BERAWAL DARI MONAS

BERAWAL DARI MONAS
Bertemu lagi


__ADS_3

Hari ini Syifa, Dimas, Anita dan Candra sibuk mempersiapkan diri untuk rapat di sebuah restoran dan kini mereka berempat berada di ruangan VIP.


" Apa semuanya sudah lengkap? "


" Sudah pak, berkasnya sudah lengkap ."


" Sebentar lagi mereka datang ingat berikan yang terbaik. "


" Baik pak. " kompak Candra, Anita dan Syifa.


Tak butuh lama pintu ruangan VIP menampilkan sosok pria tampan tinggi dan berkulit putih di ikuti 2 orang pria dan wanita di belakangnya.


Syifa melihat pria berjas itu terkejut, begitu juga pria itu tapi keduanya dalam sekejap terlihat santai.


" Selamat siang pak bu maaf menunggu lama. "


" Siang pak kami juga baru saja tiba, silahkan duduk. "


" Baiklah waktu saya tidak banyak setelah ini saya ada rapat lagi, jadi bisa langsung saja kita mulai. "


" Baik pak ini laporan dari kami, bapak bisa memeriksanya selagi kami menjelaskannya." ucap Dimas dan pria itu mengangguk.


Rapat berjalan dengan lancar, Syifa yang memang bertugas membuat laporan itu dengan bantuan Candra dan Anita mereka mampu menjawab segala pertanyaan yang di berikan begitupun sebaliknya.


" Hmm menarik, saya menerima kerja sama ini. "


" Terimah kasih pak semoga kerja sama kita bisa berjalan dengan baik. " ucap Dimas menjabat tangan pria itu bergantian dengan yang lainnya.


Saat pria itu berjabat tangan dengan Syifa sebuah senyuman manis tertoreh di wajah pria itu membuat jantung Syifa berdengup kencang, Tapi Syifa tetap membalas senyumannya.


" Baiklah kalau gitu kita permisi, sampai bertemu kembali. " ucap pria itu menatap Dimas kemudian beralih pada Syifa.


" Iya pak. "


Setelah memastikan pria itu pergi Syifa memengang dadanya dan bernafas lega.


" Akhirnya. " gumam Syifa.

__ADS_1


" Syifa... " panggil Dimas.


" Hmm iya pak. "


" Kamu kenal laki-laki tadi. "


" Hmm kenal kan dia rekan kerja kita pak. "


" Tapi sepertinya gerak-gerik kalian tadi kalian sudah mengenal sejak lama. " tatapan Dimas yang mengintimidasi.


" Oo ku kira hanya saya yang berfikir seperti itu. " ucap Anita juga menatap Syifa.


" Hmm gua juga berfikir seperti itu. " Candra ikut menatap Syifa.


" Hmm itu dia anu emm... "


" Apa? " kompak mereka.


" Kalian kepo deh. " ucap Syifa segera beranjak dari sana.


" Syifa bilang dulu siapa dia!!. " teriak Dimas mengikuti Syifa.


" Iya kayaknya bener pak Dimas suka sama Syifa. " timpal Anita kemudian keduanya saling menatap dan terkekeh.


Syifa mempercepat jalannya dan


Bruuk...


" Akh maaf saya tidak sengaja." ucap Syifa membantu orang yang di tabraknya.


" Hati-hati dong Syifa jangan bilang kamu kangen sama aku sampai pura-pura nabrak biar bisa deket. " ejek orang itu yang ternyata orang yang baru saja rapat dengannya.


" Kak Rian. eeh maksudnya pak Rian maaf. " ucap Syifa menunduk.


" Kenapa gitu panggil kak Rian aja kali kan ini bukan lagi rapat. " ucap Rian. " Ayo duduk dulu."


" Bukannya bapak ada rapat. "

__ADS_1


" Udah aku batalin soalnya ada yang lagi kangen sama aku dan mungkin dia malu nyapa jadinya di tabrak deh. hehe... " kekeh Rian.


" Maksud kak Rian saya. " tunjuk Syifa pada dirinya, Rian pun mengangguk.


" Enak aja siapa yang kangen kak Rian aku nggak sengaja. "


" Oo berarti kamu itu masih sama kayak dulu Ceroboh. " ejek Rian.


" Ikh kak Rian berhenti mengataiku ceroboh. " Syifa memukul lengan Rian.


" Ya udah duduk dulu udah lama kita nggak ketemu loh, sambil kenang masa SMA. "


"Nggak mau aku mau balik ke perusahaan."


Syifa baru saja ingin melangkah pergi tapi Rian sudah memengang pundak Syifa dan mengarahkan untuk duduk.


" Duduk dulu bentar doang oke. " Syifa mengangguk pelan dan Rian mengusap lembut rambut Syifa.


Sementara itu Dimas yang melihat setiap adengan mengepalkan tangannya.


" Apa hubungan mereka, kenapa bisa sedekat itu. " ucap Dimas menahan amarahnya.


Dan di belakangnya tentu ada Anita dan Candra cekikikan melihat ekspresi bos mereka.


Dimas perlahan melangkah mendekat.


" Ekhmm.... " deheman Dimas.


" Eh pak Dimas. " kompak Rian dan Syifa.


"Hmm maaf pak Rian saya dan sekertaris saya harus segera kembali ke perusahaan. "


" Oh ya udah kak eh pak Rian saya permisi. "


" Eh bentar minta nomor ponsel kamu yah. " ucap Rian menahan Syifa.


" Jika ada ingin menghubungi kami masalah pekerjaan anda bisa menghubungi Asisten saya. " ucap Dimas dingin.

__ADS_1


" Bukan masalah pekerjaan pak, ini cuma pribadi saya dan Syifa. " Rian menatap Syifa dan menyodorkan ponselnya.


" Nggak, mahal. " ucap Syifa hendak pergi tapi dengan gerakan cepat Rian merebut ponsel Syifa di tangannya.


__ADS_2