
Gantara melangkahkan kakinya menuju ke belakang sekolah tersebut, di mana di sanalah orang yang selama ini menemani dan bertemu dengan Nabila tinggal. Menurut keterangan dari sekolah, Gantara yakin saat ini orang itu pasti ada di sana karena tugasnya sudah selesai, memang dia adalah seorang paruh baya tentu saja berada di rumah di jam seperti itu, mungkin saja terjadi.
"Di sana ada beberapa petugas sekolah yang tinggal di sana dan salah satunya yang selalu menemui anak Bapak," jelas guru pembimbing tersebut membuat Gantara hanya mengangguk dan kembali melangkahkan kakinya menuju ke rumah tersebut.
"Di mana mbak Sari?" tanya guru pembimbing tersebut pada salah satu karyawan catering lainnya yang tinggal di sana.
Iya, Ambar mengubah namanya menjadi Sari. Semua itu bertujuan agar tak ada yang mengetahui identitasnya, khususnya keluarga Jingga, semua untuk kelancaran rencananya.
"Tadi mbak Sari ada di kamarnya, Bu," jawabnya membuat ibu guru dan juga Gantara kembali melangkah masuk, tempat itu berupa petakan-petakan dan Sari atau Ambar berada dipetakan terakhir karena dialah orang yang terakhir datang di sekolah tersebut untuk bekerja.
__ADS_1
Guru pembimbing tersebut mengetuk pintunya beberapa kali. Namun, pintunya tak kunjung dibuka.
Bukannya Sari yang keluar, tapi malah tetangga yang tinggal di sebelah ruangan bu Sari yang membuka pintu, karena guru pembimbing tersebut mengeraskan ketukannya, mengira mungkin saja ibu Sari sedang beristirahat. Ia harus bertemu dengan ibu Sari sekarang juga, mengingat ada Gantara yang bersamanya, walau bu Sari harus mereka bangunkan.
"Ada apa, Bu?" tanya tetangga kamar Ambar.
"Dimana bu Sari? Bukankah ini tempatnya? Dari tadi aku mengetuk. Namun, tak ada yang membukakan pintu," jelas guru pembimbing tersebut.
"Sebentar Bu, saya minta kunci cadangan dulu. Takutnya terjadi sesuatu pada bu Sari didalam sana, beberapa hari ini dia terkadang mengeluh sakit," ucap salah satu dari mereka, mereka pun mengangguk penyetujui apa yang baru saja dikatakan oleh salah satu petugas catering tersebut, petakan rumah itu khusus petugas catering dan ada sekitar 5 orang yang tinggal di sana. Selebihnya petugas catering lainnya kembali ke kediaman mereka masing-masing.
__ADS_1
Sekolah itu merupakan sekolah yang cukup terkenal dan memiliki banyak murid, membuat banyak petugas catering yang bekerja di sana.
"Maaf ya, Pak. Mungkin terjadi sesuatu di dalam sana, kami akan coba membukanya dengan kunci cadangan," ucap guru pembimbing tersebut kepada Gantara membuat Gantara hanya mengangguk, dia masih sangat penasaran siapa sebenarnya sosok yang selama ini menemui putrinya, apakah dia orang baik atau orang yang jahat.
Di saat mereka sedang menunggu, ponsel Gantara berdering dan itu adalah panggilan dari kantornya, mengabarkan jika Gantara harus menghadiri rapat penting saat ini juga.
Gantara menghela nafas setelah mengangkat panggilan tersebut.
"Maaf ya, Bu. Sepertinya kita bertemu dengan petugas catering itu lain kali saja, saya sedang ada urusan penting," ucap Gantara. Tak lama kemudian orang yang tadi mengambil kunci juga datang dan mengatakan jika kuncinya sementara dicari, karena orang yang memegang kunci tersebut juga izin membuat mereka harus mencari di mana orang itu menyimpan kunci cadangannya.
__ADS_1
"Ya sudah, Bu. Tolong besok pagi minta dia untuk menemui saya di kantor kepala sekolah, saya akan menemuinya saat mengantar Nabila besok."
"Baik, Pak. Tentu saja," jawab guru pembimbing tersebut kemudian Gantara pun melangkah meninggalkan rumah petakan tersebut, sementara itu di dalam sana di balik pintu sejak tadi Ambar mendengar percakapan mereka, ia bernafas lega saat tahu jika saat ini Gantara sudah pergi. Ia harus kembali mencari cara agar besok bisa terhindar dari Gantara yang mau menemuinya, ia harus cepat menemui Nabila dan membeberkan semua faktanya jika perlu hari ini juga dia harus membawa Nabila untuk bertemu dengan ayahnya di penjara.