
Setelah 2 hari dirawat di rumah sakit, akhirnya Jingga diizinkan untuk keluar. Mereka sudah menyediakan acara untuk aqiqahannya di mana aqiqahan tersebut akan digelar satu minggu setelah kelahiran anak ketiga dari Jingga yang mereka beri nama Khalisa.
Kabar acara megah itu sudah sampai ke telinga Ambar, Ambar ingin datang. Namun, ia tak berani datang jika tak undang, sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Aditya. Ia dilarang oleh putranya itu untuk ikut campur lagi urusan keluarga Jingga, begitupun dengan Nabila. Jika Nabila yang mendatanginya barulah ia bisa bersama dengan cucunya itu.
Semenjak hari itu, Ambar rutin mendatangi putranya. Dua kali seminggu ia akan datang mengunjungi Aditya, seperti hari ini adalah jadwal ia mengunjungi putranya, Ambar dengan sabar menunggu kedatangan Aditya yang masih dipanggil oleh petugas.
"Bagaimana kabar, Ibu?" tanya Aditya begitu duduk di depan ibunya.
"Ibu baik-baik saja, Nak. Bagaimana kabarmu sendiri?" tanya Ambar kembali melihat putranya yang terlihat lebih segar dari sebelumnya, putranya bahkan lebih berisi, sangat berbeda dengan sebelum ia bertemu dengan Nabila. Sepertinya maaf Nabila telah membuat hari-harinya menjadi lebih baik dari sebelumnya, bayangannya yang hidup di penjara dan menderita ternyata tak seperti yang ia pikirkan. Itu membuatnya merasa sedikit lega, walau kehidupan Aditya terkurung di dalam penjara. Namun, banyaknya kegiatan yang diberikan dalam penjara itu dan semuanya bersikap positif membuat Aditya banyak memetik pelajaran dari hal itu dan ia bertekad akan menjadi lebih baik saat bertemu dengan Nabila setelah ia keluar dari penjara nanti.
"Apa Ibu sudah pernah bertemu kembali dengan Nabila?" tanya Aditya di mana ia sudah kembali merindukan sosok putrinya itu, ingin rasanya ia meminta Gantara untuk kembali mengantar Nabila untuk menjenguknya.
"Tidak, Nak. Ibu belum pernah bertemu dengannya lagi, ibu dengar Gantara sedang sibuk karena Jingga kembali melahirkan anak kedua untuknya," jelas Ambar membuat Aditya langsung merubah ekspresinya, apakah Jingga begitu bahagia sehingga dalam beberapa waktu saja ia sudah memberikan dua anak pada Gantara.
__ADS_1
"Mungkin Nabila juga sibuk dengan adik barunya makanya ia tak ada waktu untuk bertemu dengan ibu," ucap Ambar walau dalam hati ia juga menginginkan agar ia kembali bertemu dengan Nabila. Namun, dia mencoba sabar dan mengerti sampai cucunya sendiri itu datang menemuinya. Ambar juga mendengar acara aqiqahan yang akan digelar untuk anak ketiga dari Jingga itu, sudah pasti semua akan sibuk akan hal itu.
"Apa Ibu tidak mendatangi acaranya? Dengan begitu itu Ibu bisa bertemu dengan Nabila," ucap Aditya yang bisa melihat kerinduan di mata ibunya untuk Nabila.
"Apa menurutmu mereka akan mengundang ibu?" tanya Ambar menatap anaknya, begitu banyak kesalahan yang mereka lakukan pada Jingga dimasa lalu, Ia sendiri tak yakin apakah ia akan diundang melihat itu adalah acara untuk anggota keluarga baru mereka.
Akan ia di undang, Ambar tak ingin berharap, terlalu banyak kesalahan yang dilakukannya di masa lalu, ia bahkan belum meminta maaf kepada mereka, sudah pasti mereka tak akan mengundangnya.
Mereka pun kembali berbincang masalah lain, Ambar tak ingin membahas masalah Jingga dan Nqbila. Namun, baru saja ia keluar dari ruangan itu, Nabila tiba-tiba menghampirinya dan berlari memeluknya.
"Nabila juga ingin menjenguk Ayah?" tanyanya membuat Nabila pun mengangguk.
"Iya, Nenek. Nabila baru saja ingin menemuinya, Ayah pasti senang saat melihat Nabila datang untuk menemuinya," ucap Nabila dan kali ini yang mengantar Nabila adalah Mita.
__ADS_1
"Nenek di sini saja bersama Nenek saja ya, Nabila ingin menemui ayah sendiri," tambahnya membuat Mita pun hanya mengangguk dan duduk di salah satu kursi, Ambar juga ikut duduk di depannya. Mita sudah mendengar semua cerita dari Jingga dan juga Gantara mengenai apa yang pernah Ambqr lakukan pada Nabila.
Mereka berbicara banyak hal termasuk Ambar meminta maaf secara langsung pada Mita akan apa yang pernah dilakukan pada putrinya dan Mita memaafkan semua kesalahan Ambar, mungkin itu sudah merupakan takdir dari putrinya agar menjadi pelajaran hidup baginya.
Sementara itu di dalam ruangan, Aditya memangku Nabila. Mendengarkan cerita Nabila tentang adik barunya, sesekali Aditya menanggapinya dan bertanya banyaklah tentang adiknya dan Nabila dengan antusias menjawabnya. Mereka hanya membahas masalah kelahiran adik bayi Nabila, betapa senangnya Nabila memiliki adik baru.
"Apa Ayah bisa datang ke pesta adik nanti?" tanya Nabila mengundang ayahnya untuk datang ke acara aqiqahan adiknya.
"Maaf, Sayang. Ayah nggak bisa keluar dari sini, ada waktu tertentu yang harus ayah melalui di sini, tapi doa ayah akan ayah kirimkan untuk adiknya Nabila. Semoga menjadi anak yang baik, Soleh dan selalu sehat agar bisa menemani Nabila bermain," ucap Aditya membuat Nabila pun hanya mengangguk, ia mengerti jika saat ini ayahnya sedang dihukum di dalam penjara tersebut.
Setelah Nabila bertemu dengan ayahnya dan mengundang ayahnya untuk datang ke acara aqiqah adiknya, ia juga kembali menemui neneknya. Tak lupa Nabila juga meminta Ambar untuk datang, jika Aditya tak bisa datang ia mengerti. Namun, Nabila mengatakan kepada neneknya jika dia harus datang dan Nabila akan menunggunya.
Ambar melihat ke arah Mita, meminta persetujuan apakah dia boleh datang atau tidak.
__ADS_1
"Datanglah, Bu Ambar. Kita lupakan masalah yang dahulu, kita anggap saja itu adalah masa lalu. Anda boleh datang ke acara aqiqahan cucu kami," ucap Nita mencoba memaafkan kesalahan Ambar demi Nabila, dia bisa melihat jika Nabila juga menyayangi neneknya itu dan ia tak bisa melarang akan hal itu.