
Sayang, jangan lari -lari nanti kamu jatuh. Sasa mengejar pria kecil yang terus berlari ke sana sini dengan kaki mungil seakan tidak pernah lelah.
Kejal - kejal jangan berhenti. Ervan terus berlari di setiap sudut ruangan, Sasa terus menyusul kemana pria kecil yang terus berlarian. Udah dong sayang mami mau pergi kerja kamu jangan nakal, ayo cepat pakai baju. Ervan tidak memakai satupun untuk menutupi tubuhnya selesai mandi Putra kecil Sasa langsung keluar kamar waktu sang mami sibuk mencari pakaian ganti.
Mendengar Sasa bilang mau pergi kerja, Ervan berhenti dari aksi lari-lari mendekat Ke arah Sasa. Mau pasang baju. Pasti akan langsung mau pria kecil Sasa tahu nanti pasti ia akan di tinggal lagi bersama oma juga opa di rumah. Dan dia tidak mau itu terjadi.
"Mi. Elvan mau ikut mami" dengan muka seimut mungkin Ervan meminta pada Sasa agar dirinya di izinkan pergi juga bersama mami tercinta.
"Sayang mami mau kerja. Anak tampan mami di rumah dulu ya sama Oma opa juga" anak kecil tidak baik di rumah sakit. Sasa dengan sabar memberi tahu putra tersayang itu dengan lembut tiap akan berangkat kerja pasti akan ada drama antara dirinya dan juga Ervan.
Mi Elvan mau ikut. bicara saja belum lancar pria kecil Sasa kelakuan seperti orang dewasa. Melipat tangan di dada duduk di sofa terus melakukan aksi protes pada Sasa yang terus di tinggal.
Mommy Kea menghampiri dua orang yang masih saja berdebat tidak mau yang mengalah. Siapa katanya yang sudah bosan di rumah sama Oma. Mommy Kea duduk di sofa yang berseberangan dua orang yang masih berdebat.
__ADS_1
Elvan ngak bilang begitu Oma. "Elvan cuma bosan di rumah terus makanya mau ikut mami" bocah yang belum genap dua tahun berusaha merayu Oma ibu dari sang mami.
Oma mami kelja terus Elvan di tinggal. "Dengan bahasa cadelnya" Elvan kan Ngak ikut terus Oma. Sasa yang melihat drama yang di ciptakan pria kecilnya menarik nafas panjang kalau begini urusan pasti mommy Kea akan mendukung permintaan anaknya.
Mommy Kea tidak tega akhirnya menyetujui permintaan dari cucu kesayangan untuk ikut bersama Sasa ke rumah sakit.
Rumah sakit tempat Sasa bekerja saat ini rumah sakit yang di rekomendasi oleh Marvelo tak lain rumah sakit milik sahabatnya Evander yang ada di negara tempat Sasa tinggal saat ini.
Sasa keluar dari mobil setelah berhenti sempurna di area parkir di rumah sakit. Ervan memasang kaca mata hitam yang ia bawa tadi dengan angkuh tangan di masukan ke dalam saku celana berjalan di samping Sasa.
Sasa tidak habis pikir dari mana sifat pria kecil yang begitu angkuh berjalan di sampingnya saat ini. Ingat apa yang mami bilang tadi "jangan nakal" Sasa memperingati putranya karena pernah sekali dirinya membawa Ervan ke rumah sakit anak itu entah kemana menghilang berakhir putranya itu sedang bermain di lantai atas entah bagaimana bisa di lantai tersebut. Ruangan yang di khususkan pemilik rumah sakit.
***
__ADS_1
Alana membawa Arcelio Arselio ke kamar karena dua jagoan Alana sudah mengantuk. Alana mengandeng Arcelio Arselio di sebelah kiri kanan. Untuk mengendong dua sekaligus jujur Alana tidak kuat mengingat berat badan anaknya makin bertambah.
"My mau minum susu" Arselio mendongak melihat Alana agar mommy memberi susu. "Iya. Tunggu mommy buatkan untuk adek sama abang juga." Arcelio tersenyum pada Alana yang segera beranjak sudut ruangan yang memang di siapkan pantry khusus untuk menyiapkan susu buah hati mereka.
Pikiran Alana kembali melayang mengingat perkataan maha siswa/si yang bergosip tentang wanita murahan. Apa iya aku seperti itu" Alana membatin mengingat perkataan yang ia dengar tadi di kampus."
Alex menyelimuti gadis kecil yang telah masuk alam mimpi. Sebelum beranjak dari kamar, Alex memberi ciuman di kening gadisnya sebelum menyusul Alana di kamar dua jagoan mereka.
Alana masih saja melamun sampai Alex masuk ke kamar anaknya pun tidak ia sadari. Arcelio Arselio sudah tidur dengan botol susu yang masih setia di mulut masing - masing.
Kenapa melamun. Alex berdiri dimana Alana berbaring. Alana ter lonjak kaget dengan kedatangan Alex yang tiba- tiba di kamar buah hati mereka.
Bersambung
__ADS_1