
" Benar kata Candra di cantik, manis, pipinya juga aga cubby jadi kelihatan imut, bibirnya tipis dan sexy gitu. rasanya gimana yah kalau di cicipi. " ucap Dimas kini menatap sempurna wajah Syifa.
" Astaga apa yang kupikirkan. " ucap Dimas tersadar.
" Kenapa pikiran gua mesum gini. " ucap Dimas mengusap wajahnya.
" Dimas, fokus ke kerjaan loe." ucap Dimas kembali menandatangani tumpukan kertas di depannya.
Setelah seharian sibuk berkutat dengan laptop, akhirnya waktunya bagi mereka pulang.
" Syifa aku antar pulang yah" Ucap Anita.
" Ya udah ayo kita juga kan se jalur, dan makasih ya tumpangannya. " ucap Syifa membuat Anita tersenyum.
" hey Syifa, Anita. " panggil Candra.
" Iya pak ada apa. " ucap Syifa.
" Nggak, kalian mau pulang. "
" iya pak. "
" Syifa kamu tinggal di mana. "
" Di kost Cempaka deket sini. "
"Oo. Ya udah hati-hati yah. "
" Iya pak, kami permisi dulu. " ucap Anita
" Iya. "
Anita mengendarai motornya dengan kecepatan sedang, Anita menghentikan motornya di depan kost milik Syifa.
" Makasih Anita udah di anterin. "
" Iya besok kita berangkat bareng yah. "
__ADS_1
" oke"
" aku pergi dulu. " Ucap Anita yang mendapat anggukan dari Syifa.
Syifa segera membersihkan dirinya, 15 menit Syifa keluar dari kamar mandi dengan kimono handuknya. Ia segera mengambil pakaiannya di lemari kecil dan langsung mengenakannya.
" Huft kerjaanku hari ini cukup banyak, aku sangat lelah. " Syifa membaringkan dirinya.
" Akh sudah magrib sebaiknya aku shalat dulu, baru masak. " ucap Syifa, berduri dari tidurnya.
Di tempat Dimas.
" Sayang kamu udah pulang. " ucap Mama Dimas yang bernama Dian
" Iya Ma. "
" Kakak lama banget sih pulangnya. " ucap Adik Dimas bernama Diana.
" Kenapa kamu kangen dek. "
" Emang kakak kalau pulang ke mana dulu biasanya? "
" Monas "
" Tuh kamu tau. "
" ikh kakak tuh aneh. "
" Bodo amat. " Dimas menjulurkan lidahnya.
" Dimas sudah sana ganti bajumu. " ucap Papa Dimas bernama Farhan.
" Iya Papa. "
" Anak itu kenapa bisa kelakuannya aneh, dia tidak bisa tenang kalau sehari saja tidak melihat monas. "
" Ntah lah kakak memang aneh, bisa-bisa nanti istrinya di temuin di monas kali hahaha. "
__ADS_1
" hust diam kamu Diana nanti kakakmu tau, dia pasti tidak melepaskanmu. "
" hehehe kan ada Mama Papa. "
" Kau ini. "
Saat ini Dimas sedang membersihkan diri di bawah guyuran shower. Selesai membersihkan diri Dimas keluar kamar dengan melilitkan handuk di pinggangnya dan handuk kecil di lehernya.
Handuk kecil itu di gunakan untuk mengeringkan rambut dan tubuhnya di depan cermin besar, Dimas terlihat memanjakan tubuhnya.
Setelah mengeringkan dirinya, ia segera menuju ruang ganti dan menggunakan kaos ketat dan celana pendeknya.
" Hua... akhirnya segar. " Dimas melempar dirinya di atas kasur king size miliknya.
" akh... tanganku begitu lelah, menandatangani tumpukan kertas. "
" untung gua punya sekertaris handal itu, kalau nggak bisa mati konyol gua. "
" Syifa... kedua kalinya bertemu dengannya, dia ternyata cantik kalau di lihat lama-lama, Senyumnya manis pake banget. " Dimas tersenyum menginggat cara Syifa bekerja, senyuman yang tulus terukir indah di wajahnya.
" wah kakak lagi mikirin cewek, siapa itu Syifa. " ucap Diana berbaring di dekat Dimas.
" Sejak kapan kau di sana. "
" Sejak kakak sebut nama Syifa." ucap Diana.
" Siapa Syifa? Apa dia cantik?, dia baik? Ini pertama kalinya kakak mikirin cewek, selain mama dan adik kakak yang cantiknya tiada tara ini. "
" Ckk dasar kamu ini. Nggak usah kepo. "
" Oo aku mau kasi tau Mama ah... " Diana hendak pergi.
" Ehh jangan...kamu tau Mama udah nyuruh kakak nikah, jangan di kasi tau. "
" Hoho bagus dong, selagi calon kakak ipar cantik, baik, nggak sombong, aku bakal setuju. "
" Memangnya Syifa itu siapa? kalau nggak di kasi tau aku bilangin sama Mama. " ancam Diana.
__ADS_1