Batas Kesabaran Seorang Istri

Batas Kesabaran Seorang Istri
Ibu rasa Teman


__ADS_3

Begitu Nabila pergi dari apartemen itu, Ambar langsung berlutut di kaki Gantara. Membuat Gantara sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh wanita paruh baya itu, ibu dari Aditya.


"Apa yang Anda lakukan?" ucap Gantara sangat terkejut dan dia bergegas menghampiri Ambar dan memintanya untuk kembali duduk di sofa.


"Tidak, Nak. Biarkan aku berlutut di sini, minta pengampunanmu dan juga Jingga. Aku tahu jika kamu tak bisa mengampuniku dengan apa yang pernah aku lakukan, Jingga juga pasti melakukan hal yang sama. Dia adalah gadis yang baik yang menurut pada suami, Aditya saja yang tak bisa melihat kebaikan di hatinya," ucap Ambar membuat Gantara hanya menghela nafas, Ambar tak mau kembali duduk di tempatnya membuat Gantara memilih duduk juga di lantai dan menatap kepada Ambar.


"Anda benar, Jingga terlalu baik untuk orang seperti Aditya. Jingga terlalu sempurna untuk memperlakukan seseorang pria yang tak menghargainya seperti yang pernah ia lakukan dulu, tapi Ibu tenang saja, kemurahan hati Jingga, kebaikan hatinya sudah memaafkan Aditya, bahkan sebelum kalian minta maaf, ia sudah melupakan semuanya dan mengubur masa lalunya pahit. Menerima cinta yang aku berikan, memberikan kenangan-kenangan yang indah dan telah menutupi semua kenangan buruk yang tertinggal di rumah ini karena bersama dengan kalian. Aku sudah berusaha membuat Jingga bahagia, jadi aku mohon pada kalian berdua jangan membuatnya kembali terpuruk di kehidupan masa lalu kalian, sebenarnya aku sangat berat memaafkan kalian dan membiarkan kalian bersama dengan Nabila dan juga Jingga, tapi aku masih mempunyai hati untuk memaafkan kalian jadi jangan pernah menghianati kepercayaan yang sudah ku berikan kepadamu."


"Terima kasih banyak, aku tak tahu apa yang harus aku lakukan untuk bisa membalas kebaikan hatimu," ucap Ambar yang kembali terisak.


"Dan satu hal lagi, mungkin Aditya mendekam di penjara 1 tahun lagi, bersabarlah menunggunya dan aku harap semua pengalaman hidup di masa lalu bisa Anda petik pelajarannya dan tak mengulanginya lagi," ucap Gantara membuat Ambar langsung melihat ke arah Gantara Ambar yang sejak tadi hanya menunduk merasa malu.

__ADS_1


"Satu tahun lagi?" tanyanya begitu bahagia, pasalnya yang diketahui anaknya itu masih harus melanjutkan di penjara sekitar 8 atau 7 tahun.


"Aku sudah mengurus semuanya, maka aku harap jangan buat aku kembali melakukan hal yang bisa,


membuat Aditya semakin lama di penjara dan masalah Nabila sudah besar dia sudah menentukan mana yang terbaik untuknya," tambah Gantara.


Begitu saat di jalan, Gantara menelpon Jingga mengatakan jika dia sudah membawa Nabila pulang dan sekarang sudah berada di jalan.


"Nabila ingin bicara dengan ibu," ucap Nabilaeminta Gantara melepas ponsel yang menempel di telinganya.


"Ya sudah, bicara lah dengan ibu. Ayah mau konsentrasi menyetir," ucap Gantara pada Nabila dan duduk di sampingnya, sementara mbak Novi duduk di belakang bersama dengan pembantu yang lainnya yang ikut bersamanya ke rumah Ambar.

__ADS_1


"Halo, Ibu. Ini Nabila, Nabila nggak bohong kan setelah nenek sembuh, Nabila pulang," ucap Nabila dimana ia tahu jika selama ini ibunya sering khawatir. Karena menelpon mbak Novi hampir setiap saat.


"Iya, ibu hanya khawatir jika terjadi sesuatu pada anak ibu. Ini kan pertama kalinya Nabila menginap lama di rumah orang yang baru Nabila kenal walaupun itu rumah nenek Nabila sendiri."


"Iya, Bu. Maaf sudah membuat ibi khawatir. Nabila kangen ade bayi.


Sepanjang perjalanan Nabila dan juga ibunya terus berbincang banyak, kali yang mereka bicarakan layaknya seorang teman yang bercerita panjang lebar pada teman curhatnya. Gantara hanya menggeleng mendengarkan pembicaraan mereka, seakan mereka tak akan ketemu di rumah nanti.


Gantara dan juga Jingga memiliki rumah sendiri membuat kepergian Jingga ke rumah Ambar tak diketahui oleh Gunawan dan juga Mita, membuat Mita yang baru sampai ke kediaman anak dan menantunya itu, baru mengetahui jika Nabila selama beberapa hari ini menginap di rumah Ambar, membuat Mita memarahi Jingga karena tak mengatakan semua itu pada mereka dan mengizinkan lagi Nabila bersama dengan Ambar, apalagi sampai menginap.


Di saat Mita tengah mengomel pada Jingga karena telah mengizinkan Nabila pergi ke rumah Ambar, mobil Gantara berhenti tepat di depan pintu utama, di mana di sana juga Jingga dan juga Mita sedang berdiri di teras rumah dengan Mita masih menggendong Khalisa.

__ADS_1


Begitu Gantara turun dari mobil, Mita langsung melayangkan tatapan tajamnya pada menantunya itu, di mana tadi Jingga mengatakan jika yang mengizinkan Nabila pergi ke rumah Ambar adalah Gantara suaminya, tempat di mana ia mendapatkan begitu banyak penderitaan.


__ADS_2