
Satu tahun kemudian, benar saja perusahaan Aditya sukses besar, walaupun perusahaannya tak sebesar perusahaan Gantara dan juga ayah dari Jingga. Namun, perusahaan yang mampu merubah kehidupan mereka, khususnya perekonomian Aditya.
Kini Aditya sudah memiliki rumah sendiri, rumah impian yang selama ini diinginkan oleh ibunya. Ia bisa membelikan apa saja yang ibunya inginkan, bukan hanya itu, di rumahnya dia memiliki banyak pembantu.
Satu khusus untuk melayani ibunya, satu membersihkan rumah, satu memasak, semua diberikan oleh Aditya untuk seorang ibu sebagai wujud rasa terima kasihnya karena selama ini telah menjaganya, melayaninya dengan baik tanpa mengeluh. Dia hanya ingin membalas apa yang ibunya berikan selama ini, walau itu tak akan sepadan dengan semuanya.
Yang paling terpenting adalah Aditya mampu mengembalikan uang Gantara, bukan hanya mengembalikan sisanya. Namun, Aditya akan pengembalian uang Gantara dengan mengembalikan cek yang sama yang dulu di berikan oleh Gantara. Cek yang tertulis satu miliar.
Hari ini Aditya ingin menemui Gantara. Dengan senyum di wajahnya, Aditya yang melangkah memasuki perusahaan yang pernah memberinya banyak kenangan di sana. Saat akan masuk ia melirik ke arah Tessa yang tersenyum kepadanya. Namun, Aditya mengabaikan senyuman itu, ia berjalan langsung menuju ke dalam lift, menekan tombol untuk mengantarnya ke ruangan Gentara. Namun, saat lift itu akan tertutup, Tessa menyusulnya dan kembali membuat Aditya membuka lift itu. Tessa masuk dan berdiri di samping Aditya dan pintu lift pun tertutup.
__ADS_1
"Apa kabar?" tanya Tessa pada mantan selingkuhannya itu.
"Baik, sangat baik," jawab singkat Aditya.
"Aku bisa melihat dari penampilanmu, kau jauh lebih baik dari terakhir kita bertemu bahkan aku lihat kamu lebih baik saat sebelum kamu masuk penjara," ucap Tessa masih dengan senyum menggodanya sambil menggulung-gulung rambutnya di jari telunjuknya.
"Terima kasih pujiannya." Aditya masih menjawab singkat ucapan Tessa.
"Aku pernah meminjam uang pada bosmu, makanya aku datang ke sini untuk mengembalikannya karena aku sudah memiliki lebih yang dipinjamkan oleh Gantara," jawabnya sambil mengambil cek yang ada di tasnya, memperlihatkan cek tersebut pada Tessa. Tessa yang melihat angka 1 M di cek tersebut membelalakkan matanya.
__ADS_1
Tatapan mata Tessa berpindah dari cek Satu Miliar tersebut dan menatap Aditya.
'Apakah benar dia memiliki uang sebanyak ini, jika dia bisa mengembalikan uang sebanyak ini pada Gantara berarti usahanya sudah sukses dan tak menutup kemungkinan ia memiliki lebih dari satu miliar,' gumam Tessa dalam hati.
Baru saja Tessa ingin bertanya lagi, tapi pintu lift pun terbuka dan Aditya langsung memasukkan cek itu kembali ke dalam sakunya.
"Maaf, aku sibuk," ucapnya melangkah keluar dari lift tersebut meninggalkan Tessa, Aditya sengaja memperlihqtkan Cek itu pada Tesse. Tessa yang masih terkejut dengan angka 1 miliar yang berada di dalam tas Aditya yang berbentuk cek itu, hanya bisa melihat punggung Aditya berjalan menjauh dan pintu lift itu perlahan menutup.
Tessa menjatuhkan tubuhnya ke lantai lift sambil bersandar, kakinya terasa lemas ia seolah kehilangan seorang milyarder yang tergila-gila padanya.
__ADS_1
Semenjak kepala Divisi menceraikannya kehidupannya sangat sulit, uang belanja yang lebih dari yang diimpikannya kini tak ada lagi, ia kesulitan untuk mengimbangi gajinya dengan biaya hidup mewahnya. Tessa bahkan tak segan berhutang untuk membeli tas branded dan kini semua hutang itu harus dibayar sedangkan ia sama sekali tak memiliki uang, tak ada lagi yang mau dijadikannya simpanan, semenjak semua orang tahu skandal antara dirinya dan juga kepala divisi.
"Aku harus coba mendekati Aditya lagi, aku yakin dia masih menyukaiku," ucap Tessa berdiri dan menguatkan dirinya, ia harus bisa kembali menggoda Aditya.