
Evan akan kembali ke apartemen pribadi miliknya, usai meninggalkan rapat begitu saja. Mood pria itu benar - benar hancur kalau mengingat apa yang terjadi.
Suana apartemen di biar begitu saja dengan gelap gulita. Tidur berharap ketika bangun nanti mood dirinya kembali baik. Dibawah alam sadar pun Evan masih memimpikan wanita yang berhasil mengusik ketenangan hatinya setelah mereka melewati malam panas bersama.
Evan membuka mata kenapa tidak terpikir oleh dirinya untuk mencari informasi di mana wanita yang ia cari bekerja, pasti ada informasi lengkap di rumah sakit tempat bekerja.
Evan langsung beranjak dari berbaring keluar apartemen untuk ke rumah sakit milik sahabat sekaligus adik iparnya. Evan mengendarai mobil mewah itu dengan kecepatan tinggi karena merasa bodoh kenapa tidak terpikir olehnya jauh hari.
Tidak butuh waktu lama mobil mewah telah berhenti di pelataran rumah sakit. Evan berjalan cepat bagian informasi staf yang bekerja di rumah sakit. Sekali lagi pria tampan itu harus menelan pil pahit karena apa yang ia cari tidak ditemukan. Pihak rumah sakit mengatakan bahwa Dokter Sasa seminggu yang lalu telah mengundurkan diri dari rumah sakit alamat yang terdaftar hanya alamat kontrakan wanita itu.
__ADS_1
Evan mendatangi klub tempat biasa ia juga para sahabatnya kalau berkumpul. Evan duduk di depan meja minuman yang tersedia tak segan pria itu habiskan. Brengsek jika ku temukan tak akan aku beri ampun. Beraninya wanita itu menghilang. Evan sudah meracau tidak jelas dengan bersamaan Marvelo yang datang untuk menenangkan diri dengan minum - minuman.
Marvelo mengernyit mendapati sahabatnya di klub. "Ada masalah Lo?" Marvelo duduk di samping Evan yang masih setengah sadar pria itu melihat kedatangan Marvelo tidak menghiraukan apa yang di tanya sang sahabat.
***
Hari ini juga Alex akan berangkat ke negara xx untuk mengunjungi perusahaan cabang yang akan menjalin kerja sama dengan perusahaan xx.
Arelsa yang sedang asyik bermain boneka di ruang tamu di karpet tebal di temani Tasya memperhatikan sayang Daddy yang sudah rapi dengan tas di tangan. Arelsa membuang mainan je sembarang arah untuk mendekati Daddy nya.
__ADS_1
Tasya, Arcelio Arselio yang terkejut akibat ulah Arelsa yang melempar mainan yang menimbulkan suara mengalihkan perhatian mereka pada Alex juga Arelsa yang sedang berguling - guling di bawah kaki Alex. Gadis kecil Alex serta Alana itu sudah tahu dirinya akan di tinggal lagi dan ia tidak mau itu terjadi.
Alana segera mengendong Arelsa seperti akan merengek lagi seperti siang tadi. Alex mengambil alih putri kecilnya dari gendongan sang istri merayu agar gadis nya mau di tinggal olehnya. Sayang di rumah ya, sama Abang juga aunty Daddy pergi cuma sebentar. Nanti Daddy belikan adek boneka yang besar kalau pulang nanti. Berbagai rayuan akhirnya Alex bisa pergi dengan tenang.
Arelsa kembali lagi bermain di karpet tebal entah apa yang di coret - coret oleh gadis itu tidak mempedulikan sekitar.
Arcelio mendekati Alana begitu juga Arselio. Dua pria kecil Alana entah kenapa sejak kepergian tadi dua pria nya begitu manja. Untung Arelsa tidak mempedulikan apa yang di lakukan oleh dua Abang nya.
Bersambung
__ADS_1