BABY TWINS MAFIA AROGAN

BABY TWINS MAFIA AROGAN
55. Kecil berkuasa


__ADS_3

Alex bernafas lega ketika gadis kecilnya berhenti menangis. Alex memangku Arselio karena pria kecilnya itu tidak di izinkan untuk mendapat ASI dari mommy akibat ulah Arelsa yang melarang.


Sambil menunggu Arelsa yang masih menikmati ASI, Alex mengajak Arselio untuk bermain agar pria kecilnya tidak merasa di beda bedakan oleh mereka karena mendahului keinginan adik mereka.


Arcelio yang sejak tadi melihat dengan tenang segera pria kecil Alex itu mendekat arah Alex bergabung dengan Daddy mereka.


Alana melihat tiga pria kesayangan nya sedang bermain menunggu giliran mereka untuk mendapat jatah dari Mommy.


Arelsa yang fokus mendengar gelak tawa dari tiga pria beda usia itu segera menoleh melepaskan mulutnya dari ****** Alana seketika bikin Alana meringis.


Alex yang mendengar ringisan Alana menoleh melihat apa yang terjadi. Alex menelan Silvanya melihat benda menggantung yang masih ber ayun ayun tanpa berkedip. Arelsa beranjak dari pangkuan Alana berjalan mendekati tiga pria yang sedang asyik tertawa.


Arelsa langsung mencari posisi untuk duduk di pangkuan Alex. Gadis kecil itu tidak bisa melihat miliknya di kuasai oleh orang. Arcelio Arselio berdiri membiarkan apa yang ingin adik mereka lakukan. Dua pria kecil itu berjalan mendekati sang mommy giliran mereka untuk mendapat ASI.

__ADS_1


Sasa termenung apa yang harus ia lakukan ke depan dengan dirinya yang saat ini. Kenapa pria yang menodai dirinya begitu marah ketika mendapati dirinya di dalam kamar hotel itu. Masih ingat olehnya kata - kata menyakitkan yang di tuduhkan oleh pria itu padanya.


Memang dirinya tidak semudah itu untuk mendapat akses untuk bisa masuk ke ruangan private yang ada di hotel tersebut. Jika bukan karena kakak nya Marvelo jangan harap dirinya bisa sampai di kamar itu dengan mudah karena orang - orang tertentu saja yang bisa mendapat akses salah satunya Marvelo sudah jelas pria itu merupakan sahabat dari pemilik hotel bintang lima yang di tempati Sasa.


Mommy Kea masuk melihat Sasa gadisnya yang sedang melamun. "Kamu uda bangun sayang? Mommy kea menghampiri Sasa membawa sarapan bubur untuk gadis kesayangan keluarga itu" Sasa tersenyum tipis melihat kedatangan sang Mommy ke kamarnya wanita yang telah melahirkannya yang begitu sayang pada dirinya meski masa depannya sudah hancur oleh pria brengsek.


Mom. Suara Sasa terdengar lirih ketika memanggil mommy Kea. Mommy Kea duduk di tepi ranjang menghapus jejak air mata di pipi putih mulus milik putrinya.


Setelah melihat Sasa tenang, Mommy Kea menyuapi Sasa bubur untuk memulihkan tenaga wanita itu karena sudah beberapa hari ini tidak berselera makan.


Sasa tersenyum agar wanita yang melahirkan serta memberi kasih sayang pada dirinya itu tidak bersedih melihat keadaan yang ia alami.


Di ruang rapat, semua karyawan berharap rapat kali ini cepat selesai agr terbebas dari amukan sang CEO yang beberapa hari ini marah - marah jika mendapati pekerjaan yang tidak beres oleh bawahan meski itu salah titik saja.

__ADS_1


Mengapa kalian lelet sekali cuman buat laporan bulanan, apa gaji yang di berikan oleh perusahaan pada kalian masih kurang. Evan masih saja melempar laporan bulanan yang ia anggap tidak beres ke atas meja dengan kasar. Mood nya akhir akhir ini memang rusak di tambah orang yang ia suruh untuk mencari tahu i formasi wanitanya belum juga bisa.


Shut. Evan berdiri meninggalkan ruang rapat yang masih gantung itu menyisakan sekretaris serta bawahan yang lainnya.


Untung dirinya mempunyai sekretaris yang bisa di andalkan. Karyawan yang ada di ruangan itu bernapas lega meski tinggal sekretaris dari CEO yang sebelas dua belas dengan sang bos namun lebih baik dari pada mendengar makian dari CEO mereka.


Marvelo yang ingin melihat kondisi sang adik harus mengurungkan keinginannya karena penjaga gerbang mendapat perintah dari tuan besar nya tidak mengizinkan dirinya masuk ke mansion tanpa izin dari beliau.


Bersambung


Tinggalin jejak biar author tambah semangat


Terima kasih 💞

__ADS_1


__ADS_2