
Hari ini Alana tidak di beri izin oleh Alex untuk keluar dari mansion. Tidak mau hal yang di restoran terulang kembali. Jadi Alex tidak membiarkan Alana keluar atas izin dari nya.
Alana menyiapkan baju untuk di pakai oleh Alex ke kantor.
"Aku pengen makan rujak yang biasa di beli kalau pulang kerja". Alana mengusap perut, apa anak - anak mommy mau makan rujak ya sayang.
Alana berniat untuk memberi tahu Alex bahwa ia pengen makan rujak Namun Alex yang melihat Alana mengusap peru sudah tahu pasti anak - anak yang di dalam perut Alana menginginkan sesuatu seperti yang Alex tahu setiap Alana mengusap perutnya pasti ada yang di inginkan oleh Alana.
"Apa yang di inginkan oleh bayi - bayiku"? Alex mendekati Alana dan memakai baju yang di siapkan untuk nya kekantor.
Tu tuan, Alana terbata bata untuk menyampaikan keinginan untuk makan rujak takut Alex tidak mengizinkan untuk makan rujak.
"Boleh saya makan rujak"? Alana menunduk tidak berani melihat Alex. Tanpa Alana sadari Alex langsung mengiyakan permintaan yang ia inginkan.
Alana mendongak kepala dengan mata berbinar bahagia karena tak menyangka Alex mengizinkan.
"Tapi jangan yang pedas, karena tidak baik untuk kandungan kamu". Mendengar perkataan Alex membuat Alana tidak semangat. Alex yang melihat perubahan di wajah Alana kembali buka suara, rujak yang tidak pedas atau tidak sama sekali. Alex cuman sedikit mengancam saja supaya Alana tidak pada pendiriannya untuk makan rujak yang pedas.
"Iya iya", tidak usah yang pedas dengan cepat Alana menjawab pertanyaan Alex takut tidak di izinkan makan rujak.
Alex tersenyum tipis melihat Alana yang menurut dengan ucapannya.
Selesai sarapan Alana mengantar Alex ke depan untuk berangkat ke kantor. Sampai sekarang pun Alana masih memanggil Alex dengan sebutan tuan Alex sendiri tidak Maslah dengan sebutan Alana pada dirinya.
Setelah kepergian Alex Alana menutup pintu kemudian duduk di ruang keluarga." Aku melakukan apa ya biar tidak bosan", Alana berpikir apa yang harus dilakukan agar tidak bosan.
Kalau mengerjakan pekerjaan rumah sudah pasti dilarang, lama Alana melamun untuk mengisi waktu luang di rumah saat ini.
Alana yang masih melamun tidak sadar dengan kehadiran dua orang yang sudah masuk ke mansion Alex.
Demian dan Tasya yang masuk ke Mansion Alex, langsung melihat Alana yang melamun di ruang tamu sendirian entah apa yang ia pikirkan Demian dan Tasya tidak tahu.
"Kakak ipar lagi mikirin apa"? Alana yang kaget mendengar suara seorang pria yang berada diruang tamu pun menoleh ke samping dimana Demian berdiri dengan seorang gadis.
Demian mendekati Alana dengan Tasya yang mengikuti nya dari belakang.
"Apa yang kakak ipar pikirkan"? Demian mengulangi pertanyaan nya pada Alana yang tidak kunjung menjawab pertanyaan dari nya.
Tidak lagi mikir apa - apa kok em, Alena bingung memanggil Demian apa mengingat usia Demian yang lebih tua dari Alana.
Demian yang melihat wajah Alana yang bingung mau memanggil dirinya apa pun buka suara, panggil Demian atau adek ipar ajak, jawab Demian walau ia tahu umur Alana jauh lebih muda tapi tidak masalah Alana yang memanggil dirinya sebutan nama saja mengingat Alana yang menikah dengan kakaknya Alex.
"Panggil mas aja bagaimana"? Alana tidak enak jika panggil Demian dengan sebutan nama saja walau Alana menikah dengan Alex kakak dari Demian, tapi umur Demian jauh lebih tua dari Alana, terserah kakak ipar saja mana yang bagus manggil aku apa.
Asyik berdebat masalah panggilan Alana pada Demian sampai lupa dengan keberadaan Tasya yang dari tadi memperhatikan Demian dan Alana .
"Oh ya sampai lupa kakak ipar ini Tasya adek bungsu aku sama kak Alex". Demian memperkenalkan Tasya pada Alana.
__ADS_1
Tasya berjalan mendekati Alana dan memeluk wanita hamil tersebut.
Tasya memang dari dulu ingin mempunyai saudara perempuan tapi mommy Jasmine tidak mengabulkan permintaan Tasya.
Jadi setelah mendapat kabar dari Demian dan Mommy Jasmine Tasya sangat senang karena kakak nya sudah menikah dan otomatis Tasya memiliki saudara perempuan.
Tasya yang memeluk Alana merasakan perut Alana yang agak menonjol pun menoleh ke bagian perut Alana, Alana yang peka dengan tatapan Tasya langsung memberi tahu kehamilan Alana pada Tasya.
"Apa secepat itu kakak ipar sudah hamil"? Tasya kaget sekaligus bahagia karena sebentar lagi ia kan mendapat ponakan sekaligus teman nya akan bertambah. Memang selama ini Tasya merasakan kesepian walau ada Mommy Jasmine yang menemani nya di rumah tapi tetap saja berbeda rasanya, karena Tasya sendiri anak perempuan di keluarga Smith.
Sekarang Alana dan Tasya sedang asyik mengobrol sampai melupakan keberadaan Demian di dekat mereka.
"Apa kakak tidak ada acara hari ini"? Tasya bertanya pada Alana yang hanya di rumah saja.
Alana sebenarnya ragu untuk bilang pada Tasya, bukan tidak ada kegiatan hari ini, tapi dirinya dilarang keluar oleh Alex. Tidak mungkin Alana memberi tahu pada Tasya perihal ia yang di larang keluar.
Alana hanya menjawab dengan gelengan kepala saja atas pertanyaan Tasya tadi padanya.
"Bagai mana kalau kita keluar bersama pasti menyenangkan Tasya memberi usulan pada Alana", Tapi Alana hanya diam saja tidak berniat untuk menjawab, mau ngak kakak ipar?.
Mmm sebenarnya kakak di larang sama kakak kamu untuk keluar, dengan ragu Alana memberi tahu pada Tasya agar adek iparnya tidak tersinggung kalau Alana menolak ajakan Tasya.
"Ha kenapa kak Alex melarang kakak keluar"? Tasya heran kenapa kakak nya itu melarang istrinya keluar.
Alana hanya diam saja dengan Tasya yang protes pada Alex.
Demian tahu kalau Alex sudah melarang seseorang pasti orang tersebut melakukan hal yang tidak disukai kakaknya.
Tasya kembali buka suara tidak apa- apa kakak ipar kita keluar saja toh kak Alex juga tidak tahu kakak ipar keluar, tapi.. Alana masih ragu dengan ajakan Tasya untuk keluar, ngak ada tapi -tapian sekarang lets go.
Dalam mobil Tasya kembali buka suara kakak ipar bagus kita kemana ke mall atau..belum sempat Tasya melanjutkan bicara Alana sudah memotong ucapan Tasya" Kita makan rujak aja bagai mana"? Usul Alana memang dari pagi Alana menginginkan makan rujak kalau menunggu Alex sebenarnya kelamaan, tapi harus bagaimana mana lagi. Tidak ada pilihan selain menunggu Alex untuk membelinya pulang dari kantor.
Ok kita makan rujak sesuai keinginan kakak ipar yang cantik Tasya dengan semangat dengan jalan - jalan mereka hari ini.
Demian memesan kan rujak untuk Alana , Tasya dan juga untuk dirinya sendiri.
"Sebelum Demian memesankan rujak Alana buka suara, Mas aku rujak nya pedas ya dengan mata berbinar- binar Alana meminta rujak yang pedas pada Demian".
Demian hanya menurut saja dengan permintaan Alana, ia pikir karena ngidam tidak Maslah dengan Alana yang makan rujak pedas.
Alana sudah melupakan peringatan dari Alex boleh makan rujak tapi tidak boleh pedas.
Alana di antar oleh Demian dan Tasya sebelum Alex pulang dari kantor agar Alana tidak tahu oleh Alex bahwa Alana keluar dengan Tasya dan Demian untuk makan rujak.
Malam harinya
Alana sudah di atas ranjang dengan menahan sesuatu.
__ADS_1
Alex yang baru keluar dari kamar mandi melihat tingkah Alana yang aneh merasa heran tidak seperti biasa Alana seperti itu si atas ranjang.
"Kamu kenapa"? Alex mendekati Alana yang di ranjang, Alana yang belum tidur membuka matanya untuk melihat Alex yang bicara padanya, Alana menggeleng tanda ia baik - baik saja, bukan Alex yang percaya begitu saja dengan Alana.
Wajah Alana sedikit pucat dan Alex menyadari perubahan wajah Alana dan memegang kening Alana yang terasa panas ,"kamu sakit"? Alex bertanya pada Alana yang hanya diam saja.
Alex meraih benda pipi yang berada di nakas dan menelpon dokter pribadi keluarga Smith.
"Dalam lima menit tidak lebih, tanpa menunggu jawaban dari lawan bicara seperti biasa Alex mematikan panggilan sepihak".
Bima tidak heran lagi dengan tuan mafia arogan tersebut, setiap kali di telpon oleh Alex, Alex tidak pernah mendengar jawaban dari Bima".
Tak lama pintu di keruk oleh kepala pelayan.
Terdengar dari dalam perintah masuk dari Alex, Bima masuk yang di antar oleh kepala pelayan.
"Siapa yang sakit"? Tanya Bima pada Alex. Alex hanya memberi isyarat melalui dagu menunjuk ranjang nya bahwa yang sakit berada di ranjang.
Setelah Bima memeriksa Alana tidak ada yang perlu di khawatir kan, hanya perutnya saja yang sakit, sepertinya habis makan yang terlalu pedas, Bima menjelaskan pada Alex.
Bima keluar dari kamar Alex setelah memeriksa Alana.
Setelah kepergian Bima, Alex memanggil kepala pelayan untuk menanyakan apa yang dimakan oleh Alana sampai bisa sakit perut seperti itu.
"Apa yang di makan oleh istri ku"?Tanya Alex tanpa basa-basi pada kepala pelayan di mansion yang di tugaskan untuk mengatur makan Alana.
"Nyonya Alana makan menu seperti biasa tuan". Jawab kepal pelayan pada Alex, tapi Kenapa dia bisa sakit perut karena makan kepedasan? Alex tidak bisa menerima alasan kepala pelayan tersebut mengingat Alana yang tidak di izinkan keluar hari ini.
Tadi Nyonya Alana keluar bersama Tuan muda Demian dan juga nona muda Tasya tuan, Laporan dari kepala pelayan sudah membuat Alex tahu alasan apa Alana bisa sakit perut seperti sekarang ini.
"Baiklah", keluar sekarang tanpa melihat kepala pelayan tersebut.
Kepala pelayan membungkukkan kepala pada Alex sebum keluar dari kamar tersebut.
Bagai mana ini pasti tuan suami arogan ku itu akan marah karena melanggar perintahnya tadi pagi Alana sangat ketakutan sekali saat ini dan memilih memejamkan mata agar tidak perlu melihat Alex yang akan marah pada nya nanti.
"Apa kamu tahu hukuman untuk orang yang melanggar perintah ku" Suara Alex terdengar sangat seram bagi telinga Alana.
"Bagaimana ini siapa yang akan membantu aku dari amukan singa ini" batin Alana berharap ada yang membantu nya saat ini dari Alex.
Bersambung
Semoga suka 💞
jangan lupa like dan komen 💞
Terima kasih 💞
__ADS_1