
Alana melihat Alex yang makin senyum menggoda. Sejak mereka pulang dari rumah saki, Alex tidak ada waktu berduaan dengan Alana. Alex bangkit dari ranjang mendekat ke arah Alana.
Alana yang melihat Alex mendekat mengikuti pandangan Alex yang terus melihatnya dengan senyum yang menggoda. "Kamu capek sayang? Alex duduk di sisi alana berbaring".
Alana hanya menggeleng pelan. Emang hari ini dia tidak terlalu capek kalau maksud Alex menjaga anak - anaknya, Karena Mommy Jasmine dan mama Jane yang selalu membantu Alana mengurus anaknya.
Alex langsung mendudukkan Alana dari ranjang kemudian mengendong Alana ala bridal style menuju sofa di kamar mereka.
Alana duduk di atas pangkuan sang suami membiarkan apa yang akan di lakukan Alex terhadap nya. Alex membuka satu kancing baju Alana sambil memegang satu p*y* d*r* Alana, "Apa ini masih ada? Kening Alana mengerut atas pertanyaan dari suaminya nya itu". Melihat wajah bingung Alana Alex lanjut berkata" ASI nya sayang".
Alana mengangguk, ASI Alana lancar walau ia memberi ASI pada tiga Anaknya. Alex kembali membuka kancing baju yang di pakai Alana sampai terlihat benda kembar itu dengan sempurna.
Alex memindahkan Alana ke sofa agar Alana merasa nyaman ketika ia menikmati milik Alana.
Alex menikmati ASI Alana seperti bayi tanpa gangguan. Jangan lupa tangan nakal Alex yang memainkan satu p*y* d*r* Alana yang nganggur. Alana membiarkan apa yang di lakukan Daddy dari anak - anaknya itu sesuka yang ia mau.
Alana yang sudah Mengantuk tidur dengan Alex yang masih menikmati kegiatannya.
Alex yang sudah puas melepas mulutnya dari p*n*i*g milik Alana. Melihat Alana sudah tertidur tidak terganggu dengan kegiatannya Alex pun tersenyum. Alex memakai kan kembali kancing baju Alana yang ia buka untuk menikmati ASI Alana tadinya.
Alex kembali mengendong Alana menuju ranjang. "Selamat malam sayang, Alex mencium kening Alana baru setelah itu ia pun juga tidur menyusul empat orang kesayangan yang harus ia jaga dan lindungi".
Pagi - pagi sekali Alana sudah terbangun karena mendengar suara tangisan dari Arelsa. Tidak biasanya Arelsa akan menangis seperti sekarang ini.
Alana berjalan menuju boks bayi di mana Arelsa tidur. Alana yang akan mengendong Arelsa terkejut dengan suhu badan anaknya yang lumayan panas.
Seketika Alana panik langsung mengendong Arelsa juga menangis dengan kondisi anaknya saat ini.
Karena mendengar suara tangisan yang menganggu tidur, mau tak mau Alex membuka mata melihat siapa yang menganggu tidurnya.
Alana yang melihat Alex membuka mata langsung menghampiri suaminya itu untuk memberi tahu keadaan putri kecilnya.
Alex yang berniat bertanya pada Alana tidak jadi karena Alana lebih dulu memberitahu. "Honey adek, adek badannya panas". Lihat lah wanita yang baru beberapa hari menjadi ibu itu sampai menangis melihat kondisi anak-anaknya.
__ADS_1
Alex berusaha setenang mungkin agar istrinya tidak terlalu panik. " Kamu tenang sayang, Jangan panik oke".
Alex merasa kening putrinya itu, memang benar Arelsa badannya panas. Setelah memeriksa Arelsa Alex mengambil hp di atas nakas untuk menghubungi dokter untuk datang ke Mansion untuk mengecek kondisi Arelsa.
Uda sayang kamu tenang. "Aku uda telpon dokter sebentar lagi sampai". Alana tidak menjawab hanya mengangguk pandangan Alana tidak lepas dari putri kecil mereka yang saat ini sudah mulai diam.
Pintu kamar di ketuk, kepala pelayan membuka pintu setelah mendapat izin. Tuan dokter sudah datang.
Alana meletakkan Arelsa di ranjang agar memudahkan dokter untuk mengecek kondisi Arelsa.
Beberapa menit dokter yang mengecek kondisi Arelsa pun selesai, kemudian dokter menjelaskan kondisi Arelsa yang hanya demam biasa. " Kondisi nona muda baik - baik saja tuan, nyonya.
Alana bernapas lega karena anaknya hanya demam biasa dan kondisi tidak perlu di khawatir.
Setelah kepergian dokter dari kamar Alana dan Alex. Alana ikut merebahkan tubuhnya di ranjang bersebelahan dengan Arelsa. "Kamu mau mimik sayang, Alana mengeluarkan satu p*y* d*r* miliknya agar putri kecilnya itu bisa minum ASI dari Alana.
Tangis Alana juga sudah mulai rendah mendengar penjelasan dari dokter tentang keadaan anaknya. Ibu mana yang tidak cemas melihat anaknya yang tidak baik - baik saja. Dan Alana tidak menginginkan hal itu terjadi.
Alex menggeleng kepala melihat tingkah istri kecil nya itu. Alex memaklumi Alana, wajar Alana akan beraksi bisa di bilang agak berlebihan mengingat pengalaman pertama untuk Alana.
Di perusahaan
Evan sedang marah - marah tidak jelas pada sang asisten dan karyawan lain juga kena imbasnya.
Kenapa cuma cari itu saja tidak becus. Apa yang bisa kalian lakukan. Evan sangat kesal ketika mendengar laporan dari sang asisten mengenai orang suruhannya untuk mencari data yang ia ingin kan pun tidak bisa.
__ADS_1
"Maaf tuan. Tapi data yang anda minta memang sangat sulit untuk di lacak, Sepertinya data nya sengaja di rahasiakan dari orang yang ingin mencoba mencari tahu".
Tapi bukan Evan namanya kalau akan puas mendengar jawaban yang tidak ia inginkan. " Pokonya saya tidak mau tahu, Kamu cari tahu sampai dapat".
Asisten Evan pasrah, menolak pun tidak ada guna. Evan mengibaskan tangan memberi isyarat agar asisten nya untuk keluar.
Setelah membungkukkan setengah badannya asisten Evan keluar dari ruangan meninggalkan sang bos sendirian.
Bersambung
Selamat Membaca
Semoga Suka
Jangan lupa like dan komen
__ADS_1
Terima kasih 💞