BABY TWINS MAFIA AROGAN

BABY TWINS MAFIA AROGAN
47. Salah paham 2


__ADS_3

Evan menarik paksa dokter Sasa ke atas ranjang. Perlakuan Evan mendapat perlawanan dari dokter Sasa. Dokter Sasa berusaha melawan apa yang hendak di lakukan oleh pria yang berada di hadapan dirinya saat ini.


Karena terus berontak Evan dengan kesal turun dari ranjang mengambil dasi yang ia lempar sembarang di lantai kamar hotel tersebut.


Melihat itu dokter Sasa mengambil kesempatan untuk mencari keberadaan hp nya yang ia letak tidak jauh dari ranjang.


Belum juga menginjak lantai dokter Sasa di kejutkan dengan Evan yang sudah memegang pergelangan tangan dokter Sasa ke atas ranjang dan mengikat mengunakan dasi yang ia ambil tadi.


Dokter Sasa semakin takut saja apa yang di lakukan oleh pria yang menindih tubuhnya saat ini. Evan m*c*um leher jenjang dokter Sasa hingga meninggal kan jejak di sana.


Evan terus saja memberi kecupan di leher dokter Sasa. Puas bermain di leher dokter Sasa Evan beralih ke d*d* dokter Sasa yang emang dasar sudah b*s*r dan pas di tangannya.


Dokter Sasa semakin melawan tidak terima yang di lakukan oleh pria itu dengan seenaknya terhadap tubuhnya.


Karena posisi tangan yang sedang terikat dokter Sasa tidak dapat bergerak dengan leluasa untuk melawan. Evan mendaratkan bibirnya pada pucuk yang berwarna pink seperti belum pernah di sentuh itu karena emang kenyataan begitu.

__ADS_1


Evan yang sudah di kuasai oleh nafsu terus menyerang dokter Sasa sedikit kasar. "Kita ke intinya baby" setelah mengatakan itu Evan langsung memposisikan wajahnya pada bagian bawah kenikmatan milik dokter Sasa.


Dokter Sasa yang merasakan sebentar lagi pertahanan yang akan runtuh seketika tangisan nya pecah. Evan tidak mempedulikan gadis yang sebentar lagi yang akan menjadi wanita seutuhnya karena Evan pikir dokter Sasa sudah biasa melakukanya.


Evan membuka p*h*dokter Sasa sedikit lebar dan bersiap memasukan j*ni*r nya di inti milik dokter Sasa. Usaha pertama yang di lakukan Evan untuk membobol gawang milik dokter Sasa gagal. Sedikit mengunakan kekuatan dengan sekali hentakan berhasil membuat dokter Sasa berteriak karena merasakan milik Evan yang tertancap dengan sempurna di intinya.


Evan memeluk dokter Sasa sambil melepaskan satu ikatan tangan yang sejak tadi terikat karena terus saja mengganggu aktivitas senangnya.


Setelah Evan melepaskan satu ikatan tangannya dokter Sasa langsung saja memegang erat sprei untuk menyalurkan rasa sakit di bagian intimnya yang di paksa masuk oleh Evan.


Dalam posisi masih menyatu dengan dokter Sasa, Evan kembali membuka ikatan tangan dokter Sasa supaya ia bisa dengan mudah mengubah gaya dalam bercinta yang ia inginkan.


Dokter Sasa terus saja menangis tanpa mengeluarkan air mata. Evan menyelipkan rambut lurus hitam milik dokter Sasa kebelakang telinganya sambil men*ium dua bongkahan yang sejak tadi ia nikmatin.


Selesai melakukan kegiatan panas hampir tengah malam baik Evan maupun dokter Sasa tertidur dengan pulas di bawah selimut yang sama dengan Evan yang memeluk tubuh polos dokter Sasa.

__ADS_1


...*****...


Di mansion Alex, keluarga kecil itu sedang menikmati sarapan bersama tiga malaikat kecil mereka dengan tawa serta celotehan gadis kecil siapa lagi kalau bukan princes Arelsa.


Sesekali Alex akan menjawab entah apa yang di celotehan oleh gadis kecilnya itu namun ia tetap tersenyum melihat tingkah mengemaskan malaikat kecilnya.


Selesai sarapan, Alana juga tiga anaknya mengantar Alex ke teras depan untuk pergi kerja yang sudah di jemput oleh asisten Willi seperti biasa.


Arelsa masih di gendongan sang Daddy tidak mau di tinggal oleh gadis kecil nya itu. "Adek sama mommy juga Abang ya, Daddy mau kerja dulu nanti kita main lagi kalau Daddy pulang kerja ya sayang". Lihat lah pria yang selalu menampilkan wajah datar serta dingin itu sedang membujuk putri kecilnya dengan lembut dan senyum yang menghiasi wajahnya.


Setelah berhasil membujuk sang putri, Alex beralih melihat istri kecil nya yang sedang memperhatikan interaksi dirinya dengan Arelsa yang sejak tadi tidak mau lepas darinya. Dengan memberikan ciuman di kening Alana Alex berpamitan pada dua wanita kesayangan nya.


Jika menanyakan di mana dua jagoan Alex serta Alana, mereka memilih duduk di sofa sambil menonton film kesukaan mereka dari pada mengantar Daddy mereka. Bukan tidak mau hanya saja baik Arcelio Arselio tidak mau berdiri terlalu lama di depan pintu melihat drama adiknya yang akan sulit di bujuk untuk di tinggal kerja oleh Daddy mereka itu lah sebab dua pria kecil itu memilih sampai di ruang tamu saja mengantar sang Daddy.


"By by Daddy" Arelsa terus melambaikan tangan sampai mobil yang membawa Alex tidak lagi terlihat di pagar yang menjulang tinggi tersebut.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2