Batas Kesabaran Seorang Istri

Batas Kesabaran Seorang Istri
Tessa Dilabrak


__ADS_3

Satu investor saja sudah cukup untuk Aditya. Ia pun memulai bisnisnya dengan modal 1 miliar yang diberikan oleh Gantara dengan kemampuan yang dimiliki. Ia pun mulai mengembangkan bisnis tersebut, bulan pertama berjalan dengan sukses, bulan ketiga dan seterusnya semua berjalan sesuai dengan rencananya membuat Aditya sangat lega dan berharap kedepannya akan lebih sukses lagi.


Bulan kelima satu investor lagi menghubunginya dan mengajaknya bekerja sama membuat bisnisnya semakin dikenal oleh banyak kalangan, membuat ia semakin bisa melebarkan sayapnya ke dunia bisnis yang sedang digelutinya.


Waktu berlalu begitu cepat hingga tahun pertama pun dilewati Aditya tanpa terasa dengan usaha barunya. Walau ia harus mengorbankan waktunya bersama dengan Nabila. Namun, ia harus melakukan semua itu, ia sangat bersyukur Nabila mendukung apa yang dilakukannya. Nabila tak pernah protes saat ia menemani neneknya setiap akhir pekan dan ayahnya tak ada di sana.


Pagi ini Adiyat berniat ingin menemui Gantara, dia menelepon Gantara ingin bertemu di kantornya. Namun, Gantara yang sedang ada rapat di sebuah cafe memutuskan untuk meminta Aditya menyusulnya saja ke cafe tersebut.


Dan begitu Aditya sampai di Cafe yang dimaksud oleh Gantara, matanya tertuju pada Tessa yang sedang makan siang di cafe itu, di cafe yang dulu juga ia sering mengajak Tessa makan di sana.


Aditya kembali mengingat kebodohannya di masa lalu, penyebab utama kehancuran rumah tangganya bersama Jingga adalah di cafe itu dan bersama dengan Tessa.


Aditya berusaha melupakan semuanya dan menghampiri Gantara yang duduk tak jauh dari tempat Tessa dan juga ketua divisi yang tak lain adalah suami dari Tessa saat ini. Ia tau jika Tessa sudah menikah dengan kepala tim Divisi tersebut dari salah satu teman kantornya yang masih komunikasi dengannya.


Aditya yang melihat Gantara masih melakukan meeting dengan rekan kerjanya memilih untuk mengambil kursi lain, menunggu sampai mereka selesai barulah ikut bergabung.


Sambil menunggu Aditya memesan makanan. Sambil menunggu makanannya datang, Aditya memilih untuk memainkan ponselnya sesekali. Ia melirik ke arah Gantara yang masih terlihat berbincang dengan tamunya, begitupun ia sesekali melirik ke arah Tessa yang terlihat tersenyum bahagia bersama dengan suaminya.

__ADS_1


"Perempuan ******, dasar pelakor! Jadi begini ya kelakuan kamu ya, Mas. Kamu terus mengurangi uang belanja aku dan memanjakan simpananmu ini!" teriak seseorang sambil menjambak rambut Tessa, membuat semua orang-orang yang ada di cafe tersebut melihat ke arah sumber keributan tersebut, termasuk Aditya dan juga Gantara


Mereka melihat Tessa sedang dijambak oleh seseorang. Melihat dari sikap wanita tersebut dan juga melihat dari sikap kepala divisi tersebut, yang terlihat syok dan ketakutan sepertinya wanita itu adalah istrinya dan sebutan pelakor yang diucapkan olehnya dan ditujukan kepada Tessa semakin membuat Aditya yakin jika wanita yang sedang melabrak Tessa itu adalah istri sah dari kepala divisi tersebut. Ia kembali mengingat kejadian saat Jingga melabrak mereka dulu.


"Mas, aku tahu kalian sudah menikah kan? Sekarang aku ingin mendengar kata talak darimu, kamu ingin mentalakku atau mentalak wanita ****** ini," ucap wanita yang merupakan istri pertama kepala divisi tersebut. Iq mengucapkan kalimatnya dengan menggebu-gebu dengan tangan yang masih menempel pada rambut Tessa, mengabaikan jeritan-jeritan Tessa yang merasa sakit karena rambutnya ditarik cukup kuat.


"Baiklah, tapi lepaskan dia dulu. Kamu menyakitinya," ucap kepala divisi tersebut mencoba membela istri mudanya itu. Namun, bukannya melepaskannya, istri pertama kepala divisi tersebut semakin menarik rambut Tessa. Terdengar jelas dari jerita Tessa yang mengerang kesakitan karena apa yang dilakukan oleh istri pertama suaminya itu.


Aditya melihat sekelilingnya, ia bisa mendengar bisik-bisik menghujat kepala divisi tersebut dan juga Tessa.


'Apakah mereka juga dulu menghujatku dan membela Jingga saat Jingga melabrak kami?' batin Aditya. Ia terus fokus melihat ke arah Tessa dan juga kepala divisi tersebut. Entah mengapa ada rasa senang di hatinya melihat kejadian itu.


"Tessa, mulai saat ini kamu bukan istriku lagi. Aku menalakmu," ucap kepala divisi tersebut memilih istri pertamanya dan menolak Tessa. Membuat Tessa hanya menggeleng dan menangis, ia menolak untuk ditalak. Namun, kata talak sudah dilayangkan suaminya padanya.


"Mas, aku mohon jangan tinggalkan aku. Bagaimana kamu bisa meninggalkanku setelah apa yang kita lakukan bersama, kamu sudah janji akan terus bersama," ucap Tessa memohon agar suaminya itu tak pergi. Namun, istri pertama dari kepala divisi tersebut langsung menendang Tessa, membuat Tessa kembali tersungkur. Istri kepala divisi tersebut menyeret suaminya keluar dari kafe itu, meninggalkan Tessa yang hanya bisa menangis.


Pengunjung di cafe bukannya merasa kasihan melihat apa yang diderita oleh Tessa. Namun, mereka malah menambah menghujat Tessa dan mengatakannya jika ituadalah akibat yang harus ia tanggung karena mengganggu rumah tangga orang.

__ADS_1


Tessa yang merasa malu memilih untuk pergi dari cafe tersebut, karena dia sudah menjadi pusat perhatian di sana.


Setelah Tessa keluar bertepatan dengan itu Gantara juga sudah selesai meeting, terlihat mereka bersalaman dan orang tersebut pun keluar dari cafe itu, membuat Aditya yang makanannya juga belum datang memutuskan untuk menghampiri Gantara.


"Ada apa?" tanya Gantara begitu Aditya duduk di depannya.


"Aku ingin membahas masalah pinjaman 1 miliar yang pernah Anda berikan padaku," ucap Aditya memulai pembicaraan mereka. Namun, baru saja mereka akan membahas makanan yang dipesan Aditya datang membuat Gantara mempersilahkan Aditya untuk makan terlebih dahulu sebelum membahas kembali pembahasan yang ingin mereka bahas. Gantara sendiri juga mulai kembali menyicipi makanan yang masih terhidang di depannya.


Setelah mereka selesai, barulah mereka melanjutkan kembali pembahasannya.


"Ini uang satu miliar yang pernah pinjamkan padaku, aku baru bisa mengembalikan setengahnya saja, Pak," ucap Aditya memberikan cek pada Gantara, membuat Gantara pun mengambil cek tersebut dan melihat nominal yang ada. Secara cek tersebut itu memang setengah dari 1 miliar yang diberikan 1 tahun yang lalu.


"Jika memang kamu masih membutuhkannya kamu bisa pakai dulu," ucap Gantara kembali meletakkan cek itu di tempat di mana tadi Aditya menyimpannya.


"Tidak, Pak. Semua sudah mulai membaik, aku sudah mulai memutar uang satu miliar yang Bapak berikan dulu, uang 500 juta ini sudah merupakan keuntunganku dalam 1 tahun ini. Jadi aku harap Bapak bisa menerimanya, aku tak ingin terlalu terbebani dengan utang yang begitu banyak, takut jika sampai terjadi sesuatu pada usahaku dan aku tak bisa membayarnya."


Mendengar itu Gantara pun mengangguk dan mengambil kembali cek tersebut dan memasukkannya ke dalam tas kerjanya.

__ADS_1


"Aku sudah yakin kamu pasti bisa mengelola uang ini dengan baik, terbukti hanya dalam satu tahun kau bisa mengembalikan setengahnya. Aku yakin tak cukup satu tahun kamu akan kembali menemuiku dan mengembalikan lebihnya, bahkan mungkin usahakan lebih sukses di tahun-tahun berikutnya. Kuncinya hanya satu, kamu tak boleh menyerah dan harus terus berusaha," ucap Gantara.


"Terima kasih, Pak. Atas kepercayaan dan juga semangat yang Bapak berikan padaku, aku akan bekerja lebih keras lagi, semua ini untuk Nabila. Aku ingin dia bangga memiliki ayah sepertiku, seperti ia memiliki Anda sebagai ayahnya juga," ucap Aditya membuat Gantara pun hanya tersenyum dan mereka kembali membahas masalah lain meninggalkan, masalah utang piutang yang menjadi tujuan awal pertemuan mereka.


__ADS_2