
Pagi Hari
Sesuai apa yang Alex katakan pada Alana kemaren dengan keputusan untuk sementara Alana akan di rumah saja.
Ingat apa yang saya katakan jangan keluar dari rumah apalagi sampai berpergian tanpa pengawasan. Alex memperingati Alana seperti yang sudah - sudah bahwa Alana melanggar perintahnya.
Alana menganggukkan kepala menurut apa yang Alex katakan sambil memasangkan Alex dasi bersiap ke kantor.
Asisten Willi sudah siap pergi ke kantor bersama Alex. Seperti biasa Will akan menjemput Alex di Mansion.
Sebelum masuk mobil Alex mendekati Alana yang berada di belakang Alex untuk mengantar Alex ke depan pintu.
Will kamu bisa ke mobil terlebih dahulu, Willi menurut apa yang Alex ucapkan sebelum nya Willi membungkuk kepala pamit pada sang nyonya muda nya.
Setelah kepergian Willi, Alex menghampiri Alana dan tanpa Alana sangka Alex mensejajarkan kepala dengan perut Alana untuk bicara pada anak yang berada dalam kandungan Alana.
"Sayang hari ini Daddy akan telat pulang, jangan nakal dan tidur aja duluan jangan tunggu Daddy pulang, nanti kalau Daddy uda pulang kerja Daddy elus - elus perut mommy agar tidur anak Daddy tambah nyenyak, selesai bicara pada calon anaknya Alex mencium perut Alana".
Alana dari tadi hanya mendengar kan apa yang Alex katakan pada anak yang Alana kandung. "Ternyata tuan suami arogan ku ini sangat menyayangi anak yang ada dalam perut ku". Alana sangat terharu atas perhatian Alex pada anak yang masih dalam kandungan Alana walau Alana tahu Alex hanya peduli dengan anak - anaknya saja tapi bagi Alana tidak Masalah yang terpenting kebahagiaan anaknya.
Alex yang sudah berpamitan pada anak- anaknya beralih pada Alana yang tengah memperhatikannya bicara di depan perut Alana pun buka suara.
Ingat apa yang saya katakan. Alex
"Iya tu mm maksud saya honey, Alana menghampiri Alex untuk Salim dan mencium punggung tangan Alex sebelum berangkat kerja".
Dalam mobil Alex buka suara bicara pada Willi asisten sekaligus orang kepercayaan Alex di dunia Mafia.
Willi nanti di kantor kita akan kedatangan Evander, Marvelo dan Edmon. Alex
Mendengar apa yang dikatakan Alex Will sudah menduga mengingat yang terjadi pada Alana kemaren.
Alex akan melibatkan sahabat serta kelompok mafia para sahabatnya jika sudah menyangkut dengan Black mamba. Bukan Alex takut untuk menghadapi kelompok tersebut sendiri hanya saja Alex ingin meminta pendapat pada para sahabat yang sama sama di dunia mafia.
Sahabat - sahabat Alex termasuk Willi hanya saja Will lebih memilih bekerja dengan Alex dari pada menjadi CEO di perusahaan orang tua Will. Alasan Will biar belajar dari nol dan di kaki sendiri.
__ADS_1
Samapi di lobi Smith Group Alex dan Wili keluar menuju ruang Alex naik lif khusus CEO. Karyawan semua menundukkan kepala mereka untuk memberi hormat pada atasan yang melewati mereka.
Willi lo di sini aja palingan mereka uda on the way ke sini. Kalau sudah berkumpul dengan para sahabat baik Alex maupun Willi tidak akan bicara formal mereka akan bicara layak sahabat.
Tak lama pintu ruangan Alex terbuka tanpa di ketuk terlebih dahulu siapa lagi yang berani masuk tanpa izin dari Alex kalau bukan para sabatnya.
Evander Marvelo dan Edmon langsung duduk di sofa yang berada di ruangan Alex.
"Lo apa kabar Will"? Evander menyapa Will yang masih betah menjadi asisten Alex sampai saat ini seperti yang Lo lihat baik Willi memang betah Samapi sekarang menjadi asisten Alex.
"Apa yang mau Lo lakukan Lex"? Marvelo langsung bertanya pada Alex maksud mereka berkumpul hari ini.
Alex tampak menghela napas, gue mau menyerang tapi mengingat istri gue lagi hamil untuk sekarang gue berencana akan menyerah kan Blank Mamba pada kalian untuk di urus.
Tidak perlu sampai mati cukup beri peringatan dengan siapa mereka berhadapan.
Untung Alana tidak terlalu ingin tahu siapa yang kemaren menghadang perjalanan menuju kampus.
"Bukan tidak ingin tahu Lex, apa istri Lo berani bertanya pada Lo Lex melihat wajah Lo yang selalu datar dan digin gue bisa tebak istri pasti takut mau bertanya, apalagi bertanya pada Lo". Edmon yang dari tadi mendengar buka suara apa yang Alex omongin tentang Alana.
Alex yang melihat gelagat Evander berubah ketika mereka membicarakan Alana tidak heran lagi karena Alex sudah menyelidiki tentang Alana dan benar tebakan Mommy Jasmine mengenai Alana adalah anak sahabat dari mommy Jasmine sekaligus adek dari Evander.
"Ke Mansion gue nanti Van", mendengar apa yang Alex katakan pada Evander semua menoleh pada Alex yang tiba - tiba mengajak Evan ke Mansion.
"Ada yang lo tutupin dari kita Lex"? Efrem melihat Evander dan Alex bergantian untuk minta penjelasan.
Alex menarik nafas panjang sebelum bercerita pada para sahabat yang hadir untuk hari ini.
Belum waktunya gue cerita tapi mumpung semua kita uda ngumpul gue akan cerita.
"Mengenai Alana"
Gue uda menyelidiki masa lalu Alana dan kedua orang tua Alana yang meninggal bukan lah orang tua kandungnya. Lo ngerti maksud gue Alex menjelaskan siapa Alana, jadi..Efrem mengantungkan kalimat yang akan keluar dari mulutnya, ya dia Alana adek dari Evan yang hilang dua puluh tahun lalu.
Evander yang mendengar apa yang baru Alex katakan kaget juga bahagia. Selama ini Evan terus berusaha mencari adek kecil yang di rindukan oleh keluarga Evan.
__ADS_1
"Kenapa Lo baru katakan ini Lex"? Gue mau kasih tahu Lo tapi belum ada waktu yang pas. Alex memberi tahu alasan kenapa sampai sekarang belum cerita pada Evan.
Marvelo yang mendengar cerita Alex bahagia juga sedih, semenjak melihat foto Alana waktu kecil yang di tunjukkan oleh Evan Marvelo sudah jatuh hati pada Alana yang cantik. Dilihat dari foto masa kecil Alana saja sudah jatuh hati apalagi sekarang pasti Alana makin cantik.
Alex yang mendengar Marvelo membicarakan Alana pun heran. Kenapa Marvelo bisa tahu Alana.
"Dari mana Lo tahu Alana cantik vel"? Alex tidak senang ada pria lain memuji Alana.
Gue pernah dilihatkan oleh Evan foto masa kecil Alana bro, dan itu sangat cantik. Marvelo dengan santai menjawab pertanyaan dari Alex.
"Dan sekarang buang rasa lo pada istri gue, dia juga sedang hamil anak gue tidak ada harapan buat Lo". Tanpa basa basi pada Marvelo.Alex
Santai bro gue juga ngak akan tikung sahabat sendiri, tapi sayang sekali kenapa meski lu yang ketemu Alana. Marvelo sedikit kecewa kenapa Alana bisa ketemu sama Alex yang notabene tidak mudah melirik seorang gadis.
Evander juga melirik Alex kenapa bisa.
Emang kebetulan atau sudah takdir Alex menikah sama adek kecilnya.
Lo ingat waktu kita ngumpul di club, minuman gue sudah di beri obat perangsang karena tidak tahan gue berhenti di tepi jalan dekat restoran xx entah keberanian dari mana tu gadis nyamperin mobil gue dan gue minta tolong sama tu gadis buat bantu gue pindah ke kursi belakang. Alex cerita tanpa ada yang ditutupi pada sahabatnya.
"Jangan bilang tu gadis"
Evander dan Marvelo dengan kompak melirik Alex hanya Willi yang tidak terkejut karena dia sudah tahu semua dari Alex.
"Seperti dugaan kalian, jawab Alex dengan santai seperti biasa tanpa ragu ataupun takut terutama pada Evander kakak kandung dari Alana".
Bersambung
Selamat membaca 💞
Semoga suka💞
jangan lupa komen dan like 💞
Terima kasih 💞
__ADS_1