
Alex membuka sebelah p*y* d*r* Alana yang masih terbungkus. Siap membuka mulut untuk menikmati ASI dari sumber bersama sang putra.
Belum juga Alex membuka mulut terdengar suara tangis Arcelio begitu keras ikut membangunkan Arselio.
Alex mendengus setengah tidak rela menghentikan kegiatan ingin menikmati ASI.
Alex beranjak mendekati boks bayi dimana Arselio yang menangis lalu mengendong untuk di beri ASI pada Alana.
Jadilah dua jagoan Alana menyusu secara bersamaan. Arcelio berhenti menangis ketika Arselio menyusu juga pada Alana.
Ck pasti kalian sengaja lakukan ini pada Daddy agar tidak bisa menikmati apa yang kalian minum. Baiklah setelah kalian Daddy akan minta juga pada mommy nanti.
Alex seperti mengancam pada dua jagoan kecil itu dengan kompak tidak memberi Alex menikmati milik nya.
Alana menggeleng kepala melihat aksi Alex pada dua putranya yang tidak mengerti apa pun.
Arcelio Arselio seperti sedang pamer pada sang Daddy yang tidak bisa menikmati ASI Mommy Alana dengan tenang.
Alana meminta pada Alex agar memindahkan bayi - bayi tampan itu pada tempat semula agar tidur dengan nyaman.
Melihat dua jagoan kecil yang sedang tidur lelap, Alex kembali ke ranjang bergabung dengan Alana.
"Apa ini masih banyak? Alex dengan tampang polos bertanya pada Alana sambil memegang salah satu p"y* d*r* milik Alana.
Alana yang ingin tidur kembali membuka mata karena Alex bertanya sambil memegang miliknya.
Alex masih setia menunggu Alana buka suara. Alana yang tidak tega melihat tatapan iba Daddy dari anak-anak nya itu hanya mengangguk.
Alex langsung berbinar apa yang ia harap sesuai dengan keinginan untuk kembali menikmati ASI milik sang istri sempat terdengar akibat ulah kedua jagoan jahil itu.
Alex naik ranjang kemudian mengubah posisi menghadap Alana agar dengan mudah minum ASI seperti jagoan kecil yang jahil itu minum.
Alana yang mengantuk langsung memejamkan mata tidak peduli lagi apa yang Alex lakukan. Karena efek kelelahan pasca melahirkan.
*****
__ADS_1
Pagi sekali Tasya sudah bersiap untuk ke rumah sakit. Kali ini Tasya tidak lagi di antar oleh Will Asisten Alex. Karena Alex tidak masuk sampai Alana pulang dari rumah sakit maka dari itu semua urusan kantor Will yang menghandle.
Demian turun dari lantai dua melihat princes Smith satu - satunya yang tak biasa bangun pagi tapi sekarang apa yang ia lihat.
Tasya sudah rapi dengan pakaian yang selalu buat dia seorang princes di negeri dongeng.
Demian mendekati Tasya yang lagi serius melihat paper bag yang ada di atas meja sofa.
"Princes tumben uda siap sepagi ini tidak seperti biasa"? Demian duduk di samping Tasya sambil melihat apa yang ada dalam paper bag yang Tasya bawa.
"Iya dong kak, ini demi teman Tasya. Tasya uda ngak sabar ingin ketemu ponakan aku yang lucu itu". Tasya sibuk dengan hadiah yang ia akan bawa ke rumah sakit tanpa melihat Demian yang bicara padanya.
'Mana sih kak Wili' uda jam segini belum Dateng. "Ngak tahu apa orang buru - buru". Tasya tidak tahu kalau bukan Wili yang mengantar melainkan Demian sendiri yang akan mengantar Tasya.
"Siapa bilang kak Will yang akan mengantar kamu"? Tasya menatap Demian dengan bingung apa maksud kakak nya itu.
Melihat wajah bingung Tasya, Demian melanjutkan ucapannya bahwa dia sendiri yang akan mengantar Tasya.
"Kenapa ngak bilang dari tadi kak, tau gitu aku dari tadi minta si anterin". Tasya terus menggerutu Samapi ke mobil.
Demi ketemu ponakan Tasya bela - bela pasang alarm agar tidak telat bangun karena tidak sabar ingin ketemu ponakan yang ganteng juga cantik yang mengemaskan plus bikin kangen.
*****
Alex mengendong Arelsa memperhatikan wajah Arelsa versi Alex perempuan. Alana hanya kebagian bibir yang mirip dengan Arelsa.
Lama memandang wajah cantik putrinya terdengar pintu di ketuk dari luar. Pintu di buka Tasya masuk bersama Demian yang setia mengikuti langkah Tasya.
Hello ponakan aunty yang ganteng juga cantik. Alana melihat Alex yang mengendong salah satu ponakannya pun mendekat ke arah Alex.
Arelsa yang juga bangun melihat kearah Tasya dengan memberi senyum pada aunty cantiknya itu.
Tasya begitu heboh ketika bayi cantik itu tersenyum padanya. "Kak lihat Arelsa senyum kearah Tasya". Demian mendekat melihat ponakan cantiknya itu dengan binar bahagia.
Demian mengusap lembut pipi bayi yang masih merah itu dengan sayang. Sekarang princes uda ada saingan.
__ADS_1
Tasya menoleh pada Demian dengan mengerutkan kening bingung atas ucapan Demian barusan.
"Apa maksud kakak"? Tasya kembali memperhatikan wajah Arelsa yang begitu mirip kakak nya Alex hanya saja versi perempuan.
Iya princes kecil ini saingan adek. Demian kembali menjelaskan apa yang katakan pada Tasya.
"Tidak akan kak". Kami kan teman ia kan ponakan aunty yang cantik. Tasya tidak masalah jika ada saingan toh juga tidak orang lain.
Asyik dengan Arelsa sampai lupa dengan dua jagoan yang juga ponakan Tasya itu. "Aunty ke Abang dulu ya dek, nanti Abang adek cemburu kalau aunty tidak menyapa nya". Setelah mengatakan itu Tasya beranjak menuju boks bayi di mana dua jagoan Alana juga Alex masih tidur dengan nyenyak mungkin karena malam tadi bangun meminta ASI pada Mommy nya.
Demian pamit karena ia harus ke kantor. Sebelum itu Demian menyempatkan melihat ponakan boy yang masih tidur itu.
Kini hanya tinggal Alex, Alana, Tasya juga tiga malaikat kecil di ruangan Alana.
Beberapa saat saling diam karena tengah asyik melihat anggota baru dari keluarga mereka yang hadir Tasya buka suara.
"Kapan kakak ipar akan pulang"? Tasya menoleh sekilas pada Alana kemudian beralih menatap Arcelio Arselio menunjukan sebentar lagi mereka akan bangun.
Alana melirik Alex karena ia juga tidak tahu kapan di beri izin pulang pasca melahirkan.
Tidak kunjung ada jawaban Tasya kembali menoleh Alana yang hanya diam saja. Alana yang ditatap oleh Tasya hanya menggeleng kepala tanda dia juga tidak tahu kapan ia akan pulang.
Tunggu satu minggu baru kakak akan membawa kakak ipar kamu pulang. sebenarnya Alana sudah diberi izin untuk pulang oleh dokter Sasa yang menangani Alana, namun Alex tidak mengizinkan Alana harus di pastikan baik - baik saja baru setelah itu ia kan membawa kembali ke Mansion.
Arcelio Arselio membuka mata mereka. Tasya langsung menatap ponakan ganteng itu dengan gemas.
"Kenapa kalian ganteng banget sih". Tasya melihat Alex kecil yang ada di hadapannya sekarang ini.
Alex mendekati boks bayi di mana dua jagoan kecil yang jahil padanya semalam. "Mau Daddy gendong"? Alex menunggu reaksi dari dua jagoan jahil itu ketika melihatnya.
Bersambung
Selamat Membaca
Semoga Suka
__ADS_1
Jangan Lupa Like dan Komen
Terima Kasih 💞