
Mansion Alex heboh sejak kedatangan sahabat yang berkunjung karena weekend semua sepakat untuk berkumpul. Alana masih di kamar untuk memberi ASI pada tiga malaikat kecil yang baru berumur satu minggu sebelum bergabung dengan yang lain.
"Sayang pelan - pelan. Alana meringis ketika Arcelio yang sedang menikmati ASI dari Alana dengan semangat". Sampai buat sang mommy sedikit nyeri di bagian p*n*i*n*. Alex mendekat ke ranjang setelah mengendong Arelsa khawatir dengan Alana yang kesakitan.
"Kamu kenapa sayang? Alex khawatir pada Alana seperti kesakitan". Abang minum ASI semangat banget honey. Alex menegur agar Arcelio pelan - pelan minum ASI. Seakan mengerti apa yang di katakan Alex, Arcelio melepas p*n*i*n* Alana dari mulutnya melihat ke arah Alex yang lagi menatapnya.
Arcelio memberi tatapan permusuhan pada sang Daddy kemudian melanjut kegiatan minum ASI dari Alana sekarang Arcelio lebih pelan meminum ASI dari sang Mommy.
Arelsa memperhatikan Daddy nya yang sedang menatap Alana tanpa berkedip. Alex gemes sendiri melihat putrinya yang sedang serius menatap kearahnya. " Kamu kenapa sayang? Mau mimik sama mommy".
Tunggu sebentar nanti giliran anak Daddy yang cantik ini lagi mimik sama mommy. Arelsa jika ingin ASI pada Alana memang tenang jarang sekali bayi mungil itu akan menangis.
Alex mengambil alih Arcelio dari Alana selesai mendapat jatah ASI. Arcelio hanya menampil raut jutek pada Alex, padahal bayi yang belum genap satu bulan itu sudah demikian.
__ADS_1
Alana mengambil Arelsa dari gendongan Alex untuk di beri ASI. "Anak mommy uda harum". Alana mencium pipi Arelsa yang merah juga halus itu dengan lembut. Seakan mengerti apa yang Alana lakukan Arelsa mengangkat satu tangan yang terbebas untuk di cium oleh Alana.
"Kenapa menatap Daddy seperti itu boy? Alex lagi memperhatikan wajah jagoan kecil nya itu memandang dirinya dengan malas. "Kamu masih kecil aja uda dingin gini sayang". Alex gemes sendiri melihat ekspresi anaknya persis dengan dirinya.
Tok tok tok
"Masuk", Tasya membuka pintu kamar Alex setelah mendapat izin dari yang punya kamar. Tasya mendekat pada boks bayi karena hanya melihat dua ponakan yang ada di atas ranjang. Otomatis satu ponakannya pasti ada di dalam boks bayi, benar saja tebakan Tasya bahwa ponakan ada di boks bayi.
Arselio yang memang sudah bangun beberapa menit sebelum Tasya masuk . Tasya yang lagi menatap bayi mungil itu dengan berbinar. "Kamu lagi tunggu aunty yang sayang? Tasya mengambil Arselio yang sudah bangun untuk mendekat ke ranjang di mana Alana, Alex serta dua ponakan yang lebih dulu bergabung di atas ranjang.
Alana memberi ASI pada Arselio sebelum mereka bergabung dengan yang lain di bawah. Tiba - tiba Tasya bertanya pada Alana yang lagi fokus melihat wajah tampan Alex versi kecil yang lagi ASI pada Alana.
"Kakak ipar, apa itu tidak sakit kalau di masukan ke mulut"? Alex Alana yang lagi fokus dengan anak - anak yang sedang mereka gendong menoleh pada Tasya. Tasya yang melihat wajah bingung dari Alana mengulangi kalimat yang sama sambil menunjuk p*y* d*r* Alana yang lagi di nikmati oleh bayi mungil yang tampan itu.
__ADS_1
Muka Alana langsung memerah Karena pertanyaan dari Tasya untuk dirinya. Alex yang melihat istrinya itu sudah malu langsung mengalihkan pembicaraan mereka agar Alana tidak tambah malu dengan pertanyaan dari Tasya.
Lebih baik kita sekarang kebawah bergabung dengan yang lain. Mendengar apa yang Alex katakan berhasil mengalihkan Tasya dari apa yang ia tanya pada Alana.
"Ok sekarang kita ke bawah cantik. Temui uncle yang ganteng - ganteng". Tasya mengajak Arelsa bicara sambil mengendong bayi cantik itu untuk turun ke lantai satu di mana semua orang sudah berkumpul.
Bersambung
Selamat Membaca
Semoga Suka
Jangan Lupa Like dan Komen
__ADS_1
Terima Kasih 💞