
Siang hari saat pulang sekolah, Gantara kembali menjemput putrinya. Hari ini mereka akan mengunjungi ayah kandung Nabila.
Begitu Gantara datang, ia langsung menghampiri kepala sekolah di ruangannya dan menanyakan tentang masalah Ambar.
"Bagaimana, Bu? Apa keputusan Ibu?" tanya Gantara di mana jika kepala sekolah tersebut masih mempekerjakan Ambar, hari ini juga dia akan memindahkan Nabila ke sekolah lain.
"Kami sudah memecatnya, Pak. Dengan melanggar peraturan yang menemui salah satu murid secara diam-diam itu merupakan pelanggaran peraturan di sekolah ini. Jadi kami memecatnya, jadi Bapak tak usah khawatir lagi selama Nabila berada di lingkungan sekolah ini dia akan baik-baik saja, kami tak akan membiarkan Sari kembali mengganggunya," jelas kepala sekolah tersebut membuat Gantara pun mengangguk.
"Namanya Ambar, nama asli wanita itu adalah Ambar. Dia adalah nenek kandung dari Nabila dari ayahnya," ucap Gantara membuat ibu kepala sekolah itu pun terkejut.
"Jadi Sari? Maksudku Ambar adalah nenek Nabila? Lalu mengapa mereka dilarang bertemu?" tanyanya, dia juga seorang nenek pasti akan sangat sakit jika mereka dilarang bertemu.
__ADS_1
"Ada hal-hal yang membuat kami tak mengizinkannya untuk bertemu jika mereka hanya berdua, kami bukannya melarang mereka bertemu, tapi harus ada pengawasan dari kami. Saat usia Nabila 1 tahun, mereka pernah menculiknya hanya karena ingin menguasai Nabila dan hak asuh jatuh ke tangan istri saya, saat mereka bercerai. Karena itulah ayah Nabila di penjara dan sepertinya Ambar ingin balas dendam dengan kami dengan kembali memisahkan Nabila dan menghasut Nabila dengan hal-hal buruk tentang kami, khususnya tentang ibunya. Semenjak mereka bertemu Nabila banyak berubah menjadi pendiam dan juga suka murung, berdiam diri dikamar, semua itu aku rasa sudah cukup untuk melarang mereka bertemu jika hanya berdua, kami tak tahu apa saja yang dikatakan oleh Ambar kepada Nabila," jelas Gantara membuat ibu kepala sekolah pun mengerti, jika memang sebaiknya keduanya tak bertemu secara diam-diam dan hanya berdua.
"Anda tenang saja, Pak. Kedepannya kami akan lebih hati-hati lagi, biarkan saja Nabila sekolah di sini. Ambar sudah kami pecat dan kami pastikan ia tak akan masuk ke sekolah ini apapun alasannya, begitupun dengan Nabila kami akan mengawasinya agar ia tak bertemu dengan Ambar," jelas kepala sekolah tersebut membuat Gantara mengangguk dan ia pun berdiri dari duduknya, mengingat bel pulang sekolah sudah berbunyi.
Gantara pun langsung keluar dari ruangan itu menuju ke ruang kelas putrinya, melihat putrinya yang sudah berjalan bersama dengan murid-murid yang lainnya menuju ke parkiran, menunggu orang tua mereka untuk menjemput.
"Nabila!" panggil Gantara pada putrinya, membuat Nabila pun melambaikan tangan pada ayahnya. Nabila berlari dan memanggil ayahnya dengan suara keras, begitu sampai ke arah ayahnya Nabila langsung memeluknya. Gantar langsung memeluk putrinya dan membawanya menuju ke mobil mereka dengan sesekali mencium pipinya. Jika ada yang melihat sudah pasti tak ada yang mengira Gantara hanyalah ayah tiri dari Nabila.
"Iya, tadi ayah ada urusan dulu dengan kepala sekolahnya Nabila," jelas Gantara yang kini mulai melajukan mobilnya.
"Ayah, apa kita akan menemui Ayah kandungku?" tanya Nabila yang masih mengingat janji ayahnya semalam. Mendengar itu, Gantara hanya mengangguk dan berbalik sejenak pada putrinya dan memberikan senyum, setelahnya ia kembali fokus pada jalan raya yang ada di depannya.
__ADS_1
"Seperti apa orangnya?" tanya Nabila lagi.
"Ayah tak bisa menjelaskannya, nanti Nabila ketemu saja ya dengannya, tapi ingat Nabila harus hati-hati," ucap Gantara lagi membuat Nabila pun mengangguk walau Aditya pernah berbuat jahat pada Nabila. Namun, ia yakin ia tak akan melakukannya lagi, Nabila adalah putrinya dan menurut informasi yang didapatkannya dari sipir penjara, jika saat ini Aditya sudah banyak berubah, lebih banyak mendekatkan diri pada sang pencipta daripada terus mengamuk seperti tahun-tahun pertama.
Gantara melajukan mobilnya menuju ke tempat di mana ayah kandung Nabila berada, begitu mereka sampai Gantara langsung mengurus agar mereka bisa bertemu.
"Nenek," ucap Nabila ingin berlari menghampiri Ambar yang juga menunggu di ruang tunggu. Namun, Nabila langsung dihentikan oleh Gantara.
"Siapa, Nabila?" tanya Gantara yang tadi mendengar kata nenek dari mulut putrinya.
"Itu ada nenek, apa dia juga ingin menjenguk ayah?" tanya Nabila menuju ke arah Ambar membuat Gantara juga melihat ke arah Ambar, ia menghela nafas sepertinya ia datang di waktu yang tak tepat, seperti Ambar baru saja bertemu dengan Aditya.
__ADS_1
"Sepertinya mereka sudah bertemu. Ayo sekarang giliran kita."