
Pagi Hari
Sungguh tidur Alana sangat nyenyak semalam, entah ngidam Alana kesampaian atau karena tidur dalam pelukan dari sang suami arogan nya itu.
Alana yang tidak mau menganggu tidur Alex, dengan pelan mengangkat tangan yang sedang memeluk perutnya dengan hati - hati.
Alana pagi ini akan meminta izin pada Alex untuk ke kampus. Mengingat Alana sedang menyusun skripsi dan sebentar lagi akan wisuda, jadi Alana harus semangat agar bisa mengejar impiannya.
Walaupun orang tua Alana semasa hidup tidak mempedulikan pendidikan Alana. Alana kuliah pun dengan beasiswa prestasi yang ia dapat untuk melanjutkan di salah satu universitas elit di kota xx saat ini.
Lima belas menit Alana sudah selesai mandi lalu ke ruang walk in closet bersiap untuk ke kampus.
Alana keluar dari walk in closet tidak melihat Alex di kasur. Tak lama Alana mendengar air di kamar mandi.
Alana berlalu menyiapkan pakaian kantor Alex, mengingat hari ini hari kerja pasti Alex akan kek kantor pikir Alana.
Alana yang sedang memilihkan pakai Alex tidak menyadari Alex yang sudah ada di belakang Alana berdiri dengan handuk yang hanya melilit di pinggang Alex.
Alana berbalik dan terkejut dengan kehadiran Alex, Alana tak berkedip melihat tubuh suaminya yang terdapat kotak kotak dan memanjakan mata Alana.
"hmm" deheman Alex membuat Alana tersadar, sudah puas melihat? Ujar Alex seraya berjalan mendekati Alana yang sedang mematung.
Alana yang ketahuan Alex langsung menunduk kepala karena malu.
"Kenapa muka kamu merah?" Alex menyentuh pipi Alana dengan lembut, Alana hanya diam saja kuping Alana juga ikut memerah apa lagi Alex menyentuh nya.
Alana hanya menggeleng kepala menjawab pertanyaan dari Alex.
Alex mengangguk kepala mengerti jawaban dari Alana.
Alex memakai baju di depan Alana tanpa malu, sedang Alana sedang menahan malu atas perilaku Alex yang tidak ada malunya.
Selesai memakai baju, Alex menyuruh Alana memakai kan dasi untuk Alex.
Alana berjalan mendekat pada Alex mengambil dasi untuk di pakai kan pada suaminya.
Alana sedikit kesusahan memakai kan Alex dasi, Alana yang hanya setinggi dada Alex sedang Alex yang tingginya 189 cm membuat Alana harus berjinjit memakai kan Alex dasi.
"Kenapa kamu pendek sekali" Tanya Alex sambil menunduk ke arah Alana agar memudahkan memakai kan dasi untuknya.
"Tuan saja yang ketinggian", Bukan saya yang pendek, kesal Alana karena Alex mengatai tubuh Alana yang pendek.
Alex dan Alana turun kebawah untuk sarapan sebelum Alek kekantor, Alana yang ke kampus.
__ADS_1
Alana bersiap ke kampus setelah kepergian Alex ke perusahaan Smith group. Alana di antar oleh supir pribadi yang ditunjuk oleh Alex untuk menjadi supir pribadi Alana jika berpergian, mengingat Alana yang sedang hamil anak - anaknya.
Tiba Alana di kampus, terlihat seorang pria yang menunggu Alana di area parkiran."Al..! Alana yang mendengar nama nya dipanggil menoleh ke sumber suara terlihat Rido sedang tersenyum pada Alana.
Rido memang sudah lama menyukai Alana, tiap kali Rido mendekati Alana selalu saja di tolak secara halus oleh Alana. Bukan Alana tidak tahu kalau seniornya itu menaruh hati pada Alana.
Dan sekarang Alana juga sudah menikah tidak ada lagi kesempatan untuk pria lain.
Rido berjalan mendekati Alana yang hanya tersenyum melihat nya.
"Kamu kemana aja Al"? karena sudah beberapa hari Rido mencari Alana dan sampai bertanya pada teman sekelas Alana pun tidak tahu. Wajar saja kalau mereka tidak ada yang tahu keberadaan Alana, sedangkan Alana saja tidak memiliki teman di kampus itu.
"Aku ngak kemana - mana kok kak, cuma ada urusan aja sedikit dan tidak datang ke kampus dulu". Tidak mungkin kan aku bilang aku tidak masuk kampus karena acara menikah gumam Alana membatin.
"Sedang kan kak Rido aja yang mengajak aku pacaran, aku ngak mau apalagi kalau mendengar kalau aku sudah menikah". Gumam Alana sambil melirik Rido yang sedang melihat Alana penuh kerinduan tapi Alana hanya menganggap Rido sebagai teman dan tidak lebih.
"Selesai dengan urusan kamu nanti, kita makan siang bersama nanti mau kan al"? Rido mengajak Alana untuk makan siang dengan penuh harap berharap gadis pujaan hatinya mau walau Alana tidak menerima cinta Rido.
Alana sebenarnya ragu untuk menerima ajakan Rido, takut Alex salah paham pada Alana nantinya. walau antara Alex dan Alana belum ada kata cinta, Alana sebagai istri harus menjaga jarak dengan pria lain.
Tanpa Alana sadari, interaksi keduanya sudah ada yang ya melapor kan pada tuan mereka.
Semenjak kejadian malam dimana Alex dan Alana menghabiskan malam bersama, Alex sudah menepatkan pengawal bayangan untuk Alana tanpa di sadari oleh Alana .
Alana yang tidak tega dengan ajakan Rido akhirnya menerima tawaran makan siang bersama di sebuah restoran.
Alex yang lagi ada meeting dengan klien di restoran, dimana Alana dan Rido juga ada di restoran tersebut.
Alex yang melihat Alana dengan pria lain makan berdua mengepal tangannya untuk menahan emosi yang siap meledak kapan saja tanpa di minta.
"Kita langsung pulang, perintah Alex pada sang asisten". Will mengangguk tanpa bertanya pada Alex.
"Anda membangun kan singa yang lagi tidur nona" gumam Willi sebelum keluar sempat melihat Alana yang lagi asyik ngobrol dengan Rido dan tidak mengetahui keberadaan Alex juga di restoran tersebut.
Pukul 19.00
Alana yang baru pulang semenjak berangkat ke kampus pagi tadi tidak tahu apa yang akan terjadi pada dirinya setelah masuk di mansion Alex.
Alana tidak mengetahui jika Alex sudah ada di mansion dari siang tadi setelah melihat Alana dengan pria lain di restoran.
"Kemana aja kamu jam segini baru pulang, sudah puas menghabiskan waktu dengan pacar kamu" tanya Alex menatap Alana dengan tatapan elangnya.
Alana terkejut dengan pertanyaan Alex padanya, apa maksud Alex dengan pacar.
__ADS_1
Alana hanya menggelengkan kepala bahwa tuduhan Alex pada nya tidak benar.
Melihat Alana hanya diam saja, semakin membuat darah Alex mendidih karena tidak kunjung mendapatkan jawaban dari Alana.
Alex berjalan mendekati Alana dan menyeret Alana ke lantai dua dimana kamar Alex dan Alana berada.
Setelah sampai di kamar Alex langsung mengunci dan membawa Alana ke kamar mandi.
Alex membuka pakaian Alana dengan pelan walau Alex sedang emosi tidak mungkin ia melukai fisik Alana mengingat Alan yang sedang mengandung anak - anaknya.
Awalnya Alana ingin menolak atas perlakuan Alex padanya, namun melihat tatapan Alex seperti singa yang akan memangsa musuhnya Alana tidak jadi menolak atas apa yang Alex lakukan pada tubuhnya.
Setelah membuka seluruh pakai Alana Alex memasukan Alana dalam bathtub untuk menghilangkan bekas pria lain pada diri Alana. Alex tahu Alana tidak melakukan hal - hal yang aneh tapi tetap saja Alex tidak terima miliknya dekat dengan pria lain selainnya.
Selesai memandikan Alana bak anak kecil yang dimandikan ibunya Alana Hanya menurut saja apa yang dilakukan Alex pada dirinya.
Keluar dari kamar mandi, Alex memakai kan Alana lingie, Alana yang melihat pakaian yang diberikan kan Alex membulatkan matanya melihat baju yang kurang bahan itu.
"Pakai ini setelah itu kamu akan menerima hukuman dari saya karena berani berduaan dengan pria lain diluar sana" Alex memberi lingerie yang ia pilih untuk Alan pakai.
Alana yang takut Alex akan tambah marah jika menolak perintah dari Alex menurut saja apa yang disuruh Alex padanya, Toh lingerie yang ia pakai juga di depan suaminya bukan orang lain dan halal juga.
Alana yang selesai memakai pakaiannya segera masuk dalam selimut untuk menutupi bagian tubuh yang jelas terlihat oleh baju kurung bahan itu.
Alex yang melihat tingkah Alana tersenyum tipis.
Alex mendekati alana dan menyikap selimut yang berada di tubuh Alana ngak perlu ditutup nanti juga akan dibuka ucap Alex membawa Alana duduk di pangkuan Alex.
"kamu tahu apa hukuman untuk kamu"? Muka Alex sudah berada di ceruk leher Alana menghirup aroma tubuh Alana. Alana semakin gugup dengan posisi yang berada di pangkuan Alex.
***
Selesai dengan bersih bersihnya Alex naik ke atas ranjang bersama Alana. Alex menyingkap selimut yang di pakai Alana dan mencium perut Alana tanpa tertutup sehelai pun, "anak - anak Daddy baik baik di dalam sini Daddy menunggu kehadiran kalian sayang, ucap Alex mencium kening Alana yang akan menjadi ibu dari anak - anak kelak".
Alana yang lebih dulu ke alam mimpinya tanpa sadar memeluk tubuh Alex. Seperti yang ia lakukan setiap tidur dengan Alex.
Bersambung
Selamat membaca 💞
Semoga suka 💞
jangan lupa like dan komen 💞
__ADS_1