Batas Kesabaran Seorang Istri

Batas Kesabaran Seorang Istri
Kasih Sayang Gantara


__ADS_3

"Ayah, apa benar apa yang dikatakan oleh nenek itu benar?" tanya Nabila, sejak tadi ia masih ragu apakah apa yang dia katakan oleh Ambar adalah benar atau salah karena yang ia ketahui semua fakta itu tak benar dan fakta yang sebenarnya dia adalah anak ayahnya, ayah Gantara, bukan anak siapapun. Apalagi seorang pria yang bernama Aditya. Ia sama sekali tak tahu siapa si pemilik nama tersebut.


Gantara menghela nafas dan mencoba berfikir tenang, mengatur kata-kata yang tepat agar putrinya tak membencinya dari segala sisi.


"Dengar Nabila, jika ada orang yang paling menyayangi Nabila itu adalah ibu Nabila, kemudian ayah, kami sangat menyayangi Nabila, kami nggak mau Nabila sampai terluka, menangis ataupun kesusahan. Apapun akan kami lakukan agar Nabila bisa bahagia, sekarang ayah tanya, apakah Nabila bahagia menjadi anak ayah dan ibu?" tanya Gantara membuat Nabila pun mengangguk.


"Iya, Ayah. Nabila sangat bahagia, Nabila tak ingin menjadi anak orang lain selain menjadi anak Ayah dan ibu," jawabnya, setetes air mata jatuh dari pelupuk matanya, bayangan jika ayahnya tak menyayanginya dan hanya menyayangi anak kandungnya sudah membuat Nabila merasa sangat sakit hati dan tak mau jika sampai hal itu benar-benar terjadi di masa depan, seperti apa yang dikatakan Ambar.


"Sampai kapanpun, sampai ayah tiada di dunia ini, Nabila tetap anak ayah dan ayah ingin Nabila juga menganggap ayah ini adalah ayah Nabila sampai Nabila besar nanti," ucap Gantara membuat Nabila kembali mengangguk.


"Memang benar, ayah bukanlah ayah kandung Nabila, pria yang bernama Aditya adalah ayah kandung Nabila. Tapi, percayalah walau ayah ini bukan ayah kandung Nabila, tapi rasa sayang ayah melebihi rasa sayang seorang ayah kandung kepada Nabila." Gantara mengusap air mata yang menetes dari pelupuk mata putrinya yang sejak tadi menatapnya dengan mata berkaca-kaca.


"Nabila sangat sayang Ayah, walau Ayah bukan Ayah kandung Nabila, Nabila akan selalu menyayangi Ayah, tapi Ayah kenapa Ayah kandung Nabila dipenjara, mengapa Ayah memenjarakannya? Apakah benar apa yang dikatakan oleh nenek, Ayah sengaja memisahkan Ayah kandung Nabila dengan ibu agar Ayah bisa bersama dengan ibu, karena Ayah memiliki banyak uang makanya Ayah bisa memenjarakan ayah kandung Nabila?" tanya Nabila membuat Gantara sangat terkejut. Sebenarnya apa saja yang dikatakan oleh Ambar pada cucunya sehingga Nabila bisa berkata seperti apa yang dikatakan oleh Nabila.


"Apa Nabila mau tahu yang sebenarnya?" tanya Gantara, jika Nabila bisa menangkap semua apa yang dikatakan oleh Ambar, Gantara yakin Nabila juga bisa menangkap apa yang akan dijelaskan padanya.


Mendengar itu Nabila mengangguk.

__ADS_1


"Tapi sebelum ayah menceritakan semuanya, ayah ingin mendengar apa saja yang diceritakan oleh nenek yang bersama Nabila itu."


Apa yang dikatakan oleh Ambar saat sekolah tadi , ia mengingat semua dengan detail apa saja yang dikatakan oleh Ambar. Selama ini ia tak pernah bohong pada ayahnya, membuat Nabila kembali jujur. Walau Ambar sudah mewanti-wantinya jika dia tak boleh mengatakan apapun pada siapapun mengenai mereka.


Gantara mengeratkan rahangnya, mengepalkan tangannya saat mendengar cerita Nabila yang semuanya merupakan sebuah karangan. Karangan yang menjelek-jelekkan dirinya dan juga Jingga dan menganggap Aditya lah yang paling benar dan hal itu tak dibenarkan oleh Gantara.


"Apa ada lagi yang dikatakan olehnya?" tanya Gantara setelah Nabila berhenti berbicarakan mengenai Aditya pada Nabila.


"Nenek bilang nenek akan mempertemukanku dengan ayah, nenek memintaku menemuinya malam nanti di luar pintu gerbang dan Nabila harus mengendap-ngendap keluar dari rumah ini."


"Apa dia meminta Nabila seperti itu?" tanyanya membuat Nabila pun mengangguk, membuat Gantara semakin kesal. Bisa-bisanya ia melakukan hal itu, apakah dia berencana kembali menculik Nabila. 'Tidak, dia tidak akan membiarkan hal itu terjadi.'


Nabila mendengar apa yang dijelaskan oleh ayahnya, kini ia memiliki dua gambaran tentang kedua sisi sesuai dengan cerita mereka masing-masing.


"Ayah, bolehkah Nabila menemui ayah kandung Nabila? Ada yang ingin Nabila tanyakan padanya."


"Baiklah, ayah akan membawa Nabila untuk bertemu dengan ayah kandung Nabila, tapi ayah minta satu hal, jangan pernah menemui nenek Nabila lagi kecuali Nabila bersama dengan orang dewasa, misalnya ibu, ayah atau nenek, jangan menemuinya sendiri. Jika memang Nabila ingin bertemu dengannya kapan saja kami akan membawa Nabila untuk bertemu dengannya," ucap Gantara membuat Nabila mengangguk dan kini ia merasa lebih tenang

__ADS_1


"Ya sudah, sekarang Nabila hampiri ibu. Minta maaf pada ibu karena telah membuat ibu cemas," ucap Gantara. Nabila pun mengangguk dan turun dari tempat tidurnya, ia berlari menghampiri Jingga dan memeluknya. Nabila minta maaf kepada Jingga karena telah membuatnya khawatir, sore itu Nabila juga menceritakan apa yang terjadi dengannya selama ini dan apa yang saja yang dilakukannya bersama Ambar, ia menceritakan semua pada ibunya sementara itu Jingga juga menceritakan apa yang terjadi di masalah selalu saat mereka masih bersama dengan ayah kandungnya dan neneknya.


Tadinya Jingga ingin menutup semua kenangan buruk itu dari putrinya, tapi sepertinya karena apa yang dilakukan oleh Ambar, yang mengarang cerita seolah-olah ialah yang meninggalkan mereka, membuat Jingga tak punya pilihan lain selain menceritakan semua apa yang dialaminya di apartemen ayahnya saat Nabila masih kecil.


"Maaf ya, Bu. Nabila sudah salah paham pada ibu dan ayah. Nabila pikir kalian sengaja memisahkan aku dan nenek karena mereka hanyalah orang miskin dan tak punya uang," ucapnya membuat Jingga hanya mengangguk.


"Nabila janji ya pada ibu, jangan merahasiakan apapun lagi. Jika Nabila ingin cerita, cerita pada ibu, anggap Ibu ini sebagai ibu sahabat dan juga teman curhat Nabila, sekarang Nabila sudah besar. Nabila bisa menceritakan apa saja yang Nabila rasakan pada ibu," ucapnya membuat Nabila pun mengangguk dan kini memeluk ibunya. Saat mereka tengah bercerita, Gantara masuk sambil menggendong Alif dan memanggil mereka untuk makan malam.


Nabila sudah kembali terlihat ceria, mereka makan malam bersama. Setelah makan malam, Nabila pun masuk ke kamarnya begitupun dengan Jingga dan juga Alif.


Gantara terus mengawasi Nabila, ia terus berada di ruang tamu, takut jika anaknya itu benar-benar keluar menemui Ambar. Gantara takut jika sampai Ambar kembali membawa Nabila menjauh darinya. Sesekali Gantara mengintip dari balik jendela, apakah sosok Ambar benar-benar datang untuk menjemput putrinya atau tidak.


Tak lama kemudian, ternyata benar, samar-samar ia bisa melihat seseorang dari balik pintu gerbang dan ia yakin itu adalah Ambar. Gantara menelpon orang yang berjaga di pintu gerbang untuk mengawasi Ambar dan juga Nabila. Ia menceritakan bahwa Nabila telah dipengaruhi oleh wanita yang berada di luar pintu gerbang untuk menemuinya, Gantara menegaskan agar jangan sampai membuat hal itu terjadi.


"Baik, Pak. Saya mengerti, haruskah saya mengusirnya?"


"Tidak usah, berpura-pura saja tak melihatnya, tapi tetap awasi dia, jangan sampai Nabila diambil olehnya."

__ADS_1


"Baik, Pak," jawab satpam tersebut kemudian Gantara pun berlalu menuju ke kamar putrinya, ia dengan perlahan membuka pintu kamar Nabila, melihat masuk ke dalam ternyata putrinya itu sudah tertidur. Gantara mengambil kunci yang ada di dalam kemudian mengunci pintu itu dari luar, ia tak ingin kecolongan sampai Nabila terbangun di malam hari dan keluar menemui Ambar.


__ADS_2