
Alana dan putri kecilnya masuk setelah kepergian Alex ke kantor. Alana melihat dua jagoan kecil nya yang sedang asyik menonton film d ruang tamu.
Arelsa berjalan beriringan dengan Alana mendekat di mana Arcelio Arselio duduk saat ini. Alana duduk di sofa berdekatan dengan dua pangeran kecil yang sedang menatap ke arah dua wanita beda usia itu dengan senyuman tipis yang menghiasi wajah duplikat Alex suaminya.
Arelsa segera mengambil posisi merebahkan tubuh mungil itu di pangkuan sang mommy. Alana langsung menoleh pada Putri kecilnya Yang mencoba membuka kancing baju yang ia pakai.
Melihat apa yang di lakukan Arelsa, Alana tahu bahwa putri kecil itu ingin meminum sumber ASI langsung dari tempatnya.
Arelsa yang di tatap seperti itu oleh sang Mommy langsung tersenyum mengemaskan yang memperlihatkan dua cekungan di pipinya putih Nan mulus itu pada Alana. Siapa yang tega melihat wajah yang memelas seperti itu pasti akan luluh.
Alana segera membuka kancing bajunya dan mengeluarkan apa yang di cari sang putri dari tempat tersembunyi itu.
Arelsa langsung saja mendekatkan wajahnya memasukan p*t*ng s*s* Alana ke dalam mulutnya. Asyik melihat tingkah lucu sang putri ponsel Alana yang di atas nakas berbunyi menandakan panggilan masuk.
Dengan segera Alana melihat nama sang penelepon, ternyata Alex lah yang menelpon, tanpa menunggu lam Alana langsung menggeser yang berwarna hijau dan terlihat wajah sang suami di seberang telpon.
__ADS_1
Alex langsung tersenyum melihat wajah istri kecilnya yang sedang memberi putri kecil mereka ASI.Tanpa Alana sadari dengan posisi sekarang ini Alex bisa melihat jelas apa yang terdapat di depannya saat ini. Arelsa yang dari tadi sedang asyik meminum ASI Alana langsung menoleh karena mendengar suara yang begitu tidak asing di telinga gadis kecil itu.
Arelsa yang tiba - tiba melepaskan p*t*ng susu Alana dari mulut mungil dengan sedikit keras itu berhasil membuat Alana terkejut.
"Daddy" Arelsa mengedip mata lucu memperlihatkan tingkah lucu pada Alex di seberang sana. Posisi Alana sekarang ini berhasil mengalihkan fokus Alex pada benda yang menggantung di belakang punggung putri kecilnya saat ini. "Sayang"Mendengar suara Alex Alana baru menyadari sekarang ia sedang Vidio call secara Alex bisa melihat keadaan nya saat ini.
Alana buru - buru ingin memasukan aset berharga miliknya namun terhenti dengan tangan kecil yang sedang menahan pergerakan tangannya sekarang ini.
"Mommy n*n*n" Alana tidak dapat menolak ke keinginan sang putri yang masih menginginkan ASI nya, dengan menahan malu Alana mengangguk setuju dengan permintaan Arelsa.
"Abang mana sayang" Keasyikan memperhatikan dua wanita kesayangan Alex sampai lupa dengan dua jagoan kecilnya. Alana mengalihkan Vidio call ke arah Arcelio Arselio yang sedang asyik menonton kartun tanpa mempedulikan kegiatan dua wanita di dekat mereka.
...*****...
Dokter Sasa terbangun dari tidur dan merasakan pelukan hangat dari belakang tubuhnya. Karena tidak memakai apapun dengan tubuh polos ia bisa merasakan kulitnya yang bersentuhan dengan seseorang.
__ADS_1
Ingatan dokter Sasa langsung kejadian malam setelah ia pulang dari rumah sakit. Pria asing yang masuk ke kamarnya dan terjadi yang seharusnya tidak terjadi. Dokter Sasa menoleh kebelakang melihat pria yang telah merenggut kesuciannya yang masih terlelap di alam mimpinya.
Dokter Sasa menyingkirkan tangan yang sedang memeluk pinggang rampingnya dengan mesra itu dengan kasar. Perbuatan dokter Sasa mengganggu tidur nyenyak pria yang sejak tadi memeluk dirinya.
Evan membuka mata melihat wanita Yang ia tiduri malam tadi dengan tajam. Dokter Sasa yang di lihat seperti itu takut berusaha menjauh dari pria asing yang sedang menatap dirinya dengan tajam.
Dokter Sasa mengambil selimut untuk menutupi tubuh polosnya dan ingin segera ke kamar mandi. Belum juga melangkah dokter Sasa terjatuh karena tidak kuat menahan perih di **** ***** belum lagi tubuhnya yang terasa remuk semua.
Mata Evan seketika terbelalak melihat bercak merah di sprei putih tempat kegiatan panasnya bersama dokter Sasa yang sedang di lantai akibat ulah dirinya malam tadi.
"Kamu masih perawan rupanya" tanpa bersalah dan dengan tubuh polos ya Evan berdiri dan mendekat ke arah dokter Sasa yang terduduk dilantai.
Deg
Hati wanita yang sedang terduduk di lantai itu merasa sakit mendengar penuturan Evan tanpa rasa bersalah sedikitpun atas apa yang ia ucapkan.
__ADS_1
Bersambung