BABY TWINS MAFIA AROGAN

BABY TWINS MAFIA AROGAN
49. Trauma


__ADS_3

Evan berjongkok di hadapan dokter Sasa yang hanya menatap kosong. Segera Evan mengendong dokter Sasa untuk di letakan lagi ke ranjang king size di kamar hotel tersebut.


Tanpa memperdulikan dokter Sasa, Evan menarik kaki dokter Sasa kemudian menyibak selimut yang menutupi area bawah milik dokter Sasa yang memberikan rasa nikmat padanya untuk di lihat.


"Apa sakit sekali"? Evan bertanya pada dokter Sasa tanpa mengalihkan pandangan yang lihat saat ini.


Dokter Sasa tidak mempedulikan apa yang di tanya oleh pria di hadapannya hal tersebut memancing kemarahan Evan.


"Kamu tidak dengar apa yang saya tanya"? Evan beralih menatap dokter Sasa yang hanya menatap kosong.


Evan beralih melihat pergelangan tangan dokter Sasa yang memerah akibat di ikat malam tadi sehingga kulit dokter Sasa yang putih mulus terlihat oleh mata tajam Evan.


Tanpa mempedulikan keputusan asaan wanita di hadapan nya, Evan segera mencari kotak obat yang terdapat di laci


Evan dengan lembut mengobati pergelangan tangan dokter Sasa sesekali pria itu akan meniup tangan dokter Sasa walau wanita itu tidak menunjukkan kesakitan.


Selesai mengobati dokter Sasa Evan segera membawa wanitanya ke kamar mandi agar bisa membersihkan diri.


Tiga puluh menit Evan maupun dokter Sasa selesai dengan acara mandi mereka. Evan mengendong dokter Sasa ala bridal style meletakan wanitanya di atas ranjang sebelumnya ia telah Menganti sprei dengan yang telah bersih.

__ADS_1


Reaksi dokter Sasa masih tidak bergeming jika pria yang di hadapannya saat ini mengajak bicara.


Evan tetap lah Evan, tidak peduli dengan reaksi yang di tunjukan oleh wanita itu.


Evan keluar dari kamar hotel. Namun sebelum itu, ia mendekat pada dokter Sasa yang masih menatap kosong, memberi ciuman di kening kemudian beralih pada bibir mungil merah alami dokter Sasa yang buat candu baginya. Ia akan ke kantor karena ada meeting penting pagi ini. Siang baru ia akan berkunjung kembali menemui wanitanya.


Beberapa saat setelah kepergian Evan. Dokter Sasa yang lelah akhirnya tertidur kembali dengan air mata yang masih membasahi pipinya yang putih.


Marvelo sedang bersiap untuk menjemput sang adik yang ia antar di hotel semalam, demi menghilangkan jejak orang yang ingin mengetahui indentitas adiknya.


Di depan kamar hotel. Marvelo terus mengetuk pintu namun tak kunjung mendapat jawaban dari sang adik. Karena dirinya yang punya akses bebas masuk memutuskan untuk membuka pintu.


Evan keluar dari hotel sambil sesekali tersenyum seperti orang gila mengingat kegiatan panasnya bersama dokter Sasa malam tadi.


Dirinya bertekad akan segera menyelesaikan urusan kantor untuk kembali ke hotel melanjutkan kegiatan seperti malam tadi.


...*****...


Alex selesai melakukan video call bersama sang istri juga gadis kecilnya segera melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda.

__ADS_1


Asisten Will sekaligus sahabat dari Alex mengetuk pintu ruangan atasnya. Setelah mendapat izin, Will membuka pintu ruangan Alex untuk memberi tahu perihal undangan salah satu rekan bisnisnya yang merayakan hari pernikahan dan mengundang Alex salah satu pemegang saham terbesar.


Alex mengangguk mengerti apa yang di sampaikan oleh Will asisten nya itu. "Kamu sebaiknya ikut juga Will".Melihat wajah tidak mengerti Will Alex melanjutkan ucapannya.Lebih ramai lebih bagus hanya itu yang Alex ucapan setelah nya ia langsung melanjutkan pekerjaan tanpa mempedulikan sang asisten yang sedikit bingung dengan ajakan sang bos.


Sore hari baik Alex maupun Will telah siap untuk pulang. Jalan sudah macet karena jam pulang orang bekerja. Alex harus bersabar dengan macetnya jalan. Yang biasanya ia akan pulang setelah melewati macet. Tapi tidak untuk sekarang karena ada istri, gadis kecilnya juga dua jagoan yang menunggu kepulangannya.


Sekitar empat puluh menit Alex telah sampai di mansion mewahnya melewati pagar yang menjulang tinggi setelah di buka oleh penjaga gerbang di kediaman nya.


Alex keluar tanpa menunggu Will membuka kan pintu seperti biasa. "Lo mau singgah dulu atau langsung pulang"? Alex bertanya pada Will memang jika bukan jam kantor baik Alex maupun Will tidak akan memakai bahasa formal.


"Sebaiknya gue baik aja. Uda sore juga". Namun belum sempat Will membuka pintu terdengar suara yang memanggil dirinya khas suara anak kecil.


"Uncel". Arelsa berjalan mendahului mommy nya agar segera menyusul Daddy yang sedang berdiri tak jauh darinya saat ini.


Willi memandang gadis kecil yang setengah berlari itu mendekat ke arah mereka.


Arcelio Arselio hanya berdiri di teras untuk menunggu. Seperti biasa akan melihat drama terlebih dahulu yang di buat sang adik.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2