BERAWAL DARI MONAS

BERAWAL DARI MONAS
EPISODE 10


__ADS_3

" Galak amat. " gumam Syifa dan hanya Dimas yang mendengarnya.


" Dia emang kayak gitu. " Ucap Dimas tersenyum.


" Gua yang loe maksud. "


" Tadi Syifa bilang loe galak, gua bilang loe emang kayak gitu. " ucap Dimas santai.


" Oo tenang aja Syifa, gua galak sama orang nggak penting, tapi kalau orang penting kayak loe gua nggak galak kok. " ucap Candra dengan tatapan menggodanya.


" Hahhaha kalau Dimas pergi atau komen berarti bener dugaan gua. " Batin Candra.


" Sialan banget sih Candra, apa maksudnya dia bilang gitu. " Batin Dimas dengan muka masamnya.


" Apa pak Candra suka sama Syifa sampe bilang gitu. Tapi kayaknya mukanya pak Dimas masam banget, apa dia juga suka. wah Syifa hebat naklukin dua mahkluk incaran dan sadis ini. " Batin Anita tersenyum.


" Cihh dasar lebay loe Dra. " Dimas pergi.


Hhahahaha....


Tawa Candra kembali mengelenggar. Dimas tak menghiraukannya dan langsung pergi.


" Berarti Dimas bener suka Syifa dia cemburu. " Batin Candra.


" Syifa kalau kamu udah selesai makan, kamu bawain makanan buat Dimas yah. Dia baru makan satu suap nih. " ucap Candra.


" Iya pak... "

__ADS_1


" Dan bilang satu hal Candra cuma bercanda nggak usah cemburu. hehehe. " kekeh Candra.


" Hah Cemburu karna apa?" tanya Syifa polos.


Candra dan Anita hanya tersenyum dengan kekehan kecil, mereka saling menatap seolah mengerti pikiran masing-masing.


Selesai makan sesuai perintah Candra, Syifa membawakan makanan untuk Dimas. Tapi Dimas menolaknya membuatnya harus memaksa Dimas.


" Pak ayolah bapak makan yah ntar bapak sakit loh. " ucap Syifa lembut.


" Nggak usah Syifa saya tidak lapar. " ketus Dimas.


" Aish dari tadi nolak mulu. mau di apain sih nih anak. " batin Syifa kesal.


" Pokoknya pak Dimas harus makan, ntar gua yang di salahin kalau nggak makan. " batin Syifa.


Syifa mengambil kursi yang berada di depan meja Dimas dan membawanya di samping Dimas. Dimas yang melihat hal itu hanya mengerutkan keningnya tapi tak berkomentar apapun.


" Aku suapin ya pak. supaya bapak makan. " ucap Syifa tersenyum.


" Hmm oke oke.. " Dimas membuka mulutnya dan Syifa mulai menyuapinya.


" Apa kamu ini keras kepala, so dari tadi maksa aku makan. "


" Bukannya keras kepala pak, ntar kalau bapak kelaparan gimana.? "


" Lagian bapak kenapa sih, tiba-tiba ninggalin kantin? " tanya Syifa masih menyuapi Dimas.

__ADS_1


Dimas tak menjawab dia hanya setiap suapan dari Syifa.


" Nah udah selesai, ini minumnya. " Syifa menyerahkan segelas air.


" Makasih yah. " Ucap Dimas membuat Syifa tersenyum.


Syifa kembali keruangannya dan melanjutkan pekerjaannya, sedangkan Dimas pandangannya hampir tak pernah jatuh dari Syifa, seulas senyum terukir di wajah tampan Dimas.


" Pak Dimas kenapa sih liatin mulu. " gumam Syifa.


" Tapi senyumnya ulu ulu manis banget, udah gitu dia tambah ganteng. " ucap Syifa melirik Dimas dan saat itu juga Dimas melirik ke arahnya, membuat keduanya segera mengalihkan pandangannya.


" Ikh... gua ketahuan curi-curi pandang. " batin Syifa.


" Shit gua ketahuan ngeliatin dia. Malu banget dah. " Batin Dimas.


" Tapi kan dia juga liatin. akhh... udahlah. " gumam Dimas dan Syifa di tempatnya masing-masing.


Jam sudah menujukkan 5 sore, Semua orang sudah berhamburan untuk pulang. Begitu juga dengan Syifa dan Anita.


Sedangkan Dimas dan Candra jam 2 sudah meninggalkan kantor.


Beberapa orang berkumpul di depan gedung perusahaan, dan saat Syifa dan Anita keluar gedung, semua mata tertuju padanya yang di sertai tatapan sinisnya.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE, COMENT AND VOTENYA.

__ADS_1


INGAT JUGA UNTUK FOLLOW DAN RATE 5 NYA.


LOVE YOU KALIAN


__ADS_2