Batas Kesabaran Seorang Istri

Batas Kesabaran Seorang Istri
Penyesalan Aditya


__ADS_3

Gantara dan Nabila berjalan menuju ke ruangan di mana Aditya masih menunggu mereka, ia tadinya ingin kembali ke selnya. Namun, petugas mengatakan jika masih ada yang ingin bertemu dengannya, Aditya bingung siapa yang ingin bertemu dengannya, karena selama ini ia tak pernah ada siapapun yang mengunjunginya dan kali ini ibunya untuk pertama kalinya mengunjungi dirinya.


'Tapi jika ada orang lain lagi siapa?' batin Aditya.


Ambar yang sudah bertemu dengan anaknya ingin kembali dan berdiri dari duduknya. Namun, dia melihat Gantara dan Nabila juga berjalan ke arahnya, Ambar menghentikan langkahnya dan menatap keduanya dengan heran.


"Nabila," ucap Ambar menghampiri Nabila yang semakin dekat dengannya.


"Nenek, Nenek habis bertemu dengan ayah kandungnya Nabila ya?" tanya Nabila membuat Ambar pun mengangguk dan menatap ke arah Gantara. Ia tak percaya jika Gantara benar membawa cucunya itu untuk bertemu dengan putranya.


"Nabila juga ingin bertemu dengan ayah?" tanya Ambar berminar senang, pasti anaknya sangat senang jika bertemu dengan Nabila. Tadi saja Aditya mohon-mohon pada ibunya agar membawa Nabila untuk menjenguknya, Ambar sudah menceritakan semua apa yang telah dilakukannya untuk mengusahakan agar mereka bertemu. Namun, semua berujung pada kegagalan.

__ADS_1


"Iya, Nek. Ada yang ingin Nabila katakan pada ayah," jawab Nabila.


"Ya sudah, ayo nenek temani," ucap Ambar ingin memegang tangan Nabila dan membawanya ke ruangan Aditya. Namun, Gantara menahannya.


"Tidak, Bu Ambar. Aku yang akan menemani Nabila, bukankah Anda tadi sudah menemui putra Anda, aku rasa petugas tak akan membiarkan Anda masuk lagi," jelas Gantara membuat Ambar pun terdiam walau ia tak masuk lagi menemani Nabila, setidaknya Nabila masuk dan bertemu dengan ayahnya itu sudah lebih dari cukup. Gantara sudah berbaik hati ingin mempertemukan mereka, ia tak ingin membuat masalah sehingga membuat Gantara kembali menarik keinginannya untuk mempertemukan mereka.


Ambar mengundurkan langkahnya memberi ruang pada Nabila untuk melangkah masuk ke ruangan tersebut.


Ambar hanya melihat keduanya yang menghilang di balik pintu, ada rasa senang, sedih, haru yang ada di dalam hatinya juga ada rasa kesal pada sosok Gantara yang selalu saja menghalangi mereka. Jika saja Gantara tak ada bersama dengan Jingga, sudah pasti Aditya bisa kembali menjalin hubungan dengan Jingga dan juga Nabila. Akar dari semua penderitaan mereka adalah Gantara.


Begitu masuk, Aditya langsung melihat ke arah Nabila, walau ia sudah lama tak melihatnya. Namun, ia bisa tahu jika gadis kecil yang datang bersama dengan Gantara itu adalah Nabila, ia langsung berdiri dan berjalan pelan menghampiri Nabila, ia berjongkok masa jajajarkan tubuhnya dengan Nabila.

__ADS_1


"Nabila," lirih Aditnya berkaca-kaca.


"Ayah, apakah Anda Ayahku?" tanya Nabila membuat Aditya yang mendengar panggilan tersebut ayah dari Nabila meneteskan air mata dan mengangguk.


"Iya, Nak. Ini ayah, maaf ayah tak pernah menemui Nabila. Bolehkah ayah memeluk Nabila?" ucap Aditya yang kini perlahan mengulurkan tangannya ingin memeluk putrinya.


Mendengar itu Nabila mendongak melihat ke arah Gantara, meminta izin apakah ia boleh memeluk ayah kandungnya itu dan Gantara pun mengangguk memberi izin, walau bagaimanapun Aditya adalah ayahnya, walau banyak kejahatannya di masa lalu. Namun, Gantara mencoba untuk memaafkan semuanya.


Mendapat izin dari ayahnya, sosok pria yang selama ini sudah dianggapnya seperti ayah kandungnya sendiri itu, Nabila pun melangkahkan kakinya mendekat ke arah ayah kandungnya. Ayah kandung yang baru ia ketahui.


Nabila yang memiliki hati yang lembut dan baik tak tahan melihat air mata yang menetes di wajah pria yang katanya ayah kandungnya itu. Ia pun dengan tangan kecilnya menghapus air mata tersebut dan memeluk ayahnya, bukannya Aditya berhenti menangis, tangisannya semakin pecah saat memeluk Nadila.

__ADS_1


Rasa penyesalan yang selama ini dirasakannya selama masa tahanannya kini semakin memuncak saat memeluk putri yang lahir dari benihnya itu. Ia sangat menyayangi Nabila. Namun, kesalahannya di masa lalu membuat dia harus kehilangan sosok putri kecilnya itu dan juga Jingga, wanita yang telah mengorbankan banyak hal untuknya, telah memberinya seorang putri yang sangat cantik. Namun, ia sia-siakan hanya karena kenikmatan sesaat.


__ADS_2