
Alex maupun Alana juga tidak kunjung turun menemui ke tiga malaikat kecil yang mereka tinggal bersama Tasya juga Will. Tasya berinisiatif untuk membawa ke tiga ponakan ke kamar tentu ia akan meminta bantuan pada Will.
"Kak Wil, apa bisa bantu Tasya bawa mereka ke kamar?" Tasya beralih menatap tiga ponakan yang tengah tertidur pulas di karpet tebal ruang keluarga Tasya tidak tega melihat itu.
Willi mengangguk tanda ia tidak keberatan untuk itu. Tasya memerintahkan Will untuk duduk di sofa, sementara dia akan membantu Will untuk mengendong ke dua ponakannya untuk di letakan di sebelah kiri dan kanan mengendong Arcelio Arselio secara bersamaan tentunya. Dilihat dari tubuh kekar Will tentunya tidak kesulitan bagi pria itu. Selesai dengan dua ponakan tampannya. Tasya mengendong si cantik Arelsa yang tidak sama sekali terganggu karena di gendong oleh aunty cantiknya itu.
Tasya lebih dulu berjalan di depan sedangkan Will mengikuti dari belakang. Di dalam lift baik Will maupun Tasya hanya diam saja ke dua orang dewasa itu seperti menjaga buah hati mereka.
Sampai di kamar. Tasya terlebih dahulu meletakan tubuh mungil Arelsa di dalam boks bayi. Baru membantu Will untuk mengambil Arselio dari gendongan pria itu. Sedang Arcelio diletakan oleh Will sendiri kedalam boks bayi.
Tasya juga Will sama - sama canggung dengan keadaan mereka saat ini. Lama diam akhirnya Will yang terlebih dahulu bersuara.
Saya mau ke kamar. Kamu di sini aja temani mereka. Willi keluar meninggalkan Tasya di kamar begitu saja tanpa menunggu jawaban gadis itu.
Sampai di depan pintu kamar, will menghela napas sambil memegang dadanya yang berdebar. "Kenapa seperti anak abg saja."Batin Will mengingat jantung yang berdebar saat berdekatan dengan pujaan hati nya yang ia pendam sendirian tanpa di ketahui oleh gadisnya.
Wajah Tasya yang begitu dekat saat meletakan tubuh Arcelio Arselio untuk ia gendong sampai Willy bisa merasakan hembusan nafas Tasya saat gadisnya begitu dekat.
***
__ADS_1
Alex tersenyum sumringah melihat Alana yang terkejut karena kehadiran dirinya yang tiba - tiba di kamar mereka, saat Alana tengah memeriksa bagian intimnya untuk memastikan dirinya datang tamu bulanan atau tidak.
"Kenapa wajah kamu tegang gitu sayang. Alex berjalan mendekati ibu dari anak-anaknya itu dengan ekspresi yang sulit di artikan oleh Alana." Alana dengan cepat menutup kembali apa yang barusan ia lakukan.
" Kenapa di sini. Lalu bagaimana sama Abang sama adek? Alana pikir Alex tidak akan naik keatas menyusul dirinya yang hanya ingin memastikan sesuatu.
Alex tidak menjawab justru mendekat ke arah istri nya untuk melakukan apa yang ia tahan ketika melihat apa yang di lakukan oleh Alana tadi.
"Sayang. Alex memeluk Alana mencium aroma tubuh Alana dari belakang." Entah kenapa dirinya saat ini menginginkan Alana.
Alana membiarkan apa yang dilakukan oleh suaminya. Alex yang tidak mendapat penolakan dari sang istri tentu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk kembali bercinta dengan Alana.
"Mereka pasti dijaga dengan baik oleh Tasya juga Willi. Jangan khawatir sayang, mereka pasti bisa di andalkan." Alana tidak lagi menolak saat suaminya mau bercinta saat ini.
Alex begitu lihai memberi rasa nikmat pada tubuh Alana. Entah sejak kapan pakaian yang ia pakai di lepas oleh suaminya. Alex tidak sabar untuk segera memasukan pusaka yang sejak tadi sudah mengeras.
Alex begitu menikmati olah raga malam mereka saat ini. Ia akan memberi bonus untuk asisten sekaligus sahabatnya nanti.
Tasya yang hendak merebahkan tubuhnya di ranjang menghentikan langkahnya yang mendengar suara rengekan kecil dari Arelsa. Segera gadis itu melihat ponakan di ranjang ternyata gadis kecil itu sudah membuka matanya melihat Tasya dengan mata bulatnya.
__ADS_1
"Kok cantik ini bangun sih. Kenapa sayang segera Tasya meraih tubuh kecil ponakan cantiknya." Arelsa tidak memilih orang untuk gadis kecil itu ber manja, seperti saat ini bahkan tidak memanggil Mommy nya yang ia lihat saat ini.
"Lihat abang udah tidur, tapi kenapa cantik ini malah bangun." Tasya membawa Arelsa menuju ranjang besar yang ada di kamar itu. Perlahan dirinya merebahkan tubuh mungil itu di ranjang dengan Tasya juga berbaring di sebelah Arelsa. Bahkan gadis kecil itu memeluk leher Tasya saat mereka sudah sama- sama di ranjang.
***
Marvelo sedang melihat adik nya yang ia jaga terbaring lemah di ranjang. Mengapa jadi begini, Pasti mommy akan sedih apalagi mendengar kondisi Sasa.
Marvelo mencium kening adiknya sebelum meninggalkan kamar Sasa.
Ia akan menanyakan siapa pria brengsek yang melakukan perbuatan tersebut pada sang adik. Untuk saat ini dia tidak bisa menanyakan melihat kondisi Sasa asik yang trauma berat setelah mengalami hal buruk itu.
Evan begitu murka mendengar laporan dari bawahannya. Untuk sekian kalinya ia gagal untuk mendapat informasi dari wanitanya. Siapa yang melindungi indentitas wanita itu kenapa begitu sulit mencari informasi tentangnya. Evan mengusap wajah frustasi.
"Brengsek. Awas saja jika ketemu, berani menyentuh milik gue akan gue habisi dengan mata memerah menahan emosi yang sudah di ubun-ubun.
*hi kakak yang masih setia membaca karyaku jangan lupa untuk like dan comen ya kakak. Karena author juga butuh masukan dari kakak kakak semua.
Terima kasih 💞
__ADS_1
Bersambung*