
Alex Alana saling membantu untuk mengurus ketiga buah hati mereka, seperti saat ini selesai Alana memandikan putri kecilnya karena kondisi Arelsa yang sudah sehat tidak panas lagi seperti malam tadi.
Alex bergantian dengan Alana untuk memandikan dua jagoannya. Tiga puluh menit ke tiga pria beda usia itu keluar dengan handuk yang melilit di pinggang kecil Arcelio Arselio.
Alana dengan telaten memakai kan baju untuk dua jagoan nya. Arelsa sedang duduk di meja rias kecilnya sedang sibuk memakai bedak me up yang gadis itu tahu yang sering melihat Alana memakai nya.
Selesai dengan tiga anaknya baik Alana dan Alex membawa anak - anaknya keluar untuk sarapan. Arelsa yang di gendong oleh Alex sedang Arcelio Arselio berjalan di depan tanpa mau di gandeng oleh Alana.
Semua sudah berkumpul di meja makan. Mommy Jasmine mama Jane tersenyum ketika melihat gadis kecil yang malam tadi yang membuat mereka khawatir sudah kembali tersenyum.
Arelsa masih merebahkan kepala kecil itu di leher sang Daddy sebelum sampai di meja makan. "Cucu Oma uda sehat"? Mendengar suara yang tak asing Arelsa mengangkat kepalanya melihat siap yang bicara senyum gadis kecil Alex dan Alana itu makin lebar melihat omanya bahkan semua ada di rumahnya.
"Oma", Arelsa minta di turunkan dari gendongan Alex berlari mendekati omanya itu. Hati - hati sayang Alana peringatan Alana pada sang putri.
Mommy Jasmine memeluk gadis kecil itu serta memberi ciuman di kening sang cucu cantiknya yang sangat manja pada putra nya itu dengan sayang.
Arcelio Arselio berjalan santai hanya melihat adik mereka yang sangat manja pada keluarga terutama pada Daddy mereka.
__ADS_1
Semua sudah duduk di kursi masing-masing. Para wanita melayani suami mereka masing-masing. Alana mengambilkan nasi serta lauk untuk suaminya tak lupa juga untuk anak-anak nya. Seperti biasa Arcelio Arselio sudah bisa makan sendiri namun berbeda dengan Arelsa yang masih di suapi oleh Alana.
Daddy Andrian yang dari tadi diam buka suara bertanya pada Alex putra pertama nya itu mengenai pekerjaan di luar kota Yang ia tinggal pada Will sayang asisten.
"Bagai mana dengan pekerjaan di luar kota yang kamu tinggal pada Willi Lex"?
"Udah beres dad, aku serahkan sama Will". Jawab Alex melihat Daddy Adrian yang juga menatap nya saat ini.
Daddy Andrian tidak lagi bertanya hanya mengangguk dia percayai dengan kemampuan sang putra pertama nya itu.
Arelsa mengalihkan pandangannya melihat Tasya yang tersenyum padanya. "Uda aunty, Alana mewakili Arelsa menjawab".
Tasya beralih melihat Arcelio Arselio yang fokus memakan makanan yang di ambilkan oleh Mommy mereka tidak berniat ikut terlibat dengan pembicaraan aunty cantik mereka.
Tasya yang melihat tingkah dua ponakan kecilnya itu pun geleng kepala."Masih kecil, tapi sikap mereka arogan sama persis seperti Daddy mereka".
*****
__ADS_1
Di perusahaan Evan yang sejak tadi datang tanpa sarapan bersama keluarga demi turun tangan sendiri untuk mencari tahu tentang gadis yang telah berhasil membuat hatinya tertarik. Ia akan menjadi penguntit untuk sementara demi mencari di mana tempat tinggal gadis nya.
Percuma suruhan bawahannya yang tidak bisa di andalkan sampai sekarang belum bisa menemui indentitas gadisnya.
Ya Evan Sudan mengklaim dokter Sasa sebagai gadisnya semenjak wanita itu dengan beraninya melarang diri nya untuk masuk ke ruangan Alana di rawat, sampai terjadi per perdebatan dengan dirinya di depan pintu ruangan Alana di rawat kala itu.
Hampir satu jam Evan di dalam mobil di parkiran rumah sakit demi menunggu gadis yang ia incar. Namun sayang sekali yang di tunggu tidak juga menampakan batang hidung nya.
Tiba - tiba ada mobil yang berhenti tepat di lobi masuk dan keluarlah orang yang ia tunggu dari tadi.
"Dengan siapa dia pulang"? Evan tidak bisa melihat orang di dalam mobil yang menjemput dokter Sasa karena kaca mobil yang digunakan tidak tembus pandang dari luar.
Maaf kakak kakak yang setia membaca karya aku. Baru bisa up karena kesibukan author di dunia nyata.
Selamat Membaca
Bersambung
__ADS_1