
Mafia yang arogan yang biasa tenang walau menghadapi musuh itu langsung panik hanya karena mendengar ucapan istrinya yang mengatakan sekarang waktunya mereka lahir.
Sayang kita ke rumah sakit sekarang. Alex makin panik melihat wajah Alana makin pucat. Segera Alex berlari untuk memberi tahu pada mama Jane.
Tok
Tok
Tok
Pintu di buka mama Jane terkejut melihat Alex lah yang mengetuk pintu sepagi ini bahkan pelayan saja belum bangun karena masih jam dua dini hari.
"Ada apa sayang"? Mama Jane bisa lihat wajah panik dari Alex yang biasa tenang sekarang menampilkan wajah kepanikan dari sang menantu nya itu.
Alana ma, Alana. "Ya kenapa dengan Alana sayang"? Mama Jane bertanya pada Alex begitu panik. Alana mau melahirkan ma.
Mama Alana yang mendengar langsung berlari menuju kamar di mana Alex juga Alana tempati baru beberapa jam sebelumnya.
Sambil berlari mama Jane berteriak meminta Alex untuk membangunkan papa Andre agar menyiapkan mobil.
Sampai di kamar mama Jane melihat putrinya sedang menahan sakit. Alex yang sudah memberi tahu papa Andre segera berlari ke kamar di mana Alana juga mama Jane sekarang.
Gendong Istri kamu sayang, sekarang kita ke rumah sakit. Alana sayang jangan takut tetap tenang mama ada di sini.
Alana hanya mengangguk menangapi apa yang mama Jane katakan. "Alex sekarang kita ke rumah sakit". Alex yang sudah siap segera membawa Alana ke lantai satu di mana papa Andre sendiri yang akan menyetir karena kalau menuggu supir akan lama.
Di Rumah Sakit
Alex langsung di sambut dokter yang bertugas. Dalam perjalanan menuju rumah sakit Alex menelpon dokter Sasa yang menangani selama kehamilan Alana.
Dokter menyambut kedatangan pemilik rumah sakit itu sambil mengendong istrinya yang akan segera melahirkan.
__ADS_1
Tiba ruangan bersalin dokter Sasa melihat kondisi nyonya muda Smith itu sudah pembukaan lengkap untuk melahirkan penerus Smith tersebut.
Alex masih setia berdiri di sebelah Alana yang makin banyak mengeluarkan keringat di dahinya.
"Nyonya pembukaan sudah lengkap kondisi anda juga mendukung untuk melahirkan normal". Dokter Sasa memberi tahu pada Alana bahwa ia bisa melahirkan secara normal.
Alana hanya mengangguk bahwa ia siap untuk melahirkan secara normal.
Karena bagi Alana disini lah perjuangan seorang ibu untuk buah hatinya.
Petugas medis yang akan menangani proses melahirkan Alana sudah siap di posisi mereka masing - masing.
"Dengar instruksi saya nyonya, tarik nafas keluarkan secara perlahan - lahan". Jika saya bilang mengejan tolong lakukan sekuat tenaga anda nyonya. Dokter Sasa memberi instruksi lagi pada Alana.
Semua dokter yang menangani proses kelahiran Alana siap melaksanakan tugas mereka sebaik mungkin. Berdoa agar tidak melakukan kesalahan kalau tidak mau kena amukan dari mafia arogan yaitu Alex.
"Satu dua tiga dorong nyonya". Dokter Sasa meminta Alana untuk mengejan sesuai yang ia minta.
Alana mengejan sesuai apa yang di minta oleh dokter Sasa. Terdengar suara tangis bayi pertama yang di sambut oleh dokter Sasa.
Mendengar suara anak pertama menangis segera Alex memberi Alana kecupan sayang di dahi istri kecilnya itu. Terima kasih, Alana hanya mengangguk karena tidak mau buang energi karena masih ada dua buah hati mereka yang akan lahir.
Berselang tujuh belas menit Alana kembali merasakan kontraksi pertanda ia akan segera melahirkan lagi.
Alana bersiap melakukan apa yang dokter minta. "Satu dua tiga dorong nyonya". Alana berhasil melakukan apa yang di minta dokter Sasa.
Alhamdulillah bayi juga sehat sama seperti tadi tidak kurang satupun dan berjenis kelamin laki - laki lagi. Alex lah di ruangan itu paling bahagia bagaimana tidak anak yang lahir sesuai keinginan Alex tapi bukan berarti Alex tidak menginginkan anak perempuan sekarang ini Alex berharap yang akan lahir selanjutnya semoga princes yang cantik seperti Alana.
Alana masih mengatur nafas karena masih ada lagi satu yang harus ia lahirkan. Sama seperti sebelumnya Alex kembali memberi Alana ciuman bahagianya pada sang istri yang berjuang untuk buah hati mereka.
Untuk bayi yang ke tiga Alana maupun dokter yang menangani Alana harus menunggu agak lama karena dari pertama dan kedua yang ke tiga ini jarak lahiran nya lama dengan dua abangnya yang hanya berjarak tujuh belas menit.
__ADS_1
Akhirnya setelah menunggu lebih kurang satu jam yaitu empat puluh lima menit Alana baru merasakan kontraksi tak lama kemudian Alana kembali melahirkan seorang bayi perempuan yang cantik.
Dokter Sasa kembali mengucap syukur. Alhamdulillah bayi lahir dengan selamat juga tidak kurang satu apapun.
Ketiga buah hati Alana juga Alex di bersihkan oleh perawat baru setelah itu di berikan pada Alex. Kini di dada bidang tuan suami arogan Alana itu sudah bersusun dengan rapi anak - anak mereka yang sedang mencari sumber kehidupan pada Alex.
Dokter Sasa yang melihat malaikat kecil yang baru lahir itu segera membersihkan Alana untuk bisa pindah ruangan rawat agar bisa segera untuk memberi ASI pada anak - anaknya.
Karena Alana melahirkan secara normal keadaan Alana juga masih sadar jadi tidak masalah Alana segera memberi ASI pertamanya.
Dua keluarga besar itu sudah menunggu Alana maupun Alex di kursi tunggu dimana ruangan Alana melahirkan.
Hanya Tasya saja yang tidak hadir karena mommy Jasmine maupun Daddy Adrian juga Demian tidak memberi tahu pada Tasya.
Karena mereka mendapat kabar masih dini hari biarlah Tasya menyusul mereka kalau sudah pagi pikir Mommy Jasmine.
Alana di dorong oleh perawat yang masih berbaring lemah untuk pindah ruangan rawat. Mommy Jasmine yang melihat pintu terbuka segera menghampiri Alana.
"Sayang, kamu ok"? Alana baik mom dengan suara lemah Alana berusaha menjawab yang di tanya oleh mommy Jasmine.
Di belakang Alana di susul oleh tiga boks bayi serta Alex yang mendorong satu di antara tiga anaknya. Mommy Jasmine, mama Jane segera mendekat ke arah bayi melihat tiga di antara mereka hanya satu yang membedakan mereka yaitu warna selimut yang cucu mereka pakai.
"Dua pangeran satu princes". Mommy Jasmine kompak mengucapkan yang sama dengan mama Jane ucapakan karena yang satu berwarna pink lalu mereka saling pandang beralih melihat Alex meminta kepastian.
Alex yang mengerti dengan tatapan mommy Jasmine dan mama Jane mengangguk kepala membenarkan ucapan dua wanita yang terlihat dari binar bahagia di mata mereka.
Bersambung
Selamatkan Membaca
Semoga Suka
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen
Terima Kasih 💞