BABY TWINS MAFIA AROGAN

BABY TWINS MAFIA AROGAN
60. Amarah


__ADS_3

Alana terus saja melihat Alex ketika pembicaraan orang - orang di kampus terus berputar di memori kepala tanpa bisa di hentikan.


Alana duduk dari baring ketika melihat Alex ingin naik ke atas ranjang di mana dua jagoan mereka tidur dengan damai. Aku mau ke kamar dulu, mau mandi. Tanpa menunggu jawaban dari Alex, Alana langsung keluar dari kamar tersebut.


Air mata Alana menetes tanpa di minta. wanita cantik itu merasa selama ini apakah suaminya menganggap dirinya wanita murahan seperti di katakan orang - orang di kampus.


Alana membuka pintu kamar yang ia tempati bersama sang suami. Melihat putri kecilnya juga tidur dengan nyenyak.


Masuk ke kamar mandi membersihkan tubuh sebelum tidur bersama sang putri. Arelsa tidak terganggu sama sekali dengan Alana yang mendekap tubuh mungil di sebelah Alana.


Pagi hari, semua berkumpul di meja makan. Alana mengurusi ketiga anaknya sebelum pergi ke kampus.


Hari - hari telah dilewati Alana di kampus begitu juga dengan Rido yang selalu mendekati wanita yang berstatus istri orang. Alana sendiri tidak memberitahu perihal dia yang telah menikah pada rido.

__ADS_1


Bukan hari ini saja Alana mendengar gosip - gosip yang membuat dia kepikiran sepanjang hari. Apa aku ke rumah mama dulu pulang. Tapi bagaimana dengan anak- anak.


Alana memilih pulang ke rumah orang tuanya. Bukan tanpa alasan ia lebih memilih tidak pulang ke rumah suaminya mengingat buah hatinya di sana. Tapi kepalanya sakit jika terus - terusan memikirkan ucapan orang - orang di kampus.


Mama Jane terkejut melihat kehadiran Alana yang begitu tiba -tiba. Tidak biasa Alana akan datang tanpa kehadiran cucunya. Mama Jane ya g mengingat akan cucu seketika jadi rindu pada tiga cucu tampan juga cantik.


"Mana cucu mama sayang." Mama Jane mengedar pandangan mencari keberadaan yang ia cari namun tidak melihat siapapun kecuali putrinya sendiri yang berdiri di hadapan sekarang ini.


Cucu mama di rumah. "Alana kesini sepulang dari kampus belum pulang ke rumah ma." Alana masuk di ikuti oleh mama Jane yang melihat tingkah tidak biasa sang putri yang tidak pernah kelakuan seperti ini sebelum nya.


Alana yang sudah duduk di sofa menarik napas sebelum menjawab pertanyaan orang telah melahirkan dirinya di dunia yang menunggu jawaban dari sang putri.


"Alana pengen aja nginap di tempat mama" Alana berkata sekena agar mama Jane tidak curiga dengan kehadiran dirinya yang mendadak tanpa buah hatinya.

__ADS_1


Bukan mama melarang kamu kesini sayang. "Tapi kamu harus ingat kamu bukan gadis lagi yang bebas dimana pun. Kamu uda punya anak sayang,pasti anak -anak kamu mencari ibu mereka kenapa tidak pulang." Mama Jane dengan lembut berkata pada putrinya agar tidak tersinggung atas ucapan yang ia katakan.


Arcelio Arselio berusaha membujuk adik mereka yang lagi rewel. Gadis kecil itu terus merengek meminta ***** dari mommy dan tidak mau minum susu dari botol.


"Arel minum ini dulu ya, nanti kalau mommy uda pulang baru ***** sama mommy" Arcelio menyodorkan botol susu ke arah Arelsa namun gadis Alana serta Alex itu langsung menggeleng kepala pertanda ia tidak mau.


Alex yang baru pulang dari kantor mempercepat langkah memasuki ruang keluarga mendengar suara yang tidak asing di telinga.


Alex terkejut penampakan di ruang keluarga di mana gadis kecilnya tengah menangis dengan rambut yang sudah berantakan. Arcelio Arselio berusaha menenangkan adik mereka yang menangis tidak sadar kepulangan Daddy mereka.


Alex mendengar gadis nya yang terus memanggil mommy, sedang yang di panggil tidak ada di situ. Segera ia mendekat mengangkat tubuh mungil yang masih di karpet tebal tersebut.


"Mana mommy sayang"? Alex menatap dua jagoan menunggu jawaban dari pria kecilnya itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2