Batas Kesabaran Seorang Istri

Batas Kesabaran Seorang Istri
Nabila Bertemu Ayah Juga.


__ADS_3

"Nabila, Nabila mau kan maafkan ayah atas apa yang telah ayah lakukan pada Nabila dan juga ibunya Nabila?" tanya Aditya dengan berderai air mata, membuat Nabila pun mengangguk.


Sebelum datang ia banyak bertanya pada ayahnya tentang sosok Aditya dan bagaimana ayahnya bisa dipenjara.


Gantara yang merasa jika Nabila perlu tahu apa yang sebenarnya apa yang terjadi di masalalu, hingga ibunya memutuskan untuk membuat kepurusan tentang ayah kandungnya itu menceritakan semuanya, semua yang ia ketahui begitupun cerita dari ibunya sendiri.


Nabila sudah banyak mengetahui tentang sifat ayahnya, walau ia belum pernah bertemu semenjak Nabila dewasa dan mengerti akan hal-hal di sekitarnya, Nabila seolah mengenal sosok ayah dari cerita ayah tirinya dan juga ibunya.


Dari cerita keduanya begitu banyak hal negatif yang dilakukan oleh ayah kandungnya itu. Namun, melihat kondisi ayahnya saat ini yang berdarah air mata dan meminta maaf padanya, Nabila bisa merasakan kasih sayang yang begitu terpendam dari pelukan sang ayah membuat Nabila pun mengangguk.


Kini gadis kecil itu juga sudah meneteskan air mata, ia tak tahan melihat ayah kandungnya menangis seperti saat ini.


"Nabila, ayah tunggu di luar ya. Bicaralah pada ayahmu," ucap Gantara memberikan waktu kepada mereka berdua, melihat kondisi mereka berdua sepertinya mereka membutuhkan waktu berdua.


Nabila sudah cukup besar untuk bisa saling berbicara dengan ayahnya, Gantara pun keluar. Begitu ia keluar dari ruangan itu, ia selalu menatap dengan Ambar. Ambar kemudian menunduk memutus tatapan mereka, Gantara memilih duduk di ruang tunggu begitupun dengan Ambar, walau jarak mereka jauh mereka sama-sama ingin tahu apa yang terjadi di dalam sana.


"Ayah, apa Nabila boleh tanya sesuatu?" tanya Nabila membuat Aditya yang sudah menguasai dirinya mengusap air matanya, mengusap air mata putrinya dan membawa putrinya itu duduk di kursi yang ada di sana.

__ADS_1


Setelah memperbaiki duduk mereka, Aditya pun mengangguk.


"Katakan apa yang ingin kamu katakan, ayah akan menjawab semua pertanyaanmu dan ayah akan menjawabnya dengan jujur."


"Apa Ayah menyayangi Nabila?" tanya Nabila menatap mata ayahnya.


"Sejahat-jahatnya ayah, sebesar-besarnya kesalahan ayah di masa lalu, tapi Nabila adalah putri ayah, bagian dari hidup ayah. Nabila lahir ke dunia ini karena ayah, tentu saja ayah sangat menyayangi Nabila," ucapan Aditya menarik tangan Nabila dan meletakkannya di dadanya.


"Setiap detak jantung ayah ada nama Nabila, setiap doa ayah terselip nama Nabila. Ayah selalu meminta kepada Allah agar Nabila diberi kebahagiaan di manapun Nabila berada, ayah tak mau apa yang ayah lakukan di masa lalu berdampak pada Nabila."


"Bagaimana dengan ibu?" tanya Nabila lagi yang mendengar dari cerita ibunya dulu, ibunya sangat mencintai ayahnya itu. Ia bahkan rela meninggalkan keluarganya, mengalami kehidupan yang susah demi ayahnya. Namun, ayahnya menghianatinya, itulah sebabnya ibunya meninggalkan ayah kandungnya itu. Semua sudah dijelaskan oleh Jingga, di mana Jingga hanya menjelaskan jika ayahnya menyakitinya, Jingga tetap tak memberitahu jika ayahnya menyakitinya dengan cara berselingkuh dengan wanita lain, hal itu sebaiknya tidak diberitahu pada Nabila.


"Ayah masih lama di penjara?" tanya Nabila lagi membuat Aditya hanya bisa mengangguk, masih dengan senyum di wajahnya, ia mengusap rambut putrinya.


"Apa ayah boleh bertanya?" tanya balik Aditya.


"Tentu saja, Ayah. Ayah mau tanya apa?" tanya Nabila.

__ADS_1


"Ayah tahu Nabila selama ini bersama dengan nenek, ibu dari ayah dan semua itu tak sukai oleh keluarga Nabila. Ayah mohon Nabila menurut apa yang dikatakan oleh ayah dan ibu Nabila, jika mereka memang tak mengizinkan Nabila untuk bertemu dengan ibunya ayah, tapi ayah mohon maafkan dia, dia hanya melakukan semua itu karena menyayangi Nabila dan juga menyayangi ayah."


Mendengar itu Nabila pun mengangguk.


"Selama Ayah di sini, tak ada yang menjaga nenek. Ayah sayang sama nenek sama seperti Nabila juga menyayangi ibu Nabila, jika Nabila punya waktu sesekali mintalah ayah atau ibu Nabila untuk menjenguk nenek ya, Nabila jangan pergi sendiri menemui nenek," ucap Aditya yang sudah mendengar dari ibunya jika Gantara melarangnya bertemu jika mereka hanya berdua. Namun, Gantara mengizinkan mereka bertemu jika ada orang dewasa yang menemani mereka dan Aditya tak keberatan akan hal itu, ia bahkan memberitahu kepada ibunya untuk berhenti mengganggu Nabila, ia ingin ibunya hidup lebih baik dan menunggunya keluar, jangan melakukan hal-hal yang membuat ibunya itu semakin menderita, semakin dijauhi oleh Nabila.


Awalnya Ambar setuju dan masih ingin bersikeras merebut Nabila. Namun, karena bujukan dari Aditya, akhirnya Ambar pun mendengarkan apa yang dikatakan oleh putranya, hidup dengan sisa uang yang diberikan oleh putranya dan menunggunya keluar dan kembali di apartemen mereka.


"Pasti, Ayah. Nabila akan selalu menjenguk nenek, Nabila sayang sama nenek, Nabila sayang sama ayah, walau kita baru bertemu. Namun, Nabila yakin kalian juga menyayangi Nabila," ucap Nabila membuat Aditya pun kembali mengangguk dan menarik putrinya itu kepelukannya, mereka tak punya uang banyak, waktu Aditya ingin menghabiskan waktu yang hanya beberapa detik lagi dengan memeluk erat putrinya dan Nabila membalas pelukan erat sang ayah hingga petugas kepolisian pendatang dan mengatakan jika waktu mereka telah habis.


Gantara juga masuk ke dalam ruangan, mengambil Nabila begitupun dengan petugas yang akan membawa Aditya kembali ke selnya.


"Ganatar, terima kasih telah mendidik anakku menjadi anak yang sangat baik dan memiliki hati yang murni, kamu ayah yang baik, lebih baik dariku. Terima kasih atas segalanya, aku mohon maafkan ibuku. Aku sudah meminta ibuku untuk tak mengganggu kalian, sekali lagi aku mohon maaf atas tindakan ibuku selama beberapa hari ini, aku titip Nabila. Terima kasih telah menyayanginya," ucap Aditya kemudian ia pun berbalik mengikuti petugas polisi yang sudah memintanya untuk masuk ke dalam selnya.


Nabila meneteskan air mata melihat ayahnya itu berjalan menjauh dan sesekali melihat ke arahnya, melihatnya dengan senyuman. Namun, ada air mata yang menetes dari mata sang ayah.


Walau bagaimanapun kehidupan di masa lalu seorang Aditya, ia tetaplah sosok seorang ayah yang menyayangi anaknya, menyayangi darah dagingnya dan juga seorang anak yang menyayangi ibunya. Semua kesalahannya di masa lalu kini berdampak pada kedua orang yang disayanginya itu, pada ibu dan anaknya.

__ADS_1


Jika waktu bisa diputar kembali, Aditya tak ingin berada di posisi ini, ia ingin berada di beberapa tahun yang lalu dimana saat ia pulang bekerja ia melihat Nabila kecil yang digendong oleh Jingga, menyambut mereka dengan senyuman. Saat ingin mandi, sudah ada air hangat yang tersedia, pakaiannya sudah tersedia. Saat lapar, makanan sudah. Jingga sudah memasakkan makanan untuknya dan begitu lelah ada Jingga yang memijatnya, pakaiannya juga sudah rapi saat ia akan ke kantor, semua kehidupan itu dibuangnya begitu saja. Kini ia hanya tinggal sendiri, berteman dengan penyesalan dan kebodohannya.


__ADS_2