
Alana menurut aja apa yang di katakan Tasya untuk membeli apa yang kakak inginkan jangan dipikir soal harga. itulah kata yang terngiang - terngiang di benak Alana saat ini.
Selesai memilih apa yang di inginkan Alana maupun Tasya menghampiri kasir untuk membayar belanjaan mereka.
"Kak de", mendengar suara sang adek Demian menghampiri Tasya yang ada di depan kasir.
"Uda selesai"? Demian bertanya pada Tasya sambil melirik apa yang di atas meja kasir Demian bisa melihat belanjaan adek serta kakak iparnya itu.
"Uda giliran kakak". Tasya menyuruh Demian membayar belanjaan Tasya juga Alana.
"Mau kemana lagi? Will melirik Alana Tasya bergantian".
"Makan, Tasya uda lapar kakak ipar pasti lapar juga, iya kan kak"?.
"Alana mengangguk, jujur ia juga lapar".
"Ok sekarang kita makan". Demian menerima pesan Alex sudah menunggu mereka karena selesai dengan meeting di restoran ini.
Mereka ber empat menuju restoran. Ruangan VIP menjadi tujuan mereka. Alana yang melihat Alex sudah di dalam ruang itu bingung kenapa ada Alex di sini.
"Sudah selesai"? Alex bertanya setelah orang yang baru masuk lebih tepat pada Alana yang berjalan kearah Alex duduk di samping suaminya itu.
"Uda". Alana
__ADS_1
"Apa aku akan di hukum nanti sama suamiku", Alana takut mendapat hukuman dari Alex karena telah membeli pakaian yang begitu mahal.
"Mau pesan apa"? Alex bertanya pada Alana yang dari tadi hanya diam saja lebih tepat melamun, entah apa yang di pikir oleh Alana Alex pun tidak tahu.
Alana yang terkejut mendengar suara Alex seketika menoleh ke sumber suara ternyata Alex sedang menatap Alana.
"Mau pesan apa"? Alex mengulangi pertanyaan ke pada Alana. Jujur Alex mau bertanya pada Alana mengenai kegiatan yang di lakukan bersama Tasya tapi nanti aja ketika sampai di rumah untuk bertanya pikir Alex.
Mendengar kata makan dari Alex Alana langsung lupa dengan ke khawatiran yang memenuhi kepala Alana.
Alana yang mendapat tawaran dari Alex mau pesan apa berbinar untuk mengatakan pada Alex apa yang ia mau, namun mengingat berapa nominal banyak yang ia belanja tadi bersama Tasya langsung mengurung niat untuk makan yang ia mau.
" Nasi goreng sama minum jus apel aja". Dengan tidak semangat Alana menyampaikan pada Alex.
"Iya, Alana kembali mengangguk". Kalau saja tidak takut di marahi Alex soal belanjaan tadi pasti saat ini Alana sudah memesan makanan yang begitu banyak.
Willi yang dari tadi memperhatikan Tasya memilih makanan tersenyum tipis. Tidak menyangka akan jatuh cinta pada gadis kecil bahkan masih mengenakan seragam SMA.
Selesai makan, mereka semua kembali tapi tidak seperti awal merekam datang. Sekarang Alex pulang bersama Alana, Willi mengantar Tasya pulang ke Mansion Smith sedang Demian kembali lagi ke kantor karena ada pekerjaan yang harus di selesaikan.
Alex dan Alana telah sampai di Mansion Alex. Alana makin takut karena sebentar lagi akan mendapat hukuman dari Alex pikir Alana.
"Kamu kenapa"? Dari tadi saya perhatikan gelisah terus". Alex yang dari tadi menahan apa yang ia ingin tanya pada Alana.
__ADS_1
"H..honey Alana gugup mau bicara pada Alex, maaf hanya itu kata yang keluar dari mulut Alana yang makin buat Alex bingung".
"Kenapa minta maaf"? Alex heran kenapa Alana minta maaf apa dia buat salah yang Alex tidak tahu. Batin Alex menunggu kalimat Alana selanjutnya.
"Tadi aku belanja banyak banget". Aku uda bilang sama Tasya ngak usah belanja di situ karena harganya mahal - mahal, tapi Tasya bilang tidak perlu memikirkan harga yang penting belanja saja.
Mendengar penjelasan dari Alana sekarang Alex tahu kenapa Alana dari tadi tidak tenang karena ini rupanya.
"Baiklah", Itu semua tidak gratis. Tentu Alex tidak akan membuang kesempatan emas ini untuk memberikan hukuman pada istri kecilnya itu.
"Kamu harus di beri hukuman dengan senyuman misteri yang ia tunjukan pada Alana".
Alana yang melihat senyum Alex makin gugup. "Kan apa aku bilang coba pasti hukuman lagi". Batin Alana
"H.. hukuman apa honey"? walau gugup di lihat Alex Alana tetap bertanya pada Alex.
Bersambung
Selamat Membaca 💞
Semoga Suka 💞
Jangan lupa like dan komen 💞
__ADS_1
Terima Kasih 💞