
Sebulan kini Aditya keluar dari penjara, ia pun memutuskan untuk bangkit kembali, ia menemui Gantara di kantornya, memohon dan memberikan kembali surat lamaran pekerjaannya. Walau harus berada di posisi terendah sekalipun ia tak keberatan.
"Maaf, Aditya. Dalam urusan ini aku tak bisa membantu memberimu pekerjaan di kantor ini, setelah apa yang kamu lakukan pada perusahaan ini. Itu merupakan hal yang salah dan akan berdampak buruk bagi perusahaan dan merupakan contoh yang tak bisa ditiru oleh karyawan-karyawan lainnya."
Aditya terdiam, memang kesalahannya dengan menggelapkan uang yang cukup banyak di perusahaan itu merupakan hal yang sangat merugikan perusahaan. Ia paham dengan menerimanya kembali bekerja itu akan tak memberikan efek jera pada karyawan lain dan bahkan mungkin ada yang akan mencontohnya.
"Baik, Pak. Terima kasih," ucap Aditya yang tak mungkin memaksakan Gantara menerimanya bekerja di perusahaannya kembali walau hubungan mereka sudah membaik.
"Tapi, aku akan mencoba memberikan modal usaha untukmu. Berusahalah sendiri dari bawah mungkin akan berat, tapi jika kamu memang benar-benar berusaha aku yakin kamu pasti bisa dengan kemampuan yang kau miliki," ucap Gantara membuat Aditya terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Gantara.
__ADS_1
"Modal usaha, Pak?" tanyanya masih tak percaya
"Iya," jawab Gantara sambil memberikan uang dalam bentuk cek sebesar 1 miliar pada Aditya.
"Gunakan uang itu sebagai modal usaha dan kembalikan jika kamu sudah sukses," ucapn Gantara membuat Aditya pun mengambil cek tersebut, itu merupakan sebuah pinjaman. Aditya pun mengangguk dan akan berusaha mengembalikannya.
Aditya menghentikan langkahnya saat tanpa sengaja ia melihat Tessa bersama dengan kepala divisi, ia terlihat berjalan ke arahnya. Begitu mereka bertemu, Tessa juga menghentikan langkahnya.
"Tessa, aku duluan dulu," bisik kepala divisi tersebut yang mengerti jika mereka pernah menjalin hubungan.
__ADS_1
"Halo, Aditya. Apa kabar, Aku baru tahu jika kamu sudah keluar dari penjara, aku pikir ... Selamat menghirup udara bebas," ucap Tessa tak meneruskan perkataannya.
"Kamu pikir apa? Aku akan membusuk di penjara?" Aditya menyunggingkan senyumnya menatap Tessa.
"Mungkin saja, kamu telah mengusik Gantara, kemungkinan itu tentu saja ada, tapi melihat kau di kantor ini sepertinya Gantara talah memaafkanmu," ucap Tessa meneliti wajah Aditya yag terlihat jelas bahagia.
"Gantara orang yang sangat baik, dia sudah memaafkanku jadi aku rasa tak ada hal yang bisa melarangku datang ke kantor ini. Oh ya selamat ya sepertinya kalian terlihat semakin dekat. Hati-hati dengan istri kepala divisi, ia lebih galak dari Jingga." Aditya berjalan melewati Tesse, dan menghentiakan langkahnya saat akan masuk kedalam lift. "Kalian memang sangat cocok," ucap Aditya kemudian ia pun berlalu meninggalkan Tessa. Tessa hanya melihat Aditya dan menyunggingkan senyum sinisnya kemudian kembali menyusul kepala divisi, di mana dia dan kepada divisi tersebut sudah menjalin hubungan lebih jauh. Tessa yang dulunya tak mau menjalin hubungan yang resmi memutuskan untuk menikah, menjadi istri sirih kepala divisi tersebut, karena kepala divisi tersebut memiliki seorang istri dan dia rela menjadi istri kedua karena fasilitas yang diberikan oleh suaminya itu lebih dari yang ia inginkan.
Walau Aditya lebih tampan dari kepada divisi tersebut. Namun, tetap saja Tessa lebih memilihnya, mengingat kantongnya lebih tebal daripada Aditya.
__ADS_1