
Memaafkan adakah sesuatu hal yang sangat mulia, kamu tak akan merasa rugi jika memaafkan orang-orang yang pernah menzalimimu. Namun, kamu akan merasa tinggi dan akan merasa mulia jika kamu bisa memaafkan orang tersebut.
Itulah yang dilakukan oleh Jingga, walau awalnya hatinya terasa berat untuk memaafkan Ambar. Namun, melihat perubahan Ambar dan melihat putrinya sangat menyayangi Ambar membuat hatinya pun luluh dan memaafkan mantan mertuanya yang pernah memberikan banyak luka itu.
Setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah, kesempatan untuk bertaubat, kesempatan untuk melakukan hal-hal lebih baik lagi. Jangan menjadi sombong dengan tak mau memaafkan dan merasa paling benar.
Dulu Ambar memang sangat bersikap jahat padanya, tapi kata maaf yang tulus yang ia ucapkan membuat Jingga pun memaafkannya.
Hari itu Ambar bermain bersama dengan Nabila di kediaman Gantara, Nabila merasa sangat senang, neneknya itu bisa datang ke rumahnya langsung. Ia pun mengajak Ambar menuju ke kamarnya, Ambar awalnya ragu. Namun, saat melihat Jingga mengizinkannya dan Mita juga tersenyum dan mengizinkannya, akhirnya Ambar pun masuk ke kamar Nabila.
Ambar begitu tercengang saat masuk ke kamar cucunya itu, kamarnya begitu indah, rasa sayang Gantara dan juga Jingga padanya terlihat dari betapa megahnya kamar cucunya itu. Ia pun kembali merasa tak pantas jadi nenek dari seorang Nabila, Nabila akan lebih bahagia bersama dengan ibunya daripada dengan ayahnya, mengingat kesederhanaan yang hanya bisa mereka berikan jika memang Nabila bersama dengannya.
"Nenek bisa tinggal di sini, kita tidur bersama daripada Nenek tinggal di apartemen Nenek seorang diri," ajak Nabila membuat Ambar pun hanya tersenyum dan mengangguk.
"Jika nenek tinggal di sini, siapa yang akan menjaga rumah nenek. Nenek sayang rumah nenek, nenek tak mau rumah nenek jadi kotor, jadi sepi, di sana tempat nenek dan ayahmu alan tinggal. Lagian ayah Nabila sebentar lagi akan keluar dari penjara, nenek ingin menyambutnya di rumah," ucap Ambar membuat Nabila ikut senang melihat neneknya terlihat senang dan senang mendengar ayahnya akan bebas dari penjara, dengan begitu mereka bisa bermain bersama.
__ADS_1
Seharian itu Nabila dan juga Ambar bermain di kamar mereka dan saat Gantara pulang.
"Bagaimana dengan Ambar?" tanya Gantara. Jingga hanya menjawab dengan senyuman dan mengatakan jika Ambar saat ini sedang bermain di kamar bersama dengan Nabila, Nabila mengajak neneknya itu untuk melihat-lihat kamarnya.
Dari senyuman Jingga saat menjawab pertanyaannya, Gantara yakin jika istrinya itu juga sudah memaafkan dengan ikhlas ibu dari mantan suaminya itu, dia juga senang akan hal itu.
Ambar yang tadinya hanya ingin meminta maaf saja pada Jingga dan pulang kini ditahan oleh Nabila untuk tetap menemaninya bermain. Hingga malam hari, ia juga belum dibolehkan untuk pulang.
Saat makan malam Nabila juga mengajak neneknya untuk makan malam bersama dengan mereka, dengan ragu-ragu Ambar menghampiri meja makan. Ia takut jika kehadirannya membuat mereka semua tak nyaman. Namun, ternyata Jingga ikut memanggilnya dan menyiapkan tempat untuknya. Gantara juga menyambutnya dengan baik dan mempersilahkannya duduk di tempat yang dipersilakan oleh istrinya.
"Ibu Ambar ini sudah malam, malam ini menginaplah di sini," ucap Gantara membuat Ambar hanya mengangguk karena memang hari sudah malam dan dia kini juga ingin menghabiskan malam dengan cucunya.
Nabila menghabiskan malam bersama dengan neneknya di kamar, mereka tidur bersama. Nabila banyak bercerita tentang sekolah dan juga apa-apa yang dilakukannya di sekolah, Nabila juga bertanya mengapa neneknya itu tak bekerja lagi di sekolah padahal ia sangat merindukan neneknya bersama saat jam istirahat.
"Iya, nenek juga merindukan saat-saat kita bersama saat di sekolaha, tapi nenek sudah tua, nenek sudah tak sanggup untuk bekerja lagi," jawannya membuat alasan. Ambar mengatakan hal itu karena ia tak mau jika sampai ia mengatakan hal sebenarnya. Ia takut jika Nabila akan marah pada ayahnya, yang merupakan penyebab ia di pecat. Sudah begitu banyak kebaikan yang dilakukan oleh Gantara. Ia hanya mengambil sisi positif dari pemecatannya, ia jadi tak usah bekerja dan tak usah terlalu capek lagi. Namun, ia merasa bersyukur karena tujuannya untuk mendekati Nabila terwujud, ia sudah dekat dengan putrinya walau rencana awalnya ia ingin merebutnya dari Jingga. Namun, rencana Tuhan lebih indah dari rencananya. Ia bersama dengan Nabila dengan keadaan yang lebih indah dari rencananya.
__ADS_1
****
Pagi hari saat ke sekolah, Gantara mengantar Nabila sekaligus mengantar Ambar menuju ke apartemennya. Begitu sampai di apartemennya, Ambar pun berterima kasih pada Gantara yqng mengantarnya setelah turun dari mobil dan juga menasehati Nabila agar belajar yang rajin.
"Nenek, lain kali main-main ke rumah Nabila lagi ya, jika Nabila juga libur Nabila yang akan menemani Nenek di apartemen Nenek," ucap Nabila membuat Ambar hanya mengangguk dengan senyum lebarnya, ia merasa sangat bahagia hari ini.
"Tentu saja, Nak!"
"Ya sudah, Bu Ambar. Kami pergi dulu, nanti Nabila bisa terlambat," ucap Gantara membuat Ambar pun mempersilahkan ayah tiri dari cucunya itu untuk melajukan mobilnya dengan lambaian.tangan. Ambar melihat mobil Gantara melaju menjauhi apartemennya, ia menghela nafas dan dengan senyuman diwajahnya. Ambar berjalan menuju ke apartemennya.
Begitu masuk di apartemennya, rasa sepi kembali menyerangnya. Namun, ia menguatkan hati mendengar kata Nabila jika dia akan sering menjenguknya, membuat dia semakin semangat, kemudian ia melihat kamar Aditya. Ia pun berniat membersihkan kamar itu dan mengubahnya menjadi kamar Nabila, jika saat menginap Nabila bisa tidur di sana walau ia tak yakin apakah Jingga akan mengizinkan Nabila untuk menginap lagi di rumahnya. Namun, ia tetap akan mengubah kamar itu menjadi kamar Nabila. Mungkin tak seindah kamar yang ada di rumah Jingga. Namun, setidaknya ia sudah berusaha memberikan yang terbaik untuk Nabila, Cucunya.
Hari itu dihabiskan Ambar untuk merenovasi kamar Aditya menjadi kamar sesuai dengan warna kesukaan Nabila dan juga barang-barang yang Nabila sukai, ia banyak membeli barang-barang yang disukai Nabila dan tau saat menginap di kamar Nabila.
"Semoga saja Nabila suka," gumam Ambar saat sebagian sudah dipersiapkannya. Kamar sederhana untuk cucunya.
__ADS_1