BERAWAL DARI MONAS

BERAWAL DARI MONAS
KEBENCIAN SYIFA #3


__ADS_3

" Hp gua gimana yah, Bunda untung gua sempet telfon jadi nggak akan khawatir, Kak Rian kalau dia telfon terus nggak aktif sampai sekarang bisa-bisa dia nekat cari gua kalau nggak ketemu lapor polisi ihh dasar gila udah beberapa kali dia kayak gini. "


" Gua bosen banget..." Syifa menangkup pipinya dengan tangannya sendiri.


Karena bosan Syifa memilih menghabiskan waktu di dapur dengan membuat kue karena mungkin itu hari terakhirnya di apartement itu.


Di kantor Dimas sedang sibuk dengan tugasnya meskipun sekali-kali melirik ke arah pintu masuk ruangan Syifa berharap ia segera datang.


" Bentar lagi jam makan siang, Syifa belum datang. " ucap Dimas kembali fokus pada pekerjaaanya.


" Akhh ternyata Syifa bukan hanya berpengaruh pada hidup gua tapi juga pekerjaan gua, biasanya kalau dia bakal cepet beres. " ucap Dimas mulai kelelahan.


Tok tok tok


" Masuk. "


Pintu terbuka dengan menampilkan sosok perempuan yang di tunggu Dimas.


" Syifa... " Dimas tersenyum padanya tapi Syifa menatapnya dingin.


" Ini surat pengunduran diri saya. " ucap Syifa meletakkan map merah di depan Dimas.

__ADS_1


" Kamu bener mau keluar? "


" Iya. "


" Kamu lupa kalau kamu sebulan lalu memperpanjang kontrak. Ingat Syifa kamu terikat kontrak denganku dan jika kamu keluar kamu pasti tau kamu harus bayar penalti. Kalau perlu baca lagi kontrak kita. " ucap Dimas tersenyum penuh kemenangan dengan melipat tangannya di depan dada setelah memperlihatkan map berwarna biru berisi kontrakn uhh a dengan Syifa.


" Saya tau saya hafal isi kontraknya, dan saya tidak punya uang untuk membayar penalti sebanyak itu. " ucap Syifa membuat Dimas tersenyum puas.


" Tapi saya akan tetap memilih keluar dari sini, dan karena saya tidak bisa bayar penalti anda bisa mengirim surat pengadilannya padaku. Dan kalau pengadilan memutuskan aku di hukum penjara aku akan terima itu."


" toh aku juga nggak punya siapa-siapa ibuku meninggal tepat dia melahirkanku bahkan memelukku, memberiku asi belum sempat ia lakukan, Ayahku telah meninggal di usia 10 tahun, nenek kakekku juga telah meninggal sebelum aku lahir, ibu ayah nggak punya saudara, aku juga nggak punya saudara jadi di dunia ini aku hidup sebatangkara. Dewasa sebelum waktunya tanpa kasih sayang dan harus bekerja keras untuk hidup, Aku punya Bunda ibu panti asuhan tapi bagaimanapun aku sudah besar dan saatnya pergi mencari kehidupanku dan dia sudah lepas atas hak asuhku. "


" Jadi silahkan anda laporkan pada pengadilan saya siap menerima hukumannya, dan saya permisi ingin membereskan barang-barang saya. "


Ucap Syifa panjang lebar kemudian menuju ruangan kerjanya tampak menahan tangisannya tapi tetap saja berhasil lolos dan membasahi pipinya.


Sedangkan Dimas bagaimana keadaanya, dia seakan bungkam tak tau harus bicara bagaimana lagi, dia tidak ada niatan membuat kehidupan Syifa menderita dia hanya ingin Syifa tidak pergi dan jauh dari hidupnya.


Dimas menatap Syifa yang membereskan barang-barangnya dan sesekali menghapus air matanya, sakit itu terasa sakit hati Dimas teriris luka kemarin yang coba ia sembuhkan malam semakin terluka.


" Syifa aku nggak bermaksud aku minta maaf, aku cuma nggak mau kamu pergi. " ucap Dimas menghampiri Syifa.

__ADS_1


" Nggak pa pa Pak ini sudah jalan hidupku." ucap Syifa memasukkan semua barang-barangnya dalam kardus.


" Hmm Pak ponsel yang kemarin mana yah. "


Dimas memberikan ponsel baru kepada Syifa, ponsel yang yang di lihat Syifa bisa bernilai puluhan juta.


" Maaf pak saya minta ponsel yang rusak kemarin. "


" Aku ganti Syif, ini ambil aja yang kemarin karena udah hancur jadi aku buang. "


" Kalau gitu sim card dan memory cardnya di mana pak."


" Semuanya ada di sini, kamu pake ini aja yah. "


Dimas menatap Syifa lemas, ia sekarang seperti orang bodoh yang tidak tau mau bagaimana lagi.


Syifa mengambil ponsel pemberian Dimas dan mengecek setiap isi Sim card dan memory cardnya setelah memastikan lengkap ia melepaskan keduanya dari ponsel itu.


" Syifa jangan gitu aku ganti ponsel kamu. "


" Aku salah Syif aku minta maaf. "

__ADS_1


__ADS_2