Batas Kesabaran Seorang Istri

Batas Kesabaran Seorang Istri
Rasa Penasaran Gantara


__ADS_3

Saat jam istirahat, seperti biasa Nabila langsung meminta izin untuk ke toilet dengan menyembunyikan bekal di balik panggungnya.


'Iya boleh, tapi setelahnya langsung kembali ya, Nabila," ucapan guru bimbing tersebut yang tahu alasan Nabila meminta izin.


Walau Nabila menyembunyikan kotak bekal di belakang punggungnya, guru tersebut masih bisa melihatnya. Namun, karena dia sudah mengetahui mau ke mana arah Nabila, ia pun mengizinkannya.


Nabila yang mendapat izin langsung berlari menuju ke taman belakang, di mana dia dan juga Ambar selalu bertemu.


Ambar yang melihat cucunya itu datang langsung perlihatkan senyum lebarnya, merentangkan tangan dan langsung memeluk cucunya.


"Maaf ya, Nek. Nabila terlambat," ucapkan Nabila membuat Ambar pun mengangguk dan mengusap punggung Nabila.


"Iya nggak papa. Ayo kita makan," ucap Ambar. keduanya pun mulai makan kotak bekal yang tadi di bawahnya. Nabila sengaja meminta makanan lebih pada petugas catering agar bisa membagikan ke kotak bekal milik Ambar.


"Nenek, kata Ayah nggak papa kok Nabila berteman dengan nenek, menemui nenek dan berbagai makanan dengan nenek," ucapnya sambil mengunyah makanan dimulutnya, membuat Ambar terkejut dengan apa yang baru saja dikatakan oleh cucunya itu.

__ADS_1


"Apa maksudnya? Apa ayahmu sudah tahu jika kamu sering bertemu dengan nenek?" tanya Ambar membuat Nabila pun mengangguk.


"Nabila!" bentak Ambar tanpa sengaja membuat Nabila tersentak kaget.


Ambar yang menyadari kesalahannya langsung merubah mimik wajahnya dan meminta maaf.


"Maaf, nenek tak sengaja membentakmu, Nak. Tadi ada rambut yang hampir Nabila makan, makanya nenek menghentikan kamu mengunyah," ucapnya yang pura-pura mengambil sesuatu dari sudut bibir Nabila, membuat Nabila pun kembali pemasangan wajah ramahnya dan kembali mengunyah makanannya, ia percaya apa yang dikatakan oleh Ambar.


"Nenek kan sudah bilang untuk merahasiakan pertemanan kita, kenapa Nabila mengatakannya pada Ayah?" tanya Ambar. Ia merasa kesal saat mengatakan Ayah untuk pria lain, sedangkan Ayah Nabila sesungguhnya adalah putranya yang saat ini masih mendekam dibalik di penjara.


"Sudah dulu ya, Nek. Nanti ibu guru marah jika lama. Tadi katanya setelahnya harus langsung pulang ke kelas," ucapnya membuat Ambar dengan bergegas menghabiskan makanan yang ada di kotak bekal cucunya itu, menghabiskannya agar tak membuat cucunya kecewa.


Setelah merapikan kotak bekalnya dan menyimpannya di tas kotak bekas Nabila, Nabila pun berlari kembali menuju ke ruangannya.


Ambar menghela nafas panjang, sepertinya ia harus mempercepat rencananya. Rencana yang pertama adalah ia harus mengatakan sejujurnya kepada Nabila siapa sia sebelum mereka ketahuan, sebelum jingga dan juga Gantara mengetahui jika orang yang ditemui Nabila adalah dirinya. Setelah ia mengatakan siapa dirinya sebenarnya, ia akan menceritakan kepada Nabila mengenai Aditya.

__ADS_1


"Aku akan mempertemukan mereka. Aditya pasti sangat merindukan putrinya." Setiap ia membayangkan bagaimana putrinya di balik jeruji penjara, hatinya merasa sangat sakit. Ia tahu bagaimana putranya itu sangat menyayangi putrinya dan selama di penjara ia tahu betul Jingga tak akan membiarkan Nabila bertemu dengan Aditya, mungkin bahkan Jingga tak mengatakan jika Aditya adalah ayahnya, mengingat Nabila menganggap gantara sebagai ayahnya.


Sementara itu Gantara yang sudah mendapatkan baby sitter langsung membawa Alif untuk pulang ke kediaman mereka, sementara baby sitter itu akan bekerja di rumahnya minggu depan, masih ada beberapa berkas yang harus diurusnya terlebih dahulu sebelum mulai bekerja.


Setelah mengantar Alif, Gantara kembali melanjutkan mobilnya menuju ke kantor. Namun, saat sampai di parkiran kantor Gantara yang tak tenang kembali melajukan mobilnya menuju ke sekolahan Nabila, jam sudah menunjukkan jam istirahat, mungkin anaknya itu akan kembali menemui wanita paruh baya yang tadi di ceritakannta itu.


Gantara kembali melanjutkan mobilnya secepat mungkin menuju ke sekolah dan begitu sampai di sekolah, Gantara menanyakan kepada guru pembimbing apakah tadi Nabila kembali menemui orang itu dan guru pembimbing mengatakan jika Nabilah kembali menemuinya saat jam makan siang.


Gantara melihat anaknya yang sedang belajar di ruang kelasnya, sepertinya mereka baru saja masuk, ia terlambat untuk datang ke sekolah.


"Maaf! Apa aku boleh menemui orang yang selama ini ditemui oleh Nabila?" tanya Gantara yang ingin memastikan siapa orang itu sebenarnya. Apa niat orang itu dan mungkin Gantara akan menyelidiki terlebih dahulu sebelum mengizinkannya. Apakah ia mengizinkan Nabila untuk tetap memberikan makanan kepada wanita tua itu atau meminta Nabila untuk tak lagi bertemu dengan wanita itu.


"Tentu saja, Pak. Mari saya antarkan," ucap guru pembimbing tersebut, setelah meminta guru lain untuk membantu mengajak di kelas Nabila. Di mana satu kelas harus ada dua guru yang mengajar mereka, satu guru yang memulai materi dan satu guru mengawasi anak-anak satu persatu.


Gantara dan guru pembimbing tersebut berjalan menuju ke area belakang sekolah, di mana tempat wanita tua itu tinggal. Karena jam pekerjaannya sudah selesai. Ambar bekerja dari pagi untuk membuat makanan dan sudah selesai sebelum jam makan dan makanan yang mereka masak sudah selesai.

__ADS_1


Nantinya akan kembali diambil alih oleh para pekerja lainnya, untuk membagikan makanan tersebut kepada anak-anak.


__ADS_2