BABY TWINS MAFIA AROGAN

BABY TWINS MAFIA AROGAN
63. Gadis manja


__ADS_3

Sasa mengandeng tangan mungil Ervan menuju ruangan yang di katakan perawat sebelum ia akan beranjak dari ruang kerja tadi sebelum sempat pergi ke mall bersama sang putra.


Sasa masuk di ruangan yang ia tahu ruangan khusus pemilik rumah sakit tempat ia kerja selama dua tahun di rumah sakit tersebut. Terlihat wanita paruh baya yang masih cantik di usia yang tidak lagi muda tengah berbaring dengan mata terpejam di ranjang pasien.


Tanpa sepengetahuan Sasa, Ervan pria kecil yang dari kalem selama beberapa jam itu mulai kembali pada sifat aslinya. Sasa yang sedang fokus melihat kondisi wanita paruh baya itu tidak menyadari apa yang di lakukan oleh pria kecil yang sedang berusaha menaiki ranjang pasien mengunakan kursi sebagai pijakan.


Ervan tersenyum ketika tubuh kecilnya berhasil naik ke atas ranjang pasien. Sasa terkejut melihat putranya entah sejak kapan berada di ranjang pasien begitu juga perawat yang menemani Sasa.


Sayang apa yang kamu lakukan disitu. Tanpa mempedulikan apa yang Sasa katakan Ervan mendekat ke arah wanita yang masih setia memejamkan mata. Pria kecil Sasa memberikan kecupan di pipi wanita yang Sasa pastikan orang penting di rumah sakit tempat ia bekerja.


Sasa terkejut apa yang dilakukan Ervan namun belum sempat ibu satu anak itu berucap wanita yang ada di ranjang pasien membuka mata yang sejak tadi setia memejamkan mata.

__ADS_1


Ervan yang melihat target telah sadar langsung tersenyum lebar karena usahanya tidak sia - sia. "Mi. Abang pintel kan. Lihat Oma sudah bangun." Ervan bertepuk tangan bangga akan usaha yang ia lakukan pada maminya.


Sasa yang tersadar dari lamunannya langsung mengambil alih tubuh mungil yang asyik bertepuk tangan di atas ranjang itu dengan kikuk melihat tatapan Mama Jane ke arahnya.


"Maaf nyonya atas perilaku putra saya." Sasa membungkuk ke arah mama Jane yang sedang fokus melihat ke arah Ervan lebih tepatnya. Wanita paruh baya itu melihat Evan kecil.


"Mi lihat, Oma tidak tidul lagi." Abang pintel mi. Ervan mengulangi kalimat yang sama ketika belum mendapat respon dari Sasa.


Iya anak mami emang pinter. Sasa beralih menatap Wanita yang masih setia menatap ke arah mereka ber dua dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Kakak cantik di cium sama orang ganteng seperti abang mi, terus kakak cantiknya langsung bangun." Ervan bercerita dengan mata berbinar menatap Sasa.

__ADS_1


*****


Alex telah berangkat kerja setelah berdebat kecil dengan Alana. istri kecilnya itu menolak untuk kembali ke mansion memilih untuk tinggal di mansion mertuanya. Untuk saat ini Alex harus sabar menghadapi ibu dari anak-anaknya.


Alana serta tiga anaknya berada di dapur untuk menyiapkan makanan untuk mereka serapan. Arcelio Arselio tenang di kursi mereka masing -masing tapi berbeda dengan Arelsa yang terus merengek pada Alana.


Sesekali wanita yang telah memiliki tiga anak tersebut menghampiri putri kecil di meja makan menanyakan yang di inginkan putri kecilnya.


Selalu jawaban yang sama Alana dapatkan. Arelsa tidak henti meminta sumber gizi dari sumbernya. Entah kenapa gadis Alana itu tidak berhenti meminta ASI nya padahal baru beberapa menit gadis kecil itu melepas aset berharga miliknya.


Apa gadis kecil Alana itu trauma karena kehilangan dirinya dengan berujung Alex menemui dirinya ke rumah kedua orang tua nya.

__ADS_1


"Sabar ya sayang. Mommy lagi menyiapkan sarapan buat Abang sama cantik mommy ini." Alana memberi ciuman pada pucuk kepala Arelsa dengan penuh kelembutan betapa ia menyayangi tiga malaikat kecil itu.


Bersambung


__ADS_2