
Dokter Sasa mengerjapkan mata yang jernih berwarna hitam, bulu mata yang lentik itu melihat Daddy mommy nya yang sedang menatap nya.
Sasa tersenyum, dua cekungan di pipi wanita itu menambah kecantikan di wajah yang terlihat masih pucat itu. "Mom. Mommy Kea langsung menghampiri Sasa melihat gadis nya ya g sudah bangun" Ya sayang, mommy kea memberi ciuman sayang di kening gadisnya.
Sasa mengeluarkan air matanya seketika bayangan malam ia di tiduri oleh pria itu muncul. "Mom, aku kotor."Satu kata yang di ucapkan oleh Sasa mampu bikin mommy kea sedih. Tidak. Kamu tetap putri mommy jangan pernah bilang seperti itu lagi sayang. Mommy Daddy serta kakak kamu akan selalu ada buat gadis kecil kami ini.
Mommy kea menghapus jejak air mata di pipi Putrinya dengan sayang. Ia tidak akan menanyakan pria yang telah menghancurkan masa depan putrinya untuk sekarang ini. Biarlah putrinya sendiri yang bercerita bila sudah siap.
Mommy kea menyuapi Sasa makan. Meski Sasa terus menolak karena tidak mau makan bubur yang katanya tidak ada rasa itu. Sebagai seorang ibu, mommy Kea tidak akan membiarkan putrinya tidak makan. Ia mendapat laporan dari putra sulungnya bahwa putrinya itu tidak makan dengan baik setelah kejadian buruk yang menimpa gadisnya.
Mommy Kea dengan telaten mengurus satu -satunya putri di keluarga besarnya. Mommy Kea menyelimuti Sasa mencium kening sebelum pergi meninggalkan kamar Sasa.
Marvelo kembali ke mansion yang selama ini ia tempati. Dalam perjalanan mobil yang ia kendarai pria itu sesekali meringis akibat pukulan yang ia dapat dari sang Daddy.
__ADS_1
Brengsek. Awas saja jika gue ketemu lu brengsek akan gue balas aapa yang gue dapat hari ini. Empat puluh menit marvelo Samapi di mansion miliknya yang tak kalah mewah milik mansion utama kedua orang tuanya.
Marvelo di sambut oleh kepala pelayan yang ada di mansion dengan khawatir melihat sang tuan yang sudah babak belur. Tanpa bertanya kelapa pelayan langsung menghubungi dokter pribadi tuannya itu.
***
Alana di Landa khawatir melihat putri kecil mereka yang sedang menangis histeris karena tidak mau di tinggal ke luar kota oleh Daddy nya. Karena bertambah umur Arelsa sudah mengerti ketika sang Daddy ingin pamit untuk pergi. Jadilah gadis kecil itu menangis histeris saat ini.
Alex berusaha membujuk gadis kecil itu agar mau diam. Arcelio Arselio duduk di atas ranjang melihat adik mereka yang cengeng itu.
"My nen. Arselio langsung meraba raba ASI Alana yang tertutup baju. Arcelio terus saja mengucapkan kalimat yang sama karena Alana tidak kunjung memberi yang ia mau."
Arelsa yang sedang histeris menangis langsung terdiam begitu juga Alex langsung mengalihkan pandangan mereka pada Alana juga Arselio yang masih meminta keinginan ASI dari Mommy nya.
__ADS_1
Arelsa berdiri mendekati mereka yang masih sibuk mengenai ASI. Tanpa menunggu, Arelsa langsung saja duduk mengantikan posisi Arselio sang Abang yang menginginkan ASI dari sang Mommy.
"My n nen. Arelsa mengedip mata bulatnya pada pada Alana karena sang mommy belum juga memperlihatkan sumber minuman yang bergizi itu.
Tidak mau melihat putrinya menangis seperti tadi. Alana segera mengabulkan permintaan sang putri.
Arelsa yang melihat itu menampilkan senyum dengan mulut yang terbuka siap menerima ASI Alana.
Arselio yang sejak tadi menginginkan benda yang di ambil alih oleh Arelsa, segera mengambil posisi di tempat yang kosong. Arelsa yang melihat Arselio yang ingin meminum yang sama seperti dirinya tidak terima langsung saja tangan juga kaki mungil itu memberi serangan pada sang kakak.
Alex juga Alana yang melihat kelakuan putri kecil mereka pada sang Abang tentu saja kaget. Kenapa gadis kecil itu bisa bertindak seperti itu, apalagi pada saudara nya.
A abang bg no no. Arelsa menggerakkan jari telunjuk kecil itu ke kiri dan ke kanan seperti yang di lakukan oleh aunty cantiknya Tasya jika melarang jika ia ingin melakukan sesuatu tapi tidak boleh.
__ADS_1
Bersambung