
Setelah memastikan kondisi di sekitarnya itu aman, Ambar pun keluar dan mengendap-ngendap menuju ke ruangan Nabila. Ia mengintip dari balik jendela dan bertepatan saat itu Nabila juga melihat ke arahnya, ia memberi isyarat agar Nabila menghampirinya.
"Bu, saya izin sebentar ke kamar mandi ya, Bu," ucap Nabila pada guru pembimbing membuat guru pembimbing pun membantu Nabila menuju ke kamar mandi.
"Saya sudah bisa sendiri, Bu. Ibu tak usah menemaniku," ujar Nabila, guru pembimbing yang tadinya ingin menemaninya mendengar hal itu guru pembimbing yang juga ada keperluan di kantor memutuskan untuk membiarkan Nabila ke kamar mandi sendiri.
"Tapi, setelah ke kamar mandi langsung kembali ke kelas ya, jika Nabila butuh bantuan panggil ibu saja, ibu ada di kantor," tunjuk guru pembimbing tersebut di kantor yang tak jauh dari kamar mandi tersebut, letaknya lebih dekat dari kantor dibanding dengan ruang kelas Nabila.
"Iya, Bu," ucap Nabila kemudian ia pun masuk ke dalam kamar mandi, guru pembimbing tersebut pun pergi meninggalkan Nabila setelah memastikan Nabila masuk ke kamar mandi tersebut.
"Bu, saya titip Nabila ya, dia ada di kamar mandi," ucap guru tersebut pada tukang bersih-bersih yang sedang menyapu lantai di sekitaran kamar mandi tersebut.
"Iya, Bu. Tenang saja, saya akan di sini sampai Nabila keluar dari kamar mandi," jawab petugas bersih-bersih tersebut membuat guru itu pun lebih tenang meninggalkan Nabila dan berjalan menuju ke kantornya.
Sementara itu Ambar sudah menunggu Nabila di dalam kamar mandi, begitu Nabila masuk ia langsung menghampiri Nabila.
__ADS_1
"Nabila, kita ketemu di taman belakang ya, saat istirahat kedua nanti nenek ingin mengatakan sesuatu kepada Nabila, ini hal yang sangat penting," ucap Ambar membuat Nabila pun mengangguk mengerti.
"Iya, Nek. Nanti Nenek tunggu di tempat biasa saja ya?" tanya.
"Tidak, Nabila tahu kan di mana nenek tinggal, nanti nenek tunggu ya di kamar nenek, soalnya nenek sedang tidak enak badan. Nenek tunggu di sana, nenek mau istirahat, tapi Nabila saat ke sananya nggak boleh diketahui sama siapapun, nanti pasti Nabila akan dilarang untuk menemui nenek." Ambar mengarahkan Nabila, apa saja yang harus di lakukan saat menghampirinya nanti.
"Baik, Nek," ucap Nabila patuh, kemudian Nabila pun keluar dari kamar mandi seolah-olah ia sudah selesai dengan urusannya di kamar mandi.
Tukang bersih-bersih yang melihat Nabila keluar kembali mengawasi Nabila hingga Nabila masuk ke dalam ruang kelasnya. Tak lama kemudian guru yang tadi menitipkan Nabila keluar dari kantor.
"Maaf, Mbak. Apa Nabila sudah keluar dari kamar mandi?" tanyanya memastikan.
Begitu masuk, guru pembimbing tersebut melihat Nabila yang sudah bergabung kembali bersama dengan yang lain. Mereka belajar hingga terdengar bunyi suara bel yang menandakan jam untuk mata pelajaran hari itu telah selesai dan akan berganti satu pelajaran lagi, yaitu membaca.
Sebelum mereka lanjut, mereka di istirahatkan selama 30 menit sebelum ke materi selanjutnya.
__ADS_1
Sesuai dengan kesepakatan Ambar dan juga Nabila tadi, begitu guru keluar dari ruangan mereka dan sedang menunggu pelajaran berikutnya, Nabila langsung menyelinap keluar menuju ke tempat di mana Ambar berada.
Sementara itu, Ambar di ruangannya terus berjalan bolak-balik. Ia khawatir bagaimana jika Nabila sampai tak berhasil untuk datang ke kamarnya, apakah dia harus kembali mendatanginya.
Ambar terus menimbang hal tersebut karena mungkin jika ditunda lagi, ia akan ketahuan dan mungkin tak akan bisa bertemu dengan Nabila keesokan harinya.
Hari ini adalah hari yang memiliki kesempatan untuk menceritakan semuanya kepada Nabila.
Nabila mengendap-ngendap menuju ke tempat di mana Ambar berada, saat ada guru atau petugas sekolah lainnya yang lewat ia akan bersembunyi. Semua itu sudah dijelaskan oleh Ambar, di mana dia harus bersembunyi dan apa saja yang harus dilakukannya. Ambar sudah merancang semuanya dan Nabila adalah anak yang pintar dan patuh, ia mendengarkan semua apa yang dikatakan oleh Ambar dan melakukannya.
Nabila tersenyum saat sudah melihat di mana bilik wanita yang baru dikenalnya itu dan sudah dipanggilnya nenek itu.
"Rumah nenek," gumamnya, kemudian ia pun keluar dari persembunyiannya dan langsung berlari menuju ke rumah petakan tersebut.
Nabila pun masuk ke dalam rumah itu dan mulai menghitung satu persatu pintu yang dilewatinya.
__ADS_1
"Ini pintu terakhir, pintu kelima. Berarti ini pintu kamar nenek," gumam Nabila kemudian ia pun mengetuk pintu kamar tersebut.
"Nenek, ini Nabila," ucap Nabila setelah mengetuk pintunya.