.


"Abang sama adek ikut sama aunty pergi jalan dulu ya." Alex memberi Arelsa pada Tasya yang dari tadi bergerak menghindari ciuman dari Tasya.


"Tolong jagain mereka untuk kakak sayang." Alex mengatakan setelah Arelsa berada dalam gendongan Tasya. " Siap bos." Tanpa membantah Tasya dengan senang hati menjaga ponakan kesayangan.


Alana semakin kesal dengan apa yang Alex lakukan. Anak - anaknya akan di bawa Tasya itu ber arti ia akan ber dua saja bersama ex di Mansion.


Tasya juga Will pergi menyisakan Alex Alana di ruangan yang berada di Mansion tersebut.


Lama diam, Alana bicara menanyakan perihal Alex yang menyuruh Tasya menjaga tiga malaikat kecil mereka.


"Kenapa menyuruh Tasya menjaga anak - anak? Alana menatap marah pada Alex yang di tatap malah tersenyum."


tanpa menjawab pertanyaan dari istri kecil yang nakal itu, Alex mengendong Alana di pundak seperti karung beras pria itu.


Tentu perbuatan Alex membuat Alana kesal juga marah. "apa yang kamu lakukan ha, turunkan aku" Alana teriak marah pada Alex yang hanya diam saja. Alex membawa Alana ke lantai dua dimana kamar mereka berada di Mansion mertuanya.


Sampai di kamar Alex membuka pintu tidak lupa mengunci setelah mereka berdua di dalam kamar. Alex menurunkan Alana menatap Alana dengan lapar.


Alana mulai gelisah melihat tatapan Alex pada dirinya saat ini. Perasaan was - was Alana rasakan jangan sampai ia harus berakhir di ranjang melakukan olahraga panas bersama pria yang berstatus suami nya ini.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2